Senin, 20 Mei 2019

Mengapa harga ticket pesawat mahal?



Biaya ticket pesawat itu ditentukan dua jenis biaya, yaitu biaya tetap dan biaya variable. Biaya tetap itu terdiri dari biaya karyawan/administrasi, sewa pesawat atau bunga bank. Biaya variable  terdiri dari biaya bahan bakar dan Biaya perawatan yang dihitung berdasarkan jam terbang. Komponen terbesar biaya pesawat itu adalah biaya variable. Kalau anda pernah belajar akuntasi, mungkin sedikit paham. Bahwa semakin banyak penumpang ( load faktor ) maka biaya variable dan biaya tetap akan turun. Contoh, untuk terbang ke Medan dari Jakarta. Katakanlah biaya variable dan biaya tetap  pesawat adalah Rp. 10 juta. Maka kalau penumpang bisa didapat 100 maka biaya per penumpang jadi Rp. 100.000. ( Makin banyak penumpang semakin murah cost per seat). Nah ditambah sekian persen  margin yang diiginkan, maka jadilah harga jual ticket pesawat. Tentu harus ditambah lagi biaya asuransi dan Pajak.

Dengan perhitungan tersebut diatas, maka kalau anda perhatikan tadinya maskapai penerbangan yang menerapkan LCC ( low cost carrier ), dapat menjual ticket dengan sangat murah. Karena mereka berusaha meningkatkan load factor dengan memperbanyak seat diatas normal. Soal nyaman engga nyaman, itu engga penting. Yang penting seat terjual semua. Kemudian mereka juga berlomba lomba meningkatkan trip pesawat. Karena ini akan menekan biaya tetap.  Kita semua pernah merayakan masa masa dimana harga ticket begitu murah sehingga kita bisa tertawakan Jokowi bangun jalan toll trans java dan sumatera. Kita berhitung, ngapain bangun tol yang ongkos tol lebih mahal daripada naik pesawat ke Surabaya. Sekarang kita berpikir lewat darat lebih murah daripada naik pesawat. 

Sekarang ticket pesawat mahal. Kita berteriak. Kita tuduh maskapai penerbangan cari untung  banyak. Saya bisa katakan itu tidak seratus persen benar. Karena faktanya maskapai penerbangan sekarang hanya dua yang besar, yaitu Garuda Dan Lion. Kedua maskapai itu tidak begitu besar labanya. Bahkan Garuda beberapa tahun merugi. Jadi apa penyebab ticket itu mahal ? pertama karena adanya SOP dari pemerintah untuk safety first atau utamakan keselamatan. Standar pengawasan diperketat, sehingga upaya mengejar trip tidak bisa lagi seenak udel. Upaya meningkatkan seat diatas normal, engga bisa lagi dilakukan. Semua harus sesuai dengan standar normal. Supervisi perawatan dan penggantian sparepart diperketat sekali. Kedua, belum lagi harga Bahan bakar terus naik. 

Pemerintah dimana saja sama. Kebijakannya adalah keselamatan pemakai jasa. Kalau ingin bersaing, maka bersainglah dari sisi peningkatan kualitas layanan, bukan merekayasa ongkos murah namun mengancam keselamatan penerbangan. Dengan kondisi tersebut, memaksa maskapai penerbangan mensiasati operasionalnya. Hukum bisnis berlaku, untuk menekan biaya variable dan tetap, sementara load factor tidak bisa di dongkrak maka naikan harga jual ticket. Untuk meningkatkan laba, maka trend demand dan supply dipakai. Disaat permintaan tinggi ya harga ticket mahal. Ketika permintaan turun harga juga turun. Namun kenaikan dan turunnya harga itu tetap mengacu aturan menteri perhubungan yang berdasarkan batas atas dan batas bawah.

Bisnis pesawat terbang itu bisnis padat modal dan profesionalitas. Ini menyangkut bukan hanya jasa tapi keselamatan penumpang. Makanya negara maju lebih focus menyediakan angkutan massal seperti Bus, Kereta, dan kapal. Tentu harus didukung oleh jalan yang bagus, rell ganda yang lebar, serta pelabuhan laut yang nyaman. Kembali kepada diri kita sendiri. Kalau ingin berwisata, uang terbatas ya gunakan angkutan darat, atau laut. Kalau uang lebih ya silahkan happy pagai pasawat terbang. Engga mungkin kita paksa maskapai jual ticket murah. Karena modal mereka kan bukan dari negara tetapi bank dan pasar uang. Paham ya.

Kamis, 16 Mei 2019

Jejak sang Tokoh...

Dalam Buku “Sejarah Umat Islam” yang ditulis oleh Prof. Hamka disebutkan masuknya islam ke Nusantara pada tahun 674 sampai 675 Masehi. Itu merujuk kepada kunjungan duta Daulah Islam Muawiyah bin Abi Sofyan di Madinah ke China. Yang kemudian dilanjutkan perjalanan ke Jawa dalam misi dagang. Beliau mengunjugi kerajaan Kalingga. Dalam kitab Aja’ib al hind yang ditulis oleh Buzurg bin Shahriyar al Ramhurmuzi disebutkan sudah ada hubungan diplomatik antara zabaj atau Sribuza atau yang lebih dikenal dengan nama kerajaan Sriwijaya dengan Daulah Islam di Madinah. Pada saat kunjungan ke Sriwijaya, duta Arab menyaksikan sudah ada perkampungan Islam di pesisir Sumatera. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masuknya Islam pada Abad ke 7. Ketika Islam masuk ke Nusantara ini, sudah ada kerajaan Hindu. Antara Raja dengan rakyat seperti hubungan antara penguasa dengan hamba sahaya. Prinsip kemakmuran untuk kepentingan bersama tidak ada. Yang ada adalah hegemoni kerajaan terhadap penduduk di wilayah taklukannya. Sementara paham mistik terhadap kerajaan yang membawa symbol agama digunakan untuk memaksa penduduk patuh tanpa syarat kepada raja. Sementara kemewahan elite kerajaan semakin larut dalam demoralisasi.

Ketika awal Islam di perkenalkan oleh para ulama di Nusantara ini, mereka tidak mengubah kebudayaan yang telah ada. Mereka hanya mengubah persepsi orang tentang Tauhid. Bahwa, bukan Tuhan itu atau ini, tapi hanya Allah. Tidak ada definisi yang tepat tentang Tuhan. Karena Tuhan itu bukan makhluk. Bukan materi yang bisa ditentukan dengan bilangan. Namun memberikan pemahaman bahwa manusia itu bukan makhluk materialistis tapi religius. Manusia tidak men Tuhankan gunung atau pohon besar, atau kuburan atau patung, atau lebih dalam lagi bahwa manusia tidak men Tuhan kan manusia karena simbol kekuasaan atau orang suci. Tuhan adalah hal yang transendental dan sesuatu yang imanen. Dia ada didalam hati, dan hadir dalam keseharian dalam bentuk semangat cinta dan kasih sayang.

Cara memperkenalkan Islam seperti itu tidak dianggap oleh penduduk nusantara sebagai sesuatu yang baru. Mengapa? Karena pada prinsipnya mereka sudah mengetahui jauh sebelum Islam masuk. Bahwa kalau ada penyimpangan persepsi tentang Tauhid itu hanya karena rentang waktu yang jauh antar peradaban. Penyimpangan terjadi karena agama digunakan sebagai alat kekuasaan bagi raja. Namun GEN tentang Tauhid itu masih tersimpan didalam setiap manusia. Ketika ajakan untuk kembali kepada persepsi Tauhid yang benar, penduduk nusantara bisa menerima walau prosesnya memang tidak instant. Setelah orang bisa memahami Tauhid dengan benar maka selanjutnya diajarkan metodelogi mempertahankan persepsi Tauhid itu. Caranya? Ya, melalui rukun Islam agar rukun iman meresap kedalam sanubari sehingga aqidah tidak goyah lagi.

Apakah kebudayaan nusantara berubah? Tidak. Hanya orientasinya yang berubah. Bahwa apapun kegiatan didunia ini dikembalikan kepada hakikat untuk Tuhan. Kalau tadinya acara nujuh hari empat puluh hari dan seterusnya sebagai ritual menyembah leluhur, di ganti menjadi yasinan. Sementara kebiasaan gotong royong, selamatan anak lahir, adat perkawinan, berniaga, bertani, berkumpul lewat acara kesenian, bentuk pakaian, sistem kekuasan, tidak ada yang berubah. Itu sebabnya Kerajaan Majapahit yang ketika itu berkuasa, tidak menganggap penyebaran agama Islam itu sebagai ancaman politik. Karena memang islam yang diperkenalkan itu bukan islam sebagai alat politik meraih kekuasaan. Tetapi islam untuk cinta dan kasih sayang. 

Itu sebabnya banyak keluarga kerajaan yang memeluk agama Islam. Mengapa? Karena mereka meliat fakta bahwa apa yang diajarkan oleh ulama pendatang itu bukan agitasi terhadap sistem kekuasaan atau agitasi terhadap agama lain selain Islam. Mereka meliat bahwa Islam menyentuh hati setiap orang dengan pesan cinta: Dengan nama Allah maha pengasih lagi penyayang. Itu di ucapkan oleh semua orang Islam ketika hendak melakukan apa saja. Tentulah tidak mungkin orang mau melakukan kejahatan bila perbuatannya selalu diawali dengan Cinta. Karenanya bukan hal yang berlebihan bila akhirnya Islam memberikan sentuhan keindahan terhadap kebudayaan nusantara ini. 


Berlalunya waktu, semakin banyaknya pemeluk agama islam di Nusantara ini khususnya di Sumatera dan Jawa, pengaruh politisasi agama tidak bisa di hindari. Terutama banyak keluarga kerajaan yang memeluk agama islam. Satu demi satu wilayah taklukan Majapahit memisahkan diri dan membentuk kerajaan islam. Dengan demikian, berabad-abad lamanya sejak Islam diperkenalkan di Nusantara ini,  barulah abad 13 atau 500 tahun kemudian berdiri kerajaan Islam pertama  yaitu Samudera Pasai di Aceh ( Tetapi ada juga yang bilang Perlak). Setelah itu Kerajaan Islam telah tersebar di penjuru Nusantara. Terhitung di Sumatera ada 19 Kerajaan, di Jawa 7 Kerajaan, Maluku 9 kerajaan, Sulawesi 4 kerajaan, Kalimantan 14 Kerajaan, Papua 12 Kerajaan.
Kerajaan besar yang dicatat sejarah, diantaranya adalah Kerajaan Ternate (1257-sekarang), Kerajaan Pagaruyung (1500-1825), Kerajaan Malaka (1400-1511), Kerajaan Inderapura (1500-1792), Kerajaan Demak (1475-1548), Kerajaan Kalinyamat (1527-1599), Kerajaan Aceh (1496-1903), Kerajaan Banjar (1520-1860), Kerajaan Banten (1527-1813), Kerajaan Cirebon (1430-1666), Kerajaan Mataram Islam (1588-1681), Kerajaan Palembang (1659-1823), Kerajaan Siak (1723-1945), Kerajaan Pelalawan (1725-1946). Kerajaan besar ini terhubung dalam jalinan perserikatan dengan Kerajaan Islam, Dinasti Usmani di Istanbul. 

***
Free will itu semakin mendapatkan tempat ketika terjadi perubahan perekonomian dunia dari massa ke massa. Sebagaimana di uraikan oleh Max Weber, yang mengacu teori dari Werner Sombart yaitu Eigenwirtschaft, Handwerk, dan Kapitalisme. Zaman Eigenwirtschaft ditandai dengan manusia memproduksi sendiri barang-barang kebutuhan dan belum ada pertukaran barang. Dengan kata lain belum ada aktivitas yang bersifat ekonomi. Zaman kedua, yakni Handwerk ditandai dengan dimulainya aktivitas ekonomi berupa proses produksi dan pertukangan. Dan terakhir, zaman Kapitalisme, aktivitas ekonomi berkembang dengan penggunaan capital. 

Saat itu kekuasaan di Nusantara terdiri dari beberapa kerajaan Islam sebagai kelanjutan dari kerajaan Majapahit. Para raja itu sebagai penguasa tentu menikmati limpahan kemewahan dari adanya perubahan ekonomi yang datang dari luar seperti Arab, China, Spanyol, Inggris. Mengapa? Karena prinsip kapitalisme masih bersifat pure dagang, yang saling menguntungkan. Tetapi ketika Belanda masuk ke Indonesia maka kapitalisme berujud lain. Ini bukan lagi kapitalisme pure dagang tapi telah menggunakan kekuatan modal untuk menguasai sumber daya alam. Ini bisa dimaklumi karena ketika pada abad ke 16 (1586-1609) terjadi revolusi kaum kelas menengah di Belanda yang mengubah perekonomian local menjadi international. Belanda negara kecil. Penduduk nya tidak lebih banyak dari penduduk satu kerajaan kecil di Indonesia. Kalau mereka melakukan kolonialisme langsung seperti Inggris dan Spanyol di nusantara ini tentu membutuhkan investasi besar. 

Karenanya mereka menggunakan organisasi perdagangan modern yang bernama VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur), yang merupakan perkumpulan dari para pemodal. Keberadaan VOC mendapat hak monopolii dari pemerintah Belanda untuk mengelola wilayah koloni di Asia Timur. Jadi caranya tak ubah dengan sekarang dimana negara kuat menggunakan TNC untuk menguasai SDA Indonesia.  Status kekuasaan yang ada tidak dijamah. Tetapi lambat laun terjadi proses penguasaan secara tidak langsung, dengan kehebatan Belanda menebarkan sifat rakus kepada elite kerajaan. Belanda menjadikan Sultan sebagai boneka melalui upeti dan proteksi, dan pada waktu bersamaan kerajaan mengeluarkan kebijakan yang memberikan izin investasi asing berupa konsesi lebih luas kepada VOC menguasai SDA di Indonesia. Ini berlangsung selama dua abad.

Tetapi yang namanya Perusahaan, semakin besar semakin lambat bergeraknya. Karena semakin besarnya sumber daya yang di kelola. Korupsi tidak bisa di hindarkan. Lambat laut VOC memasuki periode kemunduran pada tahun 1692 dan akhirnya dibubarkan pada tahun 1798. Pemerintah Belanda mem bail out hutang VOC dan menyita asset yang ada di Nusantara.  Apakah usai? Tidak. Belanda sudah terlanjur jatuh cinta dengan kemelimpahan SDA Indonesia. Apalagi selama 2 abad VOC beroperasi di Indonesia telah mendatangkan harta tak terbilang kepada kerajaan Belanda. Apa yang dilakukan oleh Belanda berikutnya adalah focus kepada keahliannya sebagai supply chain industry dan manufaktur Inggeris. Untuk itu Belanda menanamkan uang yang melimpah itu bagi pembangunan industry di Inggeris. 

Namun sinergi ini tidak berlangsung lama. Pada tahun 1789 terjadi revolusi Prancis, dimana rakyat menuntut kehidupan demokrasi. Padahal Raja dilantik dan diberkati oleh Gereja. Rakyat tidak peduli dengan Gereja. Mengapa? Karena rakyat melihat fakta dimana kehidupan Raja dan elitenya serba glamour, sementara rakyat tetap miskin. Revolusi terjadi dengan terpenggalnya kepala Raja dan permaisuri. Eropa mengalami kekacauan.  Revolusi Prancis tidak disikapi dengan bijak oleh para penggerak revolusi. Bahwa biang persoalan bukan system kerajaan yang di berkati Gereja yang salah tapi karena moral elite yang rusak. Seharusnya moral ini di perbaiki oleh semua elite. 

Tetapi apa yang terjadi? Kalangan elite Belanda membentuk Republik Batavia. (1795-1806). Ya mereka ingin merebut kekuasaan wilayah koloni Hindia Timur Belanda dari Prancis.  Selama periode yang pendek ini, kalangan elite pribumi Hindia Timur Belanda juga bangkit karena terinspirasi dari revolusi Prancis dengan spirit liberté, égalité, fraternité (kebebasan, kesamarataan, persaudaraan). Perubahan terjadi tapi hanya melanjutkan kerakusan dalam bentuk lain, demi lahirnya kekuasaan kaum menengah.

Namun semangat perubahan membentuk Republik Batavia berakhir ketika Napoleon Bonaparte memasang sepupunya, Louis Bonaparte, sebagai Raja Belanda pada tahun 1806. Tahun 1815, Napoleon jatuh dan Belanda memperoleh kembali kemerdekaannya. Inggris, yang memegang kendali Hindia Timur di bawah Raffles tahun 1811, mengembalikannya ke Belanda pada tahun 1815. Namun selama era kekacauan itu, Belanda berhasil menaklukan Mataram yang merupakan kerajaan islam terbesar di Jawa dan memastikan Belanda berkuasa di Jawa.  

Secara berlahan lahan elite lokal masuk ke dalam sistem kekuasaan kolonial. Ini dikarenakan cinta dunia sudah sampai memabukan. Mereka tidak peduli lagi soal kekuasaan itu adalah amanah Tuhan. Kalau tadinya elite kerajaan diberi hak mengontrol sendiri wilayahnya namun kini mereka menjadi orang bayaran dari Belanda, dan bekerja sesuai dengan hukum dan aturan Belanda. Sampai kini KUHAP kita masih menggunakan peninggalan Belanda. Jadi praktis mereka hanya simbol kekuasaan lokal sebagai alat pemersatu rakyat. Dengan sistem ini maka penerapan pajak dan tanam paksa dapat efektif di laksanakan. Kalau tadinya proses produksi pertanian mengandalkan tanam paksa kepada rakyat, pada tahun 1870 sistem tanam Paksa ini dihentikan. Karena menimbulkan korupsi yang massive, bukan hanya di kalangan pejabat Belanda tapi juga elite lokal, yang mendapat keuntungan dari pedagang, perantara, kontraktor, yang umumnya etnis China. 

Selanjutnya Belanda menerapkan sistem kapital penuh untuk meningkatkan produksi pertanian. Saat itulah perkebunan besar terjadi meluas di Indonesia. Siapa yang melakukan investasi? Ya pemodal. Pemerintah kolonial hanya memberikan izin konsesi dan mendapatkan pajak dari kegiatan investasi tersebut. Sementara rakyat hanya jadi pekerja kebun yang berupah murah.  Sistem kapitalisme tersebut berkembang pesat. Bukan hanya di Indonesia tapi juga di daerah kolonial lain seperti di Malaya dan Burma oleh Inggris, Prancis di Vietnam, Laos, Kamboja, AS di Filipina. Kemajuan dalam transportasi dan komunikasi antara Asia Tenggara dan Eropa juga berkontribusi pada perkembangan ini, terutama di bukanya Kanal Suez pada tahun 1869 dan di bentangkannya kabel bawah laut untuk telekomunikasi telegraf antara Eropa dan Asia pada tahun 1860an dan 1870an. Antara tahun 1870an hingga 1920an merupakan periode boom kapitalis. Ekonomi koloni Asia Tenggara moderen mencapai pertumbuhan luar biasa di bawah sistem perdagangan dan finansial internasional yang berpusat di Inggris.

Namun perkembangan ekonomi yang hebat ini tentu membutuhkan SDM yang banyak khususnya kaum terpelajar. Tidak bisa terus bergantung dengan tenaga akhli dari luar. Nah saat itulah Pemerintah Kolonial Belanda mulai membangun sekolah dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Dan kaum pribumi mulai diseleksi untuk bisa sekolah agar kelak jadi pekerja kelas menengah untuk kereta api, dokter, kasir, guru, dan managerl. Inilah cikal bakal dari lahirnya kelas menengah kaum terpelajar di Indonesia. Kelak mereka inilah yang jadi motor pembaharu dan persatuan Indonesia untuk lahirnya kemerdekaan Indonesia.

***
Tersebutlah seorang pemuda Ahmad, yang lahir di Koto Tuo, kenagarian Balai Gurah, Kec. Ampek Angkek Candung, Kab. Agam, Prov. Sumatra Barat. Ia lahir pada hari Senin 6 Dzul Hijjah 1276 H bertepatan dengan 26 Mei 1860 M. Ibunya bernama Limbak Urai binti Tuanku Nan Rancak. Ayahnya bernama 'Abdul Lathif yang berasal dari Koto Gadang. Abdullah, kakek Syaikhul Ahmad Khatib Rahimahullah atau buyut menurut riwayat lain, adalah seorang ulama kenamaan. Oleh masyarakat Koto Gadang, Abdullah ditunjuk sebagai imam dan khathib. Sejak itulah gelar Khatib Nagari melekat dibelakang namanya dan berlanjut ke keturunannya di kemudian hari. 

Ketika masih di kampung kelahirannya, Ahmad kecil sempat mengenyam pendidikan formal, yaitu pendidikan dasar dan berlanjut ke Sekolah Raja atau Kweekschool yang tamat tahun 1871 M. Disamping belajar di pendidikan formal yang dikelola Belanda itu, Ahmad kecil juga mempelajari mabadi’ (dasar-dasar) ilmu agama dari Syaikh ‘Abdul Lathif, sang ayah. Dari sang ayah pula, Ahmad kecil menghafal Al Quran dan berhasil menghafalkan beberapa juz. Pada tahun 1287 H, Ahmad kecil diajak oleh sang ayah, Abdul Lathif, ke Tanah Suci mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Setelah rangkaian ibadah haji selesai ditunaikan, Abdullah kembali ke Sumatra Barat sementara Ahmad tetap tinggal di mekkah untuk menyelesaikan hafalan Al Qurannya dan menuntut ilmu dari para ulama-ulama Mekkah terutama yang mengajar di Masjidil Haram.

Di samping berguru dengan ulama hebat di Makkah, beliau juga seorang otodidak. Bukan hanya ilmu agama seperti Fikih dan Syariah yang dia pahami tetapi juga ilmu dunia seperti mathematic, aljabar, perbandingan, tehnik, biologi, pembagian waris, ilmu miqat, dan zij.  Dia juga piawai menulis buku dalam disiplin ilmu-ilmu itu tanpa mempelajarinya dari guru. Itu karena dia menguasai bahasa Arab, Ingris dan gemar membaca dari berbagai sumber.

Di Mekkah beliau punya murid kesayangan. Diantaranya adalah Muhammad Darwis, yang kemudian dikenal dengan nama  Ahmad Dahlan bin Abu Bakar bin Sulaiman rahimahullah. Muhammad Hasyim bin Asy’ari. Karim Amrullah. Keunggulan Syaikh al-Khatib dalam memberikan pelajaran kepada muridnya selalu menghindari sikap taqlid. artinya memahami agama haruslah mempergunakan akal yang sesungguhnya adalah karunia Allah SWT. Jika kepercayaan hanya tumbuh semata- mata karena penerimaan atas wibawa guru, maka kepercayaan itu tidak ada harganya, dan itulah yang membuka pintu taqlid. Peperangan melawan penjajahan asing tidak semata menggunakan senjata, bedil, kelewang, tetapi pencerdasan masyarakat dengan memberikan senjata tradisi ilmu. Menjebol tradisi tahyul, bid’ah, kurafat, maksiat dan budaya yang melemahkan semangat bersaing untuk berkembang di zaman yang berubah..

Murid- muridnya sekembali dari Mekkah, menjadi agent perubahan di Nusantara. Mereka menjadi penggerak pembaharuan pemikiran islam di minangkabau, seperti syaikh Muhammad Djamil Jambek (1860-1947), Haji Abdul Karim Amrullah (1879- 1945) dan Haji Abdullah Ahmad. Di Jawa muridnya, KH. Ahmad Dahlan, pada 18 November 1912 mendirikan Jamiyyah Muhammadiyah. KH. Hasyim bin Asy’ari mendirikan Jamiyyah Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926. Inilah cikal bakal perjuangan melawan kolonial berfocus kepada perang pemikiran, lewat pendidikan kepada masyarakat. Para muridnya tidak masuk ke wilayah kekuasaan Kesultanan. Tidak masuk ke politik melawan head to head penjajah. Tetapi masuk lewat pendidikan agama di akar rumput untuk perbaikan karakter umat.

***
KH Ahmad Dahlan kembali ke tanah air tahun 1888. Disamping mengajar kepada muridnya, dia juga seorang pengusaha pedagang batik, yang saat itu sangat elite. Saat itulah dia berkenalan dengan Sarekat Dagang Islam, yang kemudian berubah nama menjadi Sarekat Islam, dimana dia mendapat posisi terhormat dalam organisasi itu. Sebelum adanya gerakan Budi utomo, Sarekat Islam lebih dulu mencanangkan gerakan nasionalisme dan kemerdekaan Indonesia. Mengapa ? Budi Utomo berdiri pada 20 Mei 1908, sedangkan Sarekat Dagang Islam mulai beroperasi pada 16 Oktober 1905. 

Sarekat Dagang Islam lahir dari kaum pedagang yang intelek dengan pemikiran terbuka. Mereka bisa menjalin kerjasama dengan pedagang asal Cina, Eropa dan Arab tanpa inferior. Tanpa organisasi yang modern tidak mungkin mereka bisa diterima oleh organisasi lainnya. SI hidup dari kekuatan intenal mereka sendiri. Karena mereka memang pedagang. Namun Budiotomo lahir by design oleh pemerintah kolonial Belanda. Organisasi ini berdiri untuk mengimbangi Djamiat Choir yang berdiri pada 17 Juli 1905 atau 13 Jumadil Awal 1323 Hijriah. Belanda belajar dari revolusi di Tiongkok oleh Dr. Sun Yat Sen tahun 1911, didahului pemberontakan Bokser untuk membebaskan China dari pengaruh Inggris dan Kekaisaran Shinto Jepang. Pemberontakan ini memang gagal. Tapi sepuluh tahun berikutnya, Revolusi China pecah dan berhasil. Salah satu kuncinya ialah peran muslim China yang diakui sendiri oleh Dr. Sun Yat Sen. Pemerintah Hindia Belanda khawatir, perkembangan Islam dibidang pendidikan dan perdagangan membawa dampak buruk. Maka, dengan kekhasan penjajah, dilancarkan politik pecah belah. Dibikin organisasi tandingan yaitu Budiutomo.

Bagaimana peran  KH Ahmad Dahlan? Beliau tentu tahu bahwa Belanda ada dibalik berdirinya Budiutomo, namun beliau tidak menjauh. Tetapi beliau justru mendekat. Sehingga beliau dapat dengan mudah duduk dalam organisasi Budiutomo. Beliau juga duduk sebagai pengurus di Djamiat Choir. Juga duduk sebagai pengurus Sarekat Islam. Dari kedekatan semua pihak tentu beliau menanamkan pemikiran pembaharuan islam nya. Tjokroaminoto yang juga sahabat seperjuangan Kh Ahmad Dahlan fucus di Sarekat Islam membina pemuda militan dalam melawan kolonialisme Belanda. Diantara pemuda itu adalah Soekarno, Kartusuwiryo, Samaoen, Alimin, Musso. Yang kelak mereka mencatat sejarah hitam dan putih di Indonesia. Beberapa tahun kemudian, tahun 1912 beliau mendirikan organisasi sosial kemasyarakatan bidang pendidikan, bernama Muhammadiyah. Yang kemudian berkembang yang, dimotori oleh para saudagar Islam di seluruh pelosok nusantara. 

***
Setelah KH Ahmad Dahlah wafat, sahabatnya Kh Hasyim Ashary mendirikan NU pada tahun 1926, melanjutkan misi pembaharuan islam. Sebelumnya kalangan pesantren gigih melawan kolonialisme dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916. Kemudian tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Selanjutnya didirikanlah Nahdlatut Tujjar, (Pergerakan Kaum Sudagar) yang dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagi kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.

Sementara itu, keterbelakangan, baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan Kebangkitan Nasional. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana--setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain, sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisai pendidikan dan pembebasan.

Ketika Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab wahabi di Mekah, serta hendak menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra-Islam, yang selama ini banyak diziarahi karena dianggap bi'dah. Gagasan kaum wahabi tersebut mendapat sambutan hangat dari kaum modernis di Indonesia, baik kalangan Muhammadiyah di bawah pimpinan Ahmad Dahlan, maupun PSII di bahwah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebaliknya, kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermadzhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut.

Sikapnya yang berbeda, kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta 1925, akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu'tamar 'Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekah yang akan mengesahkan keputusan tersebut. Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebasan bermadzhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamai dengan Komite Hejaz, yang diketuai oleh KH. Wahab Hasbullah.

Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya hingga saat ini di Mekah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan madzhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermadzhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah serta peradaban sing sangat berharga.

Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang  bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy'ari sebagi Rais Akbar. Untuk menegaskan prisip dasar orgasnisai ini, maka KH. Hasyim Asy'ari merumuskan Kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU , yang dijadikan dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.

***
Untuk merancang persiapan kemerdekaan Indonesia, dibentuklah Panitia 9 BPUPKI yang terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdul Kahar Mudzakkir, Haji Agus Salim, Mr. Achmad Subardjo,  Wahid Hasjim, dan Mr. Muhammad Yamin. Dari 9 orang elite itu, tiga berasal dari tokoh pergerakan islam, yaitu Wahid Hasjim dari NU, Abdul Kahar Mudzakkir, dari Muhammadiyah, Haji Agus Salim, dari Sarekat Islam. Selanjutnya dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, tiga tokoh Muhammadiyah duduk dalam anggota yang diantranya adalah Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, KH Abdul Kahar Mudzakkir. 

Sejarah mencatat sebelum Ir Soekarno menyampakan pidato tentang dasar negara tanggal 1 Juni 1945, sidang BPUPKI telah mendengarkan pidato anggota BPUPKI lainnya, salah satunya Ki Bagus Hadikusumo. Ki Bagus mengemukakan agar negara Indonesia berdasarkan agama Islam, di atas petunjuk-petunjuk Al Quran dan Hadits, agar menjadi negara yang tegak dan teguh serta kuat dan kokoh. Ia mengingatkan sudah enam abad Islam menjadi agama kebangsaan Indonesia dan tiga abad sebelum Belanda menjajah disini, hukum Islam sudah berlaku di Indonesia. Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945, sepuluh kali menyebut nama Ki Bagus Hadikusumo. Soekarno sangat segan kepada Ki Bagus walau dalam banyak hal prinsipil keduanya berlainan pendapat dan pandangan.

Menyangkut rumusan dasar negara, sidang BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk mencapai konsensus antara golongan Islam dan golongan kebangsaan dalam merumuskan rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar. Dalam rancangan dasar negara “Pancasila” yang diusulkan Bung Karno, prinsip Ketuhanan merupakan sila kelima. Ki Bagus Hadikusumo-lah yang dengan gigih berdebat dengan Soekarno sampai di luar sidang hingga Soekarno menangis di hadapan Ki Bagus. Prinsip Ketuhanan akhirnya menjadi prinsip pertama yang diterima secara aklamasi dalam sidang BPUPKI. Mr. Muhammad Yamin menyebutnya Piagam Jakarta. Mengutip dari Bung Hatta, Panitia Sembilan mengubah urutan fundamen Pancasila, meletakkan fundamen moral di atas, fundamen politik di bawahnya. Dengan meletakkan dasar moral di atas, negara dan pemerintahan memperoleh dasar yang kokoh.  

***
Paska proklamasi kemerdekaan Indonesia, Santri dari Muhammadiyah dan NU berada digaris depan dalam setiap pertempuran. Dalam pertempuran heroik mempertahankan kemerdekaan, santri Muhammadiyah dibawah Hizbul Wathan digaris depan dalam pertempuran paling brutal menghadapi Belanda, khususnya peristiwa Ambarawa. Dari perang Ambarawa itu melontarkan Santri Mummahdiah sebagai pucuk pimpinan TNI dalam usia 36 tahun. Ia adalah Soedirman yang merupakan alumni Hizbul Wathan, organisasi kepanduan Muhammadiyah

Tanggal 22 Oktober 1945, ketika tentara NICA (Netherland Indian Civil Administration) yang dibentuk oleh pemerintah Belanda membonceng pasukan Sekutu yang dipimpin Inggris, berusaha melakukan agresi ke tanah Jawa (Surabaya). Dengan alasan mengurus tawanan Jepang, Kyai Hasyim Ashary bersama para ulama menyerukan Resolusi Jihad melawan pasukan gabungan NICA dan Inggris tersebut. Meletus perang Surabaya, dengan korban para santri NU dari barisan Hizbulllah yang tidak sedikit. Sehingga tanggal 10 november diperingati sebagai hari pahlawan nasional.

Ketika meletus pemberontakan PKI di Madiun oleh Musso yang merupakan teman masa muda Soekarno dan pernah terlibat dalam Serikat Islam, Soekarno memerintahkan Soedirman untuk membungkam pemberontakan itu. Ketika Soedirman meninggal, anak anak didiknya semasa dalam pertempuran Ambarawa melaksanakan misi menghentikan pemberontakan DII/TII yang ingin mendirikan negara islam. Kartosuwiryo sebagai peimpian dihukum mati oleh Soekarno walau itu adalah sahabat masa mudanya. Ketika terjadi pemberontakan PRRI di Sumatera, anak didik Soedirman juga yang melaksanakan perintah Soekarno menghentikan pemberontakan. Dari setiap misi menjaga NKRI dan amanah UUD 45 dan Pancasila, NU berada dijalur politik mendukung Soekarno. Ketika Soekarno mulai condong dengan PKI, NU keluar dari front Nasional dan berada bersama sama dengan TNI menghabisi PKI walau harus menjatuhkan Soekarno.

***

Memang apapun system yang dibangun, tidak akan dapat menyelesaikan masalah. Sejarah peradaban modern membuktikan itu. Lantas apakah system itu salah? Tidak! Karena semua yang terjadi itu adalah ilmu Allah. Para sufi berkata "kemanapun wajah dihadapkan Ayat ayat Allah terbentang untuk dipahami bagi mereka yang berpikir. Ilmu Allah itu teramat luas, yang dalam islam diyakini terbagi dua jalur, yaitu Jalur khusus (khasshah), dan jalur umum (‘ammah). Jalur khusus adalah ilmu yang diwahyukan dan diajarkan langsung oleh Allah melalui para Rasul dan Nabi, dan ini tertuang dalam bentuk Kitab Suci. Wahyu-wahyu itu merupakan ayat-ayat qauliyah. Jalur umum adalah ilmu yang tidak bersumber dari kitab Suci. Ilmu ini di berikan oleh Allah secara langsung kepada siapa saja. Pengetahuan ini disebut dengan ayat-ayat kauniyah. 

Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda tergantung dari effort yang dilakukan untuk menggali ilmu Allah yang satu ini. Katakanlah seperti perkembangan ilmu pengetahuan alam, ekonomi, sosial, politik dan budaya, itu semua berasal dari Allah. Semua baik. Kalau terjadi penyimpangan dari prinsip ilmu itu, semata mata karena mental manusia yang melaksanakannya tidak baik. Tak ubahnya dengan kitab Mulia. Semua baik tetapi tidak semua orang beragama menjadi orang baik. Itu bukan kitab mulia yang salah, bukan dalil yang salah tetapi mental manusia yang brengsek.

Makanya jadi pertanyaan bersar, di tengah situasi itu munucul agar syariah islam diterapkan sebagai solusi. Benarkah? terbukti di Aceh setelah menjadi daerah otonom bersayariah Islam, Aceh walau kaya SDA namun masih masuk kelompok provinsi termiskin dan korup di Indonesia, kalah dengan Bali yang tak kaya SDA migas. Bahkan negara islam seperti Afganistan, Pakistan, Yaman, Sudan, dan Libya, Suriah, Sudan Selatan, Somalia, Iran menempati rangking terkorup berdasarkan Corruption Perception Index. Mengapa?

Fenomena ini diamati dengan baik oleh Gordon W. Allport sang akhli psikologi. Ia punya jawaban bahwa Islam diperkenalkan rasul dalam keadaan utuh. Hanya masalahnya menjadi lain ketika ia tersebar-luaskan. Cara menerima agama inilah yang berbeda sehingga berbeda pula sikap dan perbuatannya. Menurut Allport, ada dua macam perbedaan dalam bersikap tentang agama, yaitu pertama, Ekstrinsik dan kedua, Intrinsik. Yang Ekstrinsik memandang agama sebagai something to use but not to live. Orang berpaling kepada Tuhan, tetapi tidak berpaling dari dirinya sendiri. Agama di politisir, digunakan untuk menunjang motif-motif lain: kebutuhan akan status, rasa aman atau harga diri, kekuasaan. Orang yang beragama dengan cara ini, melaksanakan bentuk-bentuk luar dari agama. Ia puasa, Sholat, naik haji dsb, tetapi tidak didalamnya. Imam Al-Ghazali, menyatakan bahwa beragama seperti ini adalah beragama yang ghurur (tertipu). Tertipu, karena dikira sudah beragama, ternyata belum. 

Allport juga bilang, bahwa cara beragama seperti ini memang erat kaitannya dengan penyakit mental. Sehingga kesimpulannya, cara beragama seperti ini tidak akan melahirkan masyarakat yang penuh kasih sayang. Sebaliknya, kebencian, iri hati, dan fitnah masih tetap akan berlangsung.  Sedangkan makna yang intrinsik, yang dianggap menunjang kesehatan jiwa dan kedamaian masyarakat, agama dipandang sebagai 'comprehensive commitment' dan 'driving integrating motive', yang mengatur seluruh hidup seseorang. Agama diterima sebagai faktor pemadu (unifying factor). Hanya dengan cara itu kita mampu menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan lentur terhadap perubahan zaman.

Jadi islam kaffah itu, seharusnya bukan hanya memahami ilmu jalur khusus saja atau umum saja tapi keduanya. Kemunduran peradaban Islam setelah kejayaan khilafah Islam karena umat islam, menurut Tan Malaka, mereka menolak ilmu umum ini. Mereka lebih asyik dengan ilmu jalur khusus, sehingga hilang fakta, hilang alur dan patut, yang ada hanyalah remantika sorga dan teror neraka. Kita makhluk istimewa ciptaan Allah karena freewill kita, tapi anehnya kita sendiri membelenggu diri kita menjadi tidak istimewa sebagai ciptaan ALlah. 

Tentu menjadi kesalahan besar juga bagi kaum sekular yang lebih mengutamakan ilmu jalur umum itu tanpa peduli dengan firman Tuhan sebagai pemandu. Terbukti kehebatan ilmu umum itu justru menimbulkan bencana kemanusiaan. Idiologi hanya ada dalam seminar dan pelatihan kepemimpinan. Hanya ada dalam upacara kenegaraan. Hanya ada dalam Kampanye membujuk orang memilih. Hanya ada dalam UU dan aturan.  Tetapi esensi dari idiologi tidak nampak. Hukum tumpul diatas tapi tajam ke bawah. Konspirasi busuk diantara elite dan pengusaha terjadi melalui mind corruption.  Oligarki politik bersenggama dengan oligarki bisnis menghasilkan inefisiensi nasional dan rente. Menjadikan kapitalisme sebagai kendaraan bahwa rakus itu menyenangkan bagi elite. Pada waktu bersamaan kemiskinan dan kebodohan di kekalkan agar rakyat semakin tergantung kepada patron, yang mendidik pengikutnya untuk membenci lawan politiknya dengan menjadikan kecemburuan sosial untuk meraih kekuasaan. Bila mereka berkuasa, platform rakus dan membenci itu akan senantiasa di pertahankan. Dengan cara seperti inilah membuat program pembangunan peradaban yang di cita citakan kandas, hanya sebatas teori.

Jadi masalah hidup kita bukan terletak pada Idiologi atau Agama. Bukanlah Komunis atau sosialis, atau kapitalis, atau demokrasi, atau khilafah, yang membuat kita berkembang lebih baik karena waktu. Tetapi mental kita. Itu antara kita dengan Tuhan, yang menjadikan apapun perbuatan kita karena Tuhan, untuk terlaksananya kemanusiaan yang adil dan beradab. Sehingga kita bisa duduk bersama dalam rumah besar Indonesia dengan damai. Yang mudah bermusyawarah untuk mencapai kata mufakat tanpa ada kesan saling menyalahkan. Dengan demikian maka keadilan sosial bukan hanya sekedar utopia tapi sesuatu yang harus digapai dengan kelelahan dan rendah hati. Agar kita selalu bersyukur kepada Tuhan atas kehidupan yang indah ini.

Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi adalah putra Minang yang menjadi cikal bakal pembaharuan islam di Indonesia. Para muridnya Kh.Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim  bin Asy’ari meneruskan paham pembaharu itu di Indonesia melalui gerakan pendidikan dan sosial untuk melawan kolonialisme. Kedua tokoh ini melahirkan inspirasi bagi kaum terpelajar bagaimana agama diterapkan dalam menegakan kebenaran. Agama bukan lagi mengungkung kebebasan tapi agama  membebaskan akal untuk meninggikan kalimah Allah lewat pengetahuan. Dari elite terpelajar yang islami inilah Pancasila lahir. Mereka bisa duduk bersama dengan mereka yang berbeda suku, agama. Mereka orang orang hikmat dan bijaksana yang sehingga mengantarkan Indonesia merdeka dan kokoh sampai kini. Terbukti paham yang ingin menjadikan indonesia negara komunis hancur. Yang ingin menjadikan indonesia negara islam, bahkan yang ingin menggabungkan Nasionalis, agama, komunis juga hancur. Karena Allah tidak ridho. Pancasila adalah kekuatan indonesia yang bersumber dari itjihad Ulama, penerus Rasul. Semoga dipahami oleh kita semua.

Minggu, 12 Mei 2019

Tidak menyerah

PENGANTAR.

Ketika saya masuk ruang kerja teman , dia sedang berbicara dengan tamunya. Hanya berselang lima menit ,dia akhiri pertemuan itu. Kami berbicara santai. Menurut teman bahwa tamunya tadi adalah seorang salesman. Dia memutuskan untuk mengunakan jasa yang ditawarkan oleh salesman itu. Keputusan itu dibuat bukan karena jasa yang ditawarkan lebih hebat dibandingkan yang lain , tapi teman saya tertarik dengan salesman itu yang penuh semangat dan kejujuran , penuh kesabaran untuk dapatkan deal. 90% deal sukses meraih pelanggan baru atau mitra baru karena faktor kepribadian anda, bukan karena barang atau jasa yang anda tawarkan. Apakah deal itu akan berkembang, maka itu tergantung kepada performance anda menjaga komitmen.

Wirausaha bukanlah skill seperti layaknya para profesional dibidang kesehatan, pendidikan, teknik. Wirausaha adalah sikap mental kemandirian. Tidak ada pendidikan atau latihan dari luar yang bisa menyulap diri anda sebagai wirausaha. Anda bisa saja ikut latihan cara wirausaha tetapi tidak menjamin anda sukses menjadi pengusaha. Anda bisa saja ikut seminar cara kaya cepat lewat bisnis property atau forex tetapi tidak semua orang bisa sukses. Yang pasti sukses adalah mereka yang menawarkan jasa pelatihan itu. Karena mereka mendapatkan uang dari kantong anda yang antusias ingin jadi orang sukses. Pendidikan atau latihan hanya bekal anda untuk mengenal situasi dan kondisi yang akan terjadi. Namun bagaimana keputusan anda terhadap situasi tersebut sangat tergantung kepada sikap mental anda. Sikap mental ini lebih berkaitan dengan transendental. Mari saya jelaskan sikap mental itu.

Semangat.
ini adalah sikap mental kewirausahaan. Tidak jarang kita temui orang yang sangat pede, tapi tidak terlihat antusias. Profesional yang berbakat dan trampil sekalipun bisa saja tidak bersemangat. Kita tahu bahwa hambatan pasti dihadapi setiap orang dan terkadang bisa menjatuhkan mental. Selalu lah bersikap terbuka tanpa berusaha menutupi segala kelemahan yang menjadi kekawatiran orang lain. Berusahalah menyampaikan sepatah kata untuk mengundang orang mencoba segala kemungkinan yang ditawarkan. Jangan ada rasa takut akan kehilangan deal karenanya. Yakinlah, selagi punya kecintaan dan minat yang kuat, anda akan selalu bersemangat dan tidak berhenti berkarya. Bagaimana cara membangun semangat itu ? Ya, dengan memperluas minat dan kepedulian pada keadaan di sekitar kita dan kebutuhan orang lain, sumber energi kita tentu akan terus terisi, bahkan bertambah besar.

Kejujuran
Kejujuran itu mahal dan tak bisa dibayar dengan apapun. Image dari buah kejujuran adalah, anda akan dipandang sebagai seseorang yang bisa diandalkan dan akan mendapatkan kepercayaan penuh dari siapa saja yang mengenal anda. Bahkan partner bisnis yang belum pernah melakukan kerja sama dengan anda tidak akan khawatir untuk memulai bisnis yang baru dengan anda karena kredibilitas anda yang bisa dipertanggungjawabkan. Kejujuran selain membawa banyak dampak positif juga membawa kepada kehidupan yang jauh lebih baik. Tip untuk membagun sikap jujur adalah jangan pernah bangga bila dipuji dan jangan pernah rendah bila di hina. Mengapa ? sikap tidak jujur karena orang ingin pujian dan takut terhina.

Kesabaran
Ya wirausaha itu tak pernah merasa kecil hati ketika orang meragukan produk jasanya atau menolaknya. Dia tetap tenang mendengar segala keraguan orang lain dan menjawabnya dengan sabar sampai orang memahami dengan baik. Andaikan untuk meyakinkan mitra dia harus melakukan berkali kali pertemuan, dia tetap sabar tanpa kehilangan harapan. Dia kuat. Pemalas itu lebih karena dia tidak sabar. Contoh banyak orang gagal berbisnis karena marasa tak banyak peluang. Kalau anda menyadari bahwa mencapai sukses memang tidak mudah, maka sikap sabar itu mutlak ada pada diri anda. Banyak kesuksesan itu tinggal sejengkal diraih tetapi karena tidak sabar peluang hilang begitu saja.

Nah, setiap orang bisa menjadi wirausaha entah dalam bentuk apapun. Untuk menjadi sukses kamu harus punya impian. Orang bijak berkata " Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the honesty, the patience and the passion to reach for the stars to change the world."Kamu tahu, Nak, artinya setiap pemimpi selalu punya tiga hal yaitu kejujuran, kesabaran dan semangat. Jadi bila kamu tidak punya salah satu sifat itu ,maka kamu bukan pemimpi, dan tak akan mungkin meraih bintang untuk merubah dunia. Mengapa ? Karena kejujuran itu datang bila kamu sabar dan kesabaran itu hanya ada pada orang yang selalu bersemangat; berpikir positip tanpa tergoda jalan pintas..to good to be true. Dia akan tumbuh dan berkembang karena waktu.

Kisah  yang saya tulis berjudul " Tidak Menyerah " adalah kisah seputar wirausaha, yang memuat tentang kejujuran, kesabaran dan semangat. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

***


TIDAK MENYERAH

Ini hari pertama saya masuk kantor setelah 5 tahun saya pensiun. Di ruang loby kantor terpampang nama perusahaan, Sinofet HoldinG Ltd. Petugas receptionist tersenyum ramah melihat kehadiran saya. Dia berdiri dari tempat duduknya. “Well come back Mr. B” Katanya seraya membungkukkan tubuhnya. Mereka semua di kantor memanggil saya dengan sebutan MR.B. Itu asal nama dari Baskoro. Saya tidak pernah keberatan nama saya disingkat. Itu hanya panggilan saja. Kantor ini sebagai markas utama Sinofet, yang berada di kawasan Financial Center Hong Kong. Kantor nya tidak begitu besar. Luas nya hanya 400 Meter persegi. Kamar kerja ada 4. Satu kamar kerja saya sebagai CEO. Tiga kamar kerja untuk direktur. Untuk staf berada dalam satu ruangan semacam workstation, yang masing masing mereka dipisahkan partisi, agar nyaman ketika mereka bekerja. 

Jumlah karyawan di Kantor ini ada 24 orang, yang bekerja pada posisi Corporate secretary, auditor, corporate compliance, general affair, human resource, corporate planning, treasury and finance. Kantor ini mengelola 38 anak perusahaan dibidang Agro Industry, Manufacture, Industrial zone development, Mining, Logistic service, yang tersebar di China, Malaysia, Thailand, Singapore, Kazakhstan, Rusia, Iran, Canada. Sejak tahun 2010 kantor   ini sudah menerapkan management information system. Semua anak perusahaan terhubung dengan database terpusat sehingga staff holding dapat meng-akses setiap hari data anak perusahaan secara real time. Juga dilengkapi dengan software Governance, risk management and compliance (GRC)  yang sehingga secara IT bisa mengevaluasi business process yang sedang berlangsung. Apabila ada indikasi penyimpangan dapat segera diantisipasi.

Penerapan Management information system ini membuat operasi holding sangat efisien dan sangat efektif dalam mengelola 38 anak perusahaan. Tidak ada perencanaan, pengawasan, pengarahan, pendelegasian pada setiap anak perusahaan tidak terkoordinir oleh Holding. Tentu system ini mengharuskan SDM yang handal dibidangnya masing masing.

Sejam lagi saya akan menghadiri rapat dengan direksi Holding. Ini berkaitan dengan surat dari China Investment Group ( CIG) agar Sinofet membayar hutang yang sudah jatub tempo setahun lalu. Hutang ini dengan skema REPO saham. Dalam Surat itu memang ada kondisi yang akan memberikan kompensasi berupa bonus kepada CEO dan Direktur Holding. Dan memberikan saham bonus kepada pendiri Perusahaan, yaitu saya. Saya tidak melhat kondisi yang ada dalam surat itu sesuatu yang mengikat. Karena kondisi itu tidak ada dalam perjanjian. Yang ada hanyalah saya dan pemegang saham lain harus rela lepaskan semua saham kepada CIG apabila gagal bayar hutang. Mungkin kondisi yang ditawarkan oleh CIG hanya basa basi, sekedar menghilangkan kesan mereka predator.

Awal musim semi di Hong Kong tidak seindah suasana ketika itu. Semua direksi holding sudah kumpul dalam ruang rapat. Saya pandang wajah mereka satu persatu yang nampak tegang. 

“ Saya ingin mendengar. Bicaralah “ kata saya. Didepan saya ada surat paksa melepas semua saham Holding ke pada CIG. Karena kami gagal membayar utang Repo saham dengan mereka. Memang idea ini berasal dari saya tahun 2013,  sebagai solusi keluar dari tekanan konsorsium bank atas hutang anak perusahaan yang bergerak di bidang tambang batubara dan sekaligus menyelamatkan saham anak perusahaan lain dari ancaman proses arbitrase. 
“ Pak, dari awal saya sudah sarankan agar kita lepas saja saham batubara itu. Tidak perlu ladenin perang dengan Daniel. Tetapi anda bersikeras menghadapinya. Sekarang kita bukan hanya berhadapan dengan Macan tetapi dengan Naga besar. Saya pikir saat ini kita tamat. “ kata Tong. Saya tahu dia sudah menua. Saya hanya menyimak.
“ Dan lagi harga Repo yang ditetapkan memang sengaja menjebak kita untuk masuk akuisisi.  Mereka sudah analisa dengan baik untuk tahu masa depan perusahaan kita. “ Kata Raymond.
“ Tong dan Raymond terkena kasus dalam kebijakan investasi di Malaysia. Mereka harus mundur. Itu harus anda putuskan. Kalau tidak pihak China akan jadikan alasan untuk mempercepat penyelesaian Repo atau saham disita.” Kata Jhon Low. Dia satu satunya ahli hukum di perusahaan. 
“ Anda bisa baca proposal dari mereka. Kalau kita mengalah dengan menerima penyelesaian diluar arbitrase, kita masih punya umbrella. Posisi anda tetap sebagai CEO. Semua direksi holding yang lama dapat bonus termasuk anda. Jumlahnya lebih dari cukup hidup 7 keturunan. “ Kata  Choi. 

Semua hening. Saya terus berpikir. Saya lebih suka mendengar orang menyalahkan saya daripada saya mencari kesalahan orang lain. Tugas pemimpin bukan mencari kesalahan untuk keluar dari masalah. Tetapi bagaimana mencari tahu kesalahan dari orang terdekat untuk keluar dari masalah. Saya tidak menyalahkan mereka bila mereka play safe. Itu manusiawi. Bagi mereka perusahaan adalah pacar, sementara bagi saya perusahaan adalah anak. Apapun yang terjadi, perusahaan adalah bagian dari hidup saya. Namun bagi mereka perusahaan hanyalah peluang untuk aktualisasi diri. Mereka bisa kapan saja pergi bila keadaan tidak lagi membuat mereka happy. 

“ Baik saya akan mengambil keputusan. Saya tidak akan menerima proposal ini. Saya akan hadapi mereka. Kalau mungkin ditempuh jalur arbitrase akan saya lalui.”
“ Pak..maaf “ kata Tong.” KIta bukan siapa siapa dibandingkan dengan CIG. Sekali ayun habis kita. Apalagi Holding terdaftar di Hong Kong. Hukum mereka  yang punya.”
“ Saya lebih baik kalah karena sistem daripada kalah diluar sistem. Sudah cukup ketakutan kita dengan stikma bahwa mereka sangat berkuasa. Ini soal pilihan. Nah siapa diantara kalian yang mau mundur. Sahamnya saya beli. “ 

Mereka terdiam saling pandang satu sama lain.
“ Tunjuk tangan"
“ Mengapa anda begitu yakin ? Tanya Tong.
“ Ini bukan soal keyakinan. Tetapi soal sikap menyelesaikan masalah. Kita tidak bisa menyalahkan orang jebak kita. Karena deal dengan mereka 5 tahun lalu itu pilihan kita. Kalau sekarang, ini yang kita terima. itu wajar saja. Namun ambil sisi positipnya. Kalau mereka mau akuisisi sudah dilakukan sejak tahun 2018. Tetapi mengapa baru sekarang surat somasi dikirim? itu tandanya mereka ingin ajak saya berunding. “
“ Masalahnya sejak tahun 2018, mereka tunggu anda kembali sebagai CEO tetapi anda selalu beralasan soal keluarga. Sekarang setelah anda aktif lagi mereka ajukan gugatan hutang “
“ Nah artinya sekarang terbuka negosiasi.”
“ Negosiasi apalagi ? Harga repo saham batubara yang ditetapkan waktu teken kontrak jauh sekali dengan harga sekarang yang terjun bebas. Saya hitung value nya, tidak ada tersisa saham anak perusahaan untuk bayarnya.’Kata Tong.
“ Kemungkinan selalu ada. Saya percaya itu. Sekarang apakah anda semua setuju dengan keputusan saya ? Tunjuk tangan.
Semua hening. “ Saya tahu resikonya, namun saya lebih percaya kepada anda” Kata John. Akhirnya semua tunjuk tangan tanda setuju.

***
Hari pertama di kantor setelah lima tahun cuti, memang terasa seperti masuk arena roller coaster. Saya harus melalui hari hari berburu dengan waktu. Selalu berada dibawah tekanan semua pihak yang punya kepentingan dengan sumber daya perusahaan. Saya tidak tahu apakah usia mendekati 60 tahun seperti sekarang ini  bisa sekuat ketika dulu saya mendirikan Holding usia 40 tahun. 

Dalam keadaan dibawah tekanan saya teringat dengan sahabat saya. Mereka adalah Esther, Wenni dan Yuni. Mereka tidak ada kaitanya dengan Sinofet. Mereka adalah sahabat saya. Yang selalu ada untuk saya disaat saya butuh. Esther, kali pertama mengenalnya tahun 1993 sewaktu dia berkarir di Bank Asing Jakarta. Dia bekerja sebagai banker di Bank terkemuka di Hong Kong. Wenny. saya mengenalnya waktu dia berkarir sebagai analis investment di investment  banker di Shanghai, tahun 2004. Belakangan tahun 2006, dia menjadi proxy saya mengelola bisnis shadow banking. Kemudian tahun 2017, Wenny berhasil akuisisi PMG Holding Ltd, yang mengelola Tambang Emas dan perdagangan emas. Yuni, awal saya mengenalnya ketika dia sales asuransi dan akhirnya dia jadi proxy saya mengelola bisnis pengolahan perikanan dan manufacture di Jakarta.

Mengapa saya suka bertemu dengan mereka disaat galau. Karena mereka orang yang paling jujur mengeritik saya. Mereka juga tidak punya hubungan formal dengan Sinofet yang saya pimpin. Jadi kalau diskusi dengan mereka,  saya akan dapat masukan yang sangat objectif. Disamping itu hubungan jadi nyaman karena semua wanita itu adalah tidak punya suami. Usia mereka kini tidak bertaut jauh dengan usia saya. Kami berteman sejak usia muda. Diantara para wanita itu juga terjalin hubungan yang akrab sekali. Padahal mereka mengenal satu sama lain dari saya.

" Jam berapa besok terbang ke Beijing “ tanya Wenny waktu makan malam. Esther juga hadir. 
“ Jam 10 pagi. “
Wenny terdiam. Kemudian dia menghela nafas. “ Perusahaan saya sekarang cash flow nya sangat ketat. Karena tahun lalu kamu perintahkan akuisisi PMG Holding. Semua dana akuisisi dari hutang. Kreditur awasi setiap waktu cash flow saya. “ 
“ Saya tidak akan libatkan perusahaan kamu. Tenang saja.” kata saya.
“ Kemarin Yuni telp saya. " Kata Esther. Saya tatap Esther dengan mengerutkan kening. " ngomong apa dia ? 
" Dia kawatir karena saham perusahaannya yang kamu gadaikan untuk membiayai akuisisi perusahaan Teknologi dan Logistic di Shenzhen, belum dibayar. Dia ditekan oleh kreditur private untuk bayar. “ Kata Esther. 
“ Ya saya tahu. “ Kata saya lemah. 
“ Mengapa kamu tidak terima saja tawaran mereka. Kamu tetap sebagai CEO dan panggung kamu lebih besar. Berkat dukungan group China, sumber daya keuangan lebih besar. Peluang berkembang lebih besar“Kata Esther.
“ Tapi ini hostile takeover” kata saya cepat.
“ Ya tetapi perusahaan itu tetap ruh kamu. Anak kamu. Bukankah kamu pernah bilang, apapun akan kamu lakukan untuk anak. Dengan posisi CEO tentu kamu bisa terus mengembangkan perusahaan tanpa pusing lagi dengan hutang”  Kata Esther dengan suara tegas. 
“ Kamu tahu sejarahnya Sinofet holding ini ada. Kamu tahu segala galanya. Kamu juga ikut berkorban mendukung saya. Saya tanya sekarang, apakah se-pragmatis itu sikap kamu. Saya lagi krisis, kamu malah suruh saya jadi pecundang.” kata saya miris.
" Krisis yang sekarang ini terjadi tidak datang dadakan. Aku sudah prediksi dari dari awal waktu kamu berencana membangun investment holding. Itu semua karena ekspansi yang dibiayai utang."  Kata Esther dengan suara meninggi. Dia berdiri dari tempat duduknya. " Saya engga ada urusan dengan bisnis kamu. Saya hanya sahabat kamu. Mungkin para direksi kamu tidak akan berani bicara begini. Tahu mengapa ? karena mereka menikmati kemewahan hidup dari bisnis kamu, dan  resiko ada pada kamu. " Kata Esther sambil menunjuk nunjuk ke arah saya.
" Kamu ini gimana sih." Kata saya sedikit kesal. " Bisnis era sekarang dikelola secara modern, ya memang harus dibangun dari hutang. Apa mungkin hutang bisa datang begitu saja tanpa perbaikan kinerja dan trust. Kinerja itu berkat pengelolaan sumber daya yang ada. Dan agar sumber daya meningkat, kita harus membangun trust. Semakin tinggi trust semakin tinggi peluang berkembang. Sampai hari ini, saya tidak kehilangan trust. Akan ada selalu solusi" 
" Ya untuk apa itu semua? untuk apa! Kata Esther setengah berteriak.
" Untuk perubahan yang lebih baik. Kita harus bertanggung jawab terhadap lingkungan bisnis agar perubahan terus terjadi. Masyakarat butuh perubahan."
“ Bro…" Esther menahan nafas sebentar dan kemudia menghela nafas. " Saya hanya menghargai bunga, bukan bunga plastik. Saya orang yang realistis. Kamu sadar engga. Kamu tidak punya apa apa lagi. Sementara hutang dimana mana. Semua karena ambisi kamu. Saya tahu kamu tidak rakus. Tapi kamu pengerat kayu. Terus menggigit kayu tanpa henti. Saya kenal betul pribadi kamu. Sepertinya kamu menikmati setiap masalah datang. Saya harus pergi “ Kata Esther sambil berlalu dari hadapan saya. Wenny juga ikut keluar dengan air mata berlinang.

Saya terhenyak. Esther tidak salah. Dia semakin menua dan semakin lelah melihat kenyataan hidup saya. Wenny juga sama. Dia tidak lagi bisa bersikap objecitive seperti dulu. Mungkin juga karena menua, dan ingin hidup lebih aman. Saya bisa memahami sikap mereka. Ini soal pilihan.  

***

Malam sebelum tidur saya dapat email dari James. Dia mengabarkan bahwa Saham tekhnologi dan logistik yang saya akuisisi tahun lalu sekarang sedang diincar konglomerat venture capital. Nilainya 10 kali lipat. itu berkat di release nya izin penggunaan technology blockchain oleh pemerintah China dalam sistem logistik. James juga melaporkan penilaian dari independent konsultant keuangan terhadap valuasi saham dimasa depan, termasuk derivative business yang bisa dikembangkan. “ Anda blessing, saham perusahaan ini tidak masuk dalam portfolio Sinofet holding. Terserah anda. Saya tunggu intruksi selanjutnya.”

Saya langsung telp Lyly. 
“ Ada apa bro, telp sepagi ini.” 
“ Saya sudah terima surat dari CIG tentang repo saham yang sudah jatuh tempo.” 
“ Sikap kamu gimana ?
“ Saya ingin dengar kamu. Apapun sikap kamu , saya akan ikuti. Besok pagi saya akan terbang ke Beijing menghadapi rapat dengan CIG“
“ Mengapa kamu percaya dengan saya ?
“ Entahlah… saya percaya saja.”
“ Mau dengar pendapat saya ?
“ Ya.”
“ Ikuti hati nurani kamu. Perusahaan itu baby kamu. Kamu yang melahirkan dan kamu yang lebih tahu. Saya akan mendukung.”
“ Saya akan melawan.”
“ Apa yang bisa saya bantu ?
“ Kamu buka komputer. Baca berita kemarin tentang Yuuhan Holding Corporation yang terdaftar di BVI. “ 
“ Berita soal apa ?
“ Soal izin penggunaan blockchain untuk logistic secara nasional “
“ Sebentar…” Lyly tidak mematikan telpnya.
Tak berapa dia kembali ke saya “ Ya ada penjelasan soal Yuuhan holding Co, BVI sebagai pemegang saham utama. Holding itu membawahi 9 perusahaan dibidang Technologi dan logstic.
“ Ya itu perusahaan saya. Tidak ada kaitannya dengan portfolio Sinofet holding.”
“ Terus apa yang harus saya lakukan?
“ Saya akan jual ke konglomerat venture capital asal  AS dan Eropa. Uangnya untuk bayar utang ke  group investor di Beijing. “
“ Kedengaranya kamu mengancam. Tentu mereka tidak mau saham perusahaan itu jatuh ke AS. Kamu mau saya sampaikan ini kepada CIG? 
“ Saya tidak mengancam. Tapi hanya itu satu satunya yang tersisa untuk bayar utang. Kebetulan sahamnya naik lebih dari 10 kalilipat.”
“ Tetapi tetap tidak bisa menyelesaikan utang kamu semua”
“ Ya tapi dengan adanya pembayaran sebagian hutang, saya ada peluang membawa kasus ini ke arbitrase, dan saya bisa bayar sisanya dengan obligasi. Setidaknya saya bisa extend lagi sampai lima tahun kedepan. Saya yakin Pengadilan akan medukung saya. Masalah saya selesai. Gimana ?
“ Tetapi bagaimanapun engga etis kalau saya sampaikan kepada mereka. Itu sama saja saya berkonspirasi melawan pemerintah. Engga mungkin bro.”
“ Jadi apa yang harus saya lakukan ?
“ Besok hadiri rapat dengan pecaya diri. Kalau mereka tekan sesuai dengan isi surat mereka maka katakan bahwa kamu siap menyelesaikan lewat arbitrase. Keyakinan itu sudah cukup membuat mereka berpikir. Apalagi value saham anak perusahaan semua bagus, kecuali bisnis tambang batubara. Tidak ada penyimpangan terjadi selama lima tahun. Itu value kamu. Ikuti nurani kamu, karena itu bisikan Tuhan. “
“ Ya. saya paham. Terimakasih.” 

***

Jam 6 sore  rapat diadakan di markas besar CIG. Saya hanya datang seorang diri. Mereka yang hadir sebanyak 8 orang. Kesan suasana tegang. 
“ Kami telah menunggu setahun lebih pertemuan ini. Selamat anda telah kembali memimpin Holding. Jadi gimana soal penyelasaian hutang ? Kata salah satu dari mereka.
Saya berdiri sambil menyerahkan tiga lembar proposal yang saya ketik jam 3 pagi di Hong Kong. Masing masing mereka dapat proposal itu. Mereka baca proposal itu dengan seksama.  Kemudian hening. 
Salahsatu dari mereka berkata “ anda serius dengan proposal ini ?
“ Ya serius.”
“ Artinya anda melepas bisnis tambang batubara kepada kami, dan kekuranganya sebagian bayar tunai dan sisanya dalam bentuk Global Bond yang dijamin oleh bank. Atau nilai repo ditukar dengan Global bond selama 5 tahun. Kondisi zero coupon tapi non arbitrase. “ kata salah satu dari mereka menyimpulkan isi proposal saya. 
“ Dalam proposal ini menyebutkan global bond itu dijamin oleh 3 investment banker kelas dunia. Anda yakin  3 konglomerat investment banker itu mau jamin global bond anda ? Lanjut mereka lainnya. 
“ Ya. “
“ Berapa lama proses penyelesaian ini ?
“ 7 hari.”
“ Yakin.” 
“ Yakin pak.”
“ Baiklah. Beri  kami waktu untuk diskusikan proposal anda. “ Kata mereka. Saya keluar ruangan. Tak berapa lama  mereka memanggil saya masuk lagi ke dalam ruangan meeting.
“ Kami setuju dengan proposal anda.”
“ Terimakasih” kata saya seraya berdiri membungkukan punggung dihadapan mereka semua

Saya keluar dari gedung pertemuan itu seperti berjalan diatas awan. Saya segera telp Yuni “ Bulan Mey hutang saya bayar. Jadi pastikan proses pelepasan gadai terlaksana dengan baik. “ 
“ Terimakasih. Saya pikir tadinya benar benar bakal pensiun kalau perusahaan diambil alih orang. Tetapi sekarang saya harus terus bekerja. Entah kapan bisa pensiun.” Katanya. Saya segera matikan telp. Ogah bicara panjang lebar. Saya sedang menikmati euforia saya.

Di loby hotel paninsula Beinjing saya betemu dengan lyly yang telah menanti saya lebih dari satu jam. “ Gimana rapatnya ?
“ I Won. “
“ kamu tahu…” Kata lyly sambil menatap saya. “ Kamu itu casingnya saja tua tapi dalamnya kamu tetaplah anak anak. Itu  mungkin karena IQ kamu rendah. Makanya engga ada rasa takut.” sambungnya.

Saya hanya tersenyum. 

“ Orang pintar cenderung menghindari masalah. Selalu berlindung dari kesalahan orang lain dan menyelesaikannya dengan retorika. Tetapi kamu terus bergerak menyelesaikan masalah. Bayangkan saja dalam keadaan tangan dirantai oleh Sinofet holding selama 5 tahun, kamu masih bisa akuisisi perusahaan tekhnologi dan logistic, tambang emas. Andai selama lima taun belakangan ini kamu hanya diam dan pasrah, mungkin sekarang kamu sudah kehilangan segala galanya. Artinya tanpa harta atau bekal apapun, kalau dilepas di hutan kamu tetap bisa survival. “  katanya. Saya tahu bahwa dibalik suksesnya rapat ini berkat advice dari Lyly kepada grup investor. Entah bagaimana dia meyakinkan mereka. Itu bukan urusan saya.

***
Saya mendapat WA dari James. “ Konglomerat venture capital membatalkan komitmen nya. Jadi penerbitan global bond pengganti Repo tidak bisa diteruskan” Pesan ini seperti halilintar disiang hari bolong. Saya tidak ingin segera membalas WA tersebut. Mata saya tertuju kepada Lyly yang sedari tadi nampak tenang sambil menatap kearah  panggung live music. 
“ Ly..” seru saya. “ barusan dapat pesan dari London. Saya tidak mungkin bisa memenuhi komitmen men-delivery global bond dalam waktu seminggu. Penjaminnya mengundurkan diri.” Kata saya.
“ Sekarang di London jam 3 sore. Wajar kamu dapat berita itu sekarang. “
“ Maksud kamu ?
“ Bro, sebelumnya saya sarankan ke kamu agar berkata jujur dengan lebih focus kepada kinerja anak perusahaan. Kalau mereka keberatan, kamu bisa tempuh proses arbitrase.  Saya yakin mereka tidak mungkin mau ke arbitrase. Mereka hanya ingin keseriusan kamu mengembangkan Sinofet holding ini. Itu saja. Tetapi kamu justru membuat mereka tersudut dengan skema mem-bailout hutang Repo melalui penerbitan Global Bond. Dan itu menggunakan bisnis diluar Sinofet holding sebagai underlying. Apalagi bisnis itu berhubungan dengan tekhnology blockchain yang sangat sensitip bagi pemerintah China kalau sampai digadaikan ke asing.”
“ Saya tidak berpikir sejauh itu. Saya hanya berusaha mendapatkan solusi dengan cepat. “ kata saya dengan suara merendah.
“ Saya tahu itu sudah kamu pikirkan jauh sebelumnya. Saya tahu kamu paham sekali bagaimana menekan pihak lain untuk keluar dari masalah. Cara itu engga sehat. Orang  china menempatkan borrower itu sebagai mitra, bukan pesakitan yang harus dihabisi. Pahami itu. Siapa kamu?  sehingga mereka mau memberikan pinjama dalam skema repo lima tahun lalu. Apalagi skemanya tanpa bunga. Skema option buy back dengan harga ditentukan didepan atas dasar kesepakatan bersama. Semua karena trust.”
“ Apakah ada peran dari mereka menekan investor saya untuk mundur?
“ Saya tidak dalam posisi menjawab itu. Tapi semua kemungkinan bisa saja terjadi. Ini era informasi. Tidak ada langkah kita yang tidak diketahui. Apalagi di China.”
“ Oh Tuhan. Sejauh itukah sikap mereka.”
“ Waktu kamu hanya 7 hari. Selesaikan itu. Apapun itu. Semua tergantung effort kamu.”
“ Tidak mungkin saya dapat selesaikan 7 hari. “
“ Itu masalah kamu. “
“ Kalau begitu, ini akhir dari semua perjuangan panjang saya. Tamat. Lewat 7 hari saham saya akan langsung mereka kuasai semua. Tanpa arbitrase karena saya default dengan solusi yang saya tawarkan.”

Lyly hanya diam. Namun matanya nampak tenang, tidak terkesan dia berempati dengan saya.
“ Mengapa kamu tidak rela melepas saham itu? Toh kamu tetap akan jadi CEO. Sinofet Holding akan tetap berjalan dengan visi kamu. Apakah karena kami orang China? 
“ Saya tidak berpikir soal etnis. Tidak pernah.  Kalau toh akhirnya harus dilepas semua saham, saya juga ikhlas. Tetapi bagaimanapun saya harus berusaha mendapatkan solusi agar saya tetap punya rasa hormat.”
“ Rasa hormat? “ Lyly tersenyum namun pandangannya ketempat lain. Seakan dia tidak punya empati terhadap sikap saya.
“ Ly…” Kata saya lembut. Dia memandang kearah saya.” Tadinya skema repo ini kamu yang usulkan. Saya percaya. Saya kenal kamu dari awal sebagai orang yang tulus terhadap saya. Siapalah saya sehingga dengan mudah kamu bantu saya berkali kali. Saya tidak mau dianggap orang tidak bisa berterimakasih. Sekarang saya tanya, apakah kamu dibalik penolakan investor saya ?
“ Kamu tuduh saya.?
“ Karena hanya kamu yang tahu strategi saya dalam menghadapi rapat dengan group investor”
“ Saya tegaskan saya tidak pernah bicara apapun dengan mereka walau saya sebagai direktur investasi.  Ini murni keputusan komite. Keputusan kolektif, termasuk sikap mereka melawan kamu ?
“ Ok. Saya tanya lagi. Katakan apa yang harus saya lakukan. Kamu sudah tahu sikap saya. Sekarang apa sikap kamu. Kalau kamu minta saya mengakui default dan melepas semua saham, akan saya lakukan besok pagi. Saya akan pulang ke Jakarta. Melupakan semua ini. 
“ Bagaimana dengan tawaran CEO “
“ Maaf tawaran CEO tidak bisa saya terima. Karena saya tidak punya pengalaman berkerja. “ Kata saya tanpa berani memandangnya.
“ Benar kata Esther, kamu memang keras kepala.”
“ Inilah saya. “
Dia terdiam lama namun matanya menghujam kearah saya, membuat saya salah tingkah. “ Bro…kembalilah ke kamar. Istirahat. Tidak perlu terlalu dipikirkan. Moga besok ada solusi “
“ Sikap kamu apa ?
Wajah wanita usia mendekati 50 tahun menatap kosong ketempat lain. Dengan suara lirih dia berkata "  Didepan saya ada seorang pria yang saya kagumi dalam imajinasi tetapi tidak pernah bisa saya jangkau. Tidak mudah bagi saya mengusulkan. Karena tersingkirnya kamu dari Sinofet holding akan membuat fantasi tentang kamu akan sirna. Padahal hidup tanpa fantasi juga engga bagus. Naif , kan. Sementara saya tidak bisa mengkhianati negara saya. Pilihan yang sulit. Kenapa kita dulu pernah bertemu.”


***
Pagi sekali tanpa sarapan terlebih dahulu, saya tergesa gesa ke AirPort Baijing. Kawatir terlambat boarding. Saya tidak ke Hongkong langsung tapi mampir ke Guangzhou. Kerena weekend memang lebih baik di Guangzhou untuk bertemu dengan team Holding bidang tekhnology. Hari Senin minggu depan saya harus bergerak cepat mendapatkan solusi. Entah seperti apa solusinya.

“ Kalau kamu ingin mendengar saran saya maka jadilah diri sendiri. Jangan tersandera dengan sikap orang lain. Karena ini perjalanan takdir kamu sendiri. Tidak ada orang lain. Kalau kamu gagal itu artinya Tuhan ingin menilai kesungguhan kamu melaksanakan niat baik kamu. Kalau kamu berhasil itu artinya kamu diminta Tuhan untuk mentinaikan niat kamu. Jangan lemah” Pesan Lyly lewat WeChat. Saya bisa maklumi sikapnya. Dia hanya sekedar mengingatkan agar saya tidak dibebani rasa Terimakasih kepadanya selama ini.

Saya teringat pertanyaannya mengapa saya tertarik menjadi angel investor untuk pengembangan Technology blockchain dalam aplikasi sistem logistik. Saya sampaikan alasan filosofinya. Seperti ini: Awalnya bumi ini tidak diatur lintas negara. Tidak ada yang memiliki. Namun dari abad ke abad zaman berubah. Terbentuklah komunitas disetiap wilayah. Dari wilayah lahirlah peradaban. Dari peradaban terbentuklah batas wilayah yang dibentengi tembok kokoh dikawal lapisan tentara penjaga. Maka kerajaan terbentuk. Bangsa dan bendera tercipta. Begitu seterusnya.

Populasi terus bertambah dan resource terbatas. Penguasaan wilayah antar bangsa tak bisa dihindari. Terutama ketika revolusi industri muncul dimana dibutuhkan SDA. Ekspansi meluas atas nama dagang dan kolonialisme. Perang demi perang terus terjadi dalam sejarah. Entah atas nama idiologi atau atas nama syiar agama. Korban berjatuhan tak terbilang. Sampai akhirnya manusia dipaksa berdamai. Terutama usai perang dunia kedua. Terbentuklah PBB dengan konvensi HAM.

Kado terindah abad 21 adalah lahirnya demokrasi politik sebagai puncak pengakuan HAM. Demokrasi semakin terbuka luas ketika tekhnologi informasi semakin berkembang. Internet menghubungkan manusia lintas negara dan bangsa. Tidak ada lagi yang tidak cepat diketahui, dimana saja peristiwa. Pengetahuan tersebar luas lewat jaringan Google dan lainnya. Semangat demokrasi informasi melahirkan semangat berbagi informasi lewat sosial media, wikipedia. Dari kebebasan informasi yang masuk kedalam gadget disaku anda, setiap saat informasi mengalir deras dan semakin setiap orang punya akses berinteraksi lintas SARA. Semua serba terbuka untuk lahirnya peradaban realita dan akhirnya hanya masalah waktu akan muncul peradaban virtual.

“ Benarkah peradaban virtual itu terjadi ? Katanya. Saya katakan dengan tegas. Bisa saja. Kini sudah ada tekhnologi Blockchain. Apa itu ? semua orang sudah terhubung dengan jaringan internet dan apa saja data tercatat dalam pusat data di dalam internet cloud. Dari kumpulan dan jaringan data lahirlah tekhnologi Blockchain. Dengan tekhnologi ini maka pusat data tidak lagi di atur oleh lembaga clearing yang bertugas melakukan verifikasi terhadap setiap pertukaran informasi dan transaski tetapi verifikasi oleh mesin blockchain yang memuat data masing masing pihak yang berinteraksi. Dengan tekhnologi ini masing masing terhubung secara tertutup (peer to peer ) tanpa ada pihak lain bisa yang terlibat. Akurasi dan keamananya sangat tinggi karena terlindungi oleh data digital disemua jejak yang ada di internet.

Contoh kamu bertukar informasi atau bertransaksi dengan saya maka mesin blockchain kamu akan menjelajah kesemua jejak digital data saya yang ada di internet. Sehingga bisa dipastikan tidak mungkin kamu berhubungan dengan selain saya. Para hacker gigit jari. Termasuk negara atau lembaga pemerintah tidak bisa mengontrol data dan akses anda. Dengan demikian transaksi keuangan dapat langsung ( real time ) settle tanpa harus menunggu confirmasi dari lembaga clearing. Pertukaran informasi dan validasi dokumen asset pribadi atau perusahaan dapat terjadi real time tanpa ada pihak yang bisa menggandakan. Akurasinya terjamin selama lamanya tanpa kawatir akan dibajak orang. Makanya penjualan asset dan pembayaran dengan mekanisme blockchain menjadi ranah pribadi dan tertutup namun dilakukan dengan siapa saja, kapan saja.

Nah bayangkan bila sistem transaksi, perkuran informasi, pertukaran dokumen, terjadi secara blockchain maka masih perlukah negara dan pemerintah sebagai pengatur ? Uang keras tidak diperlukan lagi. Perpindahan dana antar individu terjadi secara digital. Transaksi secara vitual. Posisi kekayaan negara tidak bisa lagi direkayasa politik karena ia hanya mencatat rekap data cloud setiap individu tanpa ada akses melakukan intervensi. Perubahan kearah ini sedang terjadi. Terutama di China dan negara maju lainnya sedang melakukan pembangunan besar besaran sistem blockchain sebagai koreksi dari e-government yang sentralistik menuju peer to peer.

Hanya masalah waktu, perubahan pasti terjadi dan sistem demokrasi bukan hanya masuk ke ranah politik tetapi telah meluas dalam setiap sendi kehidupan. John Lennon dalam lagu imaging mengingatkan “ Imagine there's no countries. It isn't hard to do….You may say I'm a dreamer. But I'm not the only one. I hope some day you'll join us. And the world will be as one. Imagine no possessions. I wonder if you can.

“ Jadi sebetulnya tidak ada pengaruh walau investasi untuk proyek tekhnologi sistem logistik berbasis blockchain tersebut berasal dari asing. Tidak mungkin ada intervensi negara asing. Lah negara sendiri saja tidak bisa intervensi. Sistem blockchain ini benar benar private to private atau peer - to peer” Kata lyly menyimpulkan penjelasan saya. 

“ Saya bisa memaklumi bila sebagian elite china penuh curiga dengan keterlibatan asing dalam tekhnologi IT. Tetapi itu kurangnya pemahaman saja. Bukan saja di china, di Indonesia saja banyak elite politik yang tidak memahami kehadiran perubahan diakibatkan oleh IT. Mindset mereka masih terjebak dengan negara yang dikelilingi tembok seperti Tempo dulu. “ 

“ Saya akan berusaha membantu kamu menjelaskan sikap kamu itu kepada team investasi kami. Semoga mereka bisa berubah sikap atau setidaknya memberikan solusi kamu keluar dari masalah soal hutang repo. Saya tidak bisa berjanji banyak mereka bisa paham. Kamu engga boleh menyerah. “ kata lyly. Lamunan saya buyar karena panggilan untuk masuk pesawat. Segera saya balas WeChat nya dengan peran singkat” Terimakasih”

***
Sampai di Guangzho saya dijemput oleh James. Dia berusaha tersenyum ketika melihat saya keluar dari kuridor Bandara. Di dalam kendaraan menuju apartement, saya tidak bisa menyembunyikan pikiran saya “ Kenapa tiga investor kita dari AS dan Eropa mengundurkan diri secara mendadak sebagai penjamin. “ tanya saya dengan suara pelan. 
“ Saya tidak tahu. Tidak ada alasan dari mereka.” Kata James.
“ Padahal LOI dari mereka. Ya kan. " Kata saya dengan mengerutkan kening. " Mereka juga memberikan timeline 3 hari selesai. Saya kenal gaya mereka. Kalau LOI terbit dan kita setuju, timeline itu engga bisa lewat 7 hari. Tanpa alasan yang jelas, engga mungkin mereka mendadak batalkan LOI itu.” Sambung saya.
“ Saya yakin pasti ada alasan yang kuat mengapa mereka mundur.” Kata James.
“ Ya sudah lupakan. Itu memang hak mereka. “
Saya kembali terdiam.
“ Bro, bulan depan kita harus mengeluarkan lagi dana untuk persiapan masuk ke putaran kedua pembiayaan Holding technology. Kalau engga, rencana pengembangan akan mundur dari jadwal yang ditetapkan pemerintah China. Mereka pasti akan batalkan izin penggunaan blockchain untuk aplikasi logistik. Ada banyak pesaing yang siap mendahului kita. Investasi kamu yang sudah keluar bisa useless “
“ Ya saya tahu." Seraya leher saya tercekik kalau mikir waktu didepan. " Kira kira tahu engga mengapa investor Eropa dan AS mundur. Kira kira aja. “ Kejar saya.
James hanya menggelengkan kepala. 
“ Apakah karena tekanan dari group investor China yang pegang repo kita? 
“ Apa iya? Rasanya engga mungkin. Strategi penerbitan global bond untuk SWAP hutang Repo kan tidak melibatkan Sinofet holding.  ini murni trasaksi private antara perusahaan kamu di BVI dengan lembaga keuangan di London. Engga ada satupun direksi kita di Hong Kong tahu. Ini hanya saya dan kamu yang tahu. Saya jaga rahasia. Karena itu pesan dari kamu kan.”
“ Bagaimana kalau sampai mereka mengetahui.”
“ Kalau mereka tahu tentu mereka akan kecewa. Mereka enggga mau fund rising untuk teknologi blockchain melibatkan investor asing.
“ Ya. Itukan hanya pertukaran surat utang repo dengan Global Bond. Tidak ada uang terlibat.”
“ Benar. Tetapi kalau gagal bayar terjadi, akan berdampak penguasaan saham di Holding technology oleh group investor dari Eropa dan AS. Itu yang mereka engga mau. Dan lagi, kalau sampai global bond itu diterbikan untuk ditukar dengan repo utang holding di Hong Kong, dari mana kamu biayai putaran kedua untuk proyek technology blockchain.”
“ Saya hanya buying time aja. Toh pembiayaan putaran kedua masih sebulan lagi. Saya yakin akan dapat tambahan sumber pendanaan apabila masalah utang holding kita bisa selesai bulan ini. “
“ Yakin ? 
“ Yakin. Kan kamu yang buat analisa portfolio investasi kita di Sinofet Holding Hongkong. Kalau saya cut loss business tambang batubara. Katakanlah kita jual seharga pasar sekarang, kita dapat tambahan uang untuk selesaikan pembiayaan putaran kedua proyek blockchain kita.”
“ Dan Holding Technology akan diakuisisi oleh Sinofet Holding Hong kong. “ James segera menimpali.
“ Ya. Kalau putaran kedua pembiayaan proyek blockchain selesai pengembangannya maka valuenya akan 2 kali dari portfolio  saham batubara yang kita lepas.” Kata saya tersenyum.
“ Paham sekarang. Luar biasa. Solusi yang smart. Tapi…” james menatap saya. “ Kalau benar group investor china yang intervensi penerbitan global bond, darimana mereka tahu? “ 

Saya menatap kosong keluar kendaraan. Bayangan saya ke Lyly. Benarkah dia terpaksa mengkhianti saya karena tidak mau mengkhianti negaranya ? Sekarang darimana saya dapat solusi untuk menyelesaikan hutang repo itu ?

Telp bergetar. “ Bro, “ terdengar suara Esther.
“ Maafkan saya soal dua hari lalu di Hong Kong. Saya terlalu keras dengan kamu ?
“ Engga apa apa. Saya kenal kamu luar dalam. Saya sangat paham sikap kamu. Paham sekali.”
“ Thanks. Gimana hasil rapat di Beijing.?
“ Keliatanya gagal. “
“ Karena setelah rapat, beberapa jam kemudian investor dari Eropa dan AS mundur. Saya pasti default dengan solusi yang saya tawarkan untuk selesaikan hutang repo.”
“ Terus gimana sikap Lyly. Dia engga bantu kamu.”
“ Entahlah… Dia hopeless “
“Apa yang harus saya lakukan ?
Saya terdiam.
“ Bro..are you there “
“ ya ya.
“ Apa yang  bisa saya bantu?
“ Kamu kenal, kan dengan Peter Low?
“ ya. CEO bank Eropa di Hong Kong. Dia juga pernah bekerja sebagai adviser group investment company China selama 10 tahun.”
“ Tepat. Bisa atur saya ketemu dia?
“ Untuk apa ?
“ Nanti kamu akan tahu. “
“ Bro, saya ini banker. Bukan PR kamu, bukan secretaris kamu. Engga mungkin saya minta dia luangkan waktu ketemu kamu tanpa alasan yang jelas. “
“ Saya ada skema financial untuk dia. Kalau dia bisa bantu, saya tawarkan jabatan CFO di Sinofet Holding ditambah saham 5% Holding.”
“ Saya kenal integritas dia. Engga mau dia disogok dengan saham dan jabatan"
“ Dia pelajari skema saya. Kalau dia bisa lakukan. Apapun konpensasi dia minta, saya tidak akan tawar”
“ Gini aja. Kamu email ke saya skema financialnya, nanti saya akan bicarakan dengan dia. Lupakan dulu soal konpensasi. Saya suka kamu karena dari dulu karena idealisme kamu. Jangan berubah karena situasi”
“ Tapi masalah saya sekarang bukan soal idealisme. Tetapi soal realita. Tidak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan itu ada ketika kita melepaskan keinginan kita, yang pada waktu bersamaa kita sangat membutuhkannya. Yang saya punya hanya skema dan peluang berkembang bersama sama. Itu aja.”
“ Kalau begitu kenapa kamu engga surrender aja dengan CIG. Kan sama saja. Kamu melepaskan kepentingan kamu di Sinofet holding untuk kebersamaan. Masalah hutang selesai”
“ Masalanya berbeda. Dengan CIG saya melepaskan keinginan karena modal. Saya engga amu tunduk dengan kekuatan modal. Sementara dengan peter saya melepaskan keinginan karena profesionalitas. Berbagi karena effort, itu tidak mengorbankan idealisme.”
“ ya sudah. Saya paham. Kirim skema kamu ke email saya. Segera saya atur pertemuan dengan Peter. “
“ Thanks, my dear.”
Telp terputus begitu saja.

***
Saya mengenal Peter sudah cukup lama. Waktu dia masih sebagai senior advicer China infrastruktur Fund. Selama itu hubungan baik. Hanya memang tidak pernah terjadi deal business dengan dia. Setelah dia jadi banker di Hong Kong, beberapa anak perusahaan holding mendapatkan fasilitas kredit dari bank tempat dia kerja. Jadi kalau saya ingin bertemu dengannya , itu adalah wajar. Saya tidak perlu repot menjelaskan portfolio investasi yang ada dibawah Holding. Esther sudah menegaskan bahwa pertemuan akan diadakan senin malam. Tempat pertemuan di financial Club, Kowloon. Saya tahu pertemuan di Financial Club hanya untuk para pria. Walau Esther datang bersama saya namun dia harus memisahkan diri dari saya ketika masuk financial club. Ada ruang khusus para lady. 

Dengan ramah Peter menyambut saya di table. Setengah menunduk dia menyalami saya. “ Anda tidak ada perubahan sejak 10 tahun saya kenal. Masih seperti dulu. “ Katanya ramah. Dia mempersilahkan saya duduk lebih dulu. Itu tradisi China dimana penghormatan kepada tamu memang begitu.
“ Sebelum kita menikmati makan malam, lebih baik kita bahas dulu tentang proposal kamu. Saya sudah pelajari. Sangat menarik. Namun ada pertanyaan yang mengganjal yang harus kamu jawab.” Kata Peter dengan suara lambat terkesan hati hati.
“ Silahkan. Apa pertanyaan itu ?
“ Restruktur portfolio Sinofet holding dilakukan setelah jatuhnya wallstreet. Semua pembiayaan restruktur itu didapat dari hutang dengan menggadaikan saham anak perusahaan unit bisnis Batubara di Mongol. Hasilnya adalah perubahan struktur bisnis secara mendasar.  Dari bisnis rente ke bisnis market oriented berbasis tekhnology. Sekarang semua portfolio atas 38 anak perusahaan itu bisa berkembang bagus dengan leverage diatas 4 kali. Jadi wajar saja pihak CIG sebagai main lender kamu, sangat tertarik untuk menguasai saham Sinofet Holding. Ini hanya deal business sebagaimana biasanya. Pertanyaan saya, mengapa kamu begitu mudah menandatangani hutang Repo dengan CIG? Kata Peter. 
“ Tahun 2013 ketika hutang Repo ditanda tangani ,proses restruktur baru selesai. Ibarat pohon, buahnya belum significant. Sementara konsorsium bank tidak mau menanti terlalu lama sampai berbuah lebat. Kamu maklumlah tahun 2013 itu puncak dari krisis global akibat kejatuhan Lehman. Hambir semua international holding company mengalami penyusutan nilai. Market mulai menyusut.  Pasar uang semakin kering. Ekspansi semakin sulit mendapatkan darah segar. Apalagi ekonomi AS terus memburuk. China juga mengalami penurunan pertumbuhan. Eropa mengalami gagal bayar hutang. Krisis sampai pada puncaknya. Saya bisa memaklumi bila para banker yang tergabung dalam konsorsium cari aman. Makanya mereka menekan saya untuk melunasi hutang atau tambah collateral. Saya tidak mau menyerahkan saham anak perusahaan lainnya. Karena memang valuenya belum terlalu tinggi. Itu sebabnya saya terpaksa menerima solusi dari CIG dengan skema hutang Repo. Waktu itu hanya CIG yang punya visi sama dengan saya. Mereka berani masuk ditengah ketidak pastian.”
“ Dan terbukti, analisa mereka benar. Value portfolio kamu sekarang 5 kali dari hutang. Namun dalam kondisi terjepit. Pay or loss”
“ Tepat sekali.”
“ Sebetulnya cara berpikir kamu dengan CIG , sama. Kalian mitra yang sangat menjanjikan dimasa depan. Anda punya kreatifitas dan CIG punya keberanian mendukung. Itu perpaduan yang luar biasa.”
“ Masalahnya mereka menekan saya lewat kekuatan modal. Itu yang saya tidak suka.”
“ Mr.B,” seru peter dengan tersenyum. “ Kamu harus pahami bahwa perubahan lingkungan bisnis terjadi sangat cepat. Kalau sebelum kejatuhan lehman, semua modal berasal Investment banker dengan dukungan mesin money market. Dari itu produk derivative mewabah. Terjadi kelebihan likuiditas dimana mana. Saat itu kamu memang sangat mudah mendapatkan dukungan pendanaan dari Perbankan. Tetapi setelah kejatuhan Lehman, dana tidak lagi ditangan institusi keuangan tetapi sudah berada di rekening private investor dalam bentuk lembaran surat berharga yang likuid seperti Tbill, reksadana emas, property, dan lain sebagai. Perbankan hanya bertindak sebagai agent dan channeling saja. 

Perubahan ini menciptakan pradigma baru dalam investasi. Private investor tidak mengharapkan keutungan jangka pendek tapi jangka panjang. Target mereka value, bukan phisik asset. Tentu mengharuskan bisnis yang punya prospek jangkan panjang. Apa itu ? ya seperti portfolio investasi yang sekarang kamu kelola. Bisnis yang berbasis tekhonology dan market oriented. Nah kalau dulu kamu hadapi adalah persaingan bisnis berebut sumber daya dan kemitraan dengan perusahaan negara CHina. Walau berat tantangannya tetapi dana terpusat dalam institusi  keuangan sehingga selalu ada jalan keluar untuk ekpansi. Tetapi sekarang yang kamu hadapi adalah pemodal. Mereka tidak punya kepentingan untuk menguasai bisnis tetapi mereka punya  keinginan mengendalikan bisnis lewat kepemilikan saham. Mereka akan pertahankan kamu, karena mereka tahu ruh holding ada pada kamu. “ kata peter.

Saya terdiam. Peter sedang berusaha meyakinkan saya untuk menerima kenyataan. Bahwa bagi CIG, apapun akan mereka lakukan untuk menguasai saham. Tapi mereka tidak mau kehilangan saya.”

“ Jadi apa pendapat kamu ?
“ Kamu tidak bisa melawan mereka. Apalagi kinerja anak perusahan dibawah Sinofet holding bersinar semua. Mereka akan lakukan apa saja untuk kuasai. " Kata Peter dengan datar tanpa ekpresi apapun. Kemudian dia menatap saya, matanya menusuk ke jantung saya. " Kamu harus harus lepas saham kepada mereka.”
“ Surrender. “
“ Tentu tidak. Skema kamu akan saya gunakan untuk deal dengan mereka. “
“ Dimana peran mereka ?
“ Gini, skema financial engineering lewat initial fund dibawah Special propose company, dananya berasal dari China sendiri. Bukan dari investor kamu"
“ Mereka akan semakin tinggi posisi tawarnya”
“ Ya kalau mereka satu satunya sumber dana. Kan kamu ada sumber dana lain. Saya akan bicara dengan investor kamu soal strategi ini. Kita benturkan mereka satu sama lain. Pasti salah satu akan berusaha mendekati kamu. Siapapun yang datang dengan penawaran terbaik, itu yang kamu ambil”
“ Kira kira siapa ?
“ Pasti CHina, dan Pasti dengan syarat yang menguntungkan kamu.”
“ Kenapa ?
“ Saya 10 tahun bekerja dengan mereka. Saya kenal karakter mereka. Sekarang saya kerja dengan bank Eropa saya juga karena karakter mereka. Tenang saja.”
Saya terdiam. Namun mata saya terus memandang Peter berusaha menyelami pendapatnya. 
“ Mr. B, kamu tidak bisa menghadapi perang frontal dengan pemodal. Mereka beda dengan bank. Mereka berada di grey area. Satu satunya cara adalah adu mereka satu sama lain. Biarkan mereka fight untuk mendapatkan kamu.”
Saya kembali terhenyak. 
“ Ok. Berapa lama prosesnya”
“ 1 bulan”
“ saya tidak ada waktu.”
“ Tenang saja. Saya akan berusaha dapatkan LOI dari investor kamu. Bank saya akan bertindak sebagai fasilitator.
“ Kapan bisa dapatkan LOI?
“ Besok. 
“ OK”
“ Atas mandat kamu,  LOI itu akan saya kirim kepada Group investor China.  Kita akan dapatkan tambahan waktu untuk keluar dari time line yang ada. Keluar dari resiko default commitment.” Kata peter dengan tersenyum.
“ Mengapa ?
“ Mereka pasti terkejut. Ternyata kamu masih ada investor yang bisa mendukung. Mereka pasti akan ikut mengajukan penawaran yang sama. Atau mereka kehilangan peluang menguasai kamu.”
“ Kalau mereka tidak sambar peluang itu, dan tetap menanti pelunasan hutang REPO gimana? 
“ Kita punya waktu 1 bulan untuk selesaikan utang repo. Kamu tidak default. Karena sebelum 7 hari sudah ada commitment dari pihak ketiga yang menjamin pembayaran. “
“ Ok. Saya siap ikuti strategi itu” Kata saya seraya berdiri menyalami Peter.

Dengan skema initial fund melalui SPC saya bisa mendapatkan dana dari pasar atas dasar value anak perusahaan yang tergabung dalam Sinofet holding. Kalaupun CIG masuk sebagai pemegang saham, maksimum mereka kuasai 70%. Artinya saya masih kuasai 30%. Secara tidak langsung CIG sudah bertindak sebagai venture capital untuk Sinofet holding. Bukan lagi sebagai lender dengan gaya shark.

Usai makan malam, saya keluar ruangan. Peter mengantar saya keruangan lady untuk bertemu dengan Esther. Hanya bicara sebentar, kami langsung pulang. 
“ Gimana hasil meeting tadi? kata esther ketika didalam taxi.
“ Bagus.”
“ Bagus gimana ?
“ Nanti ajalah saya cerita kalau sudah selesai.”
“ Kenapa engga sekarang aja ?
Saya hanya diam.
“ Bro, kenapa engga sekarang ! Suara esther agak tinggi.
“ Maaf ..engga bisa”
“ Kamu engga percaya saya ?

Saya hanya diam. Cukup dengan Lyly saya melakukan kesalahan. Saat sekarang tidak ada satupun yang saya percaya kecuali diri saya sendiri. Sampai di apartemen Esther keluar dari taxi tanpa bicara. Pintu kendaran dibantingnya. Saya hanya tersenyum. Taxi terus melaju kearah apartement saya.

***
Peter benar. Era penguasaan sumber daya atas dasar kekuasaan negara sudah tidak ada lagi. Bahkan otoritas keuangan semacam the Fed yang dikenal paling berkuasa di dunia dalam menggerakan dua pertiga perputaran uang dunia, kini tidak berdaya. Ketika para investor menarik dananya, The Fed lempar handuk putih untuk menjadi the last lending resources perbankan. Pemerintah AS melalui senat AS harus mengemis kepada Rakyat AS. Ya Rakyat AS harus membayar resiko gagal bayar perbankan. Kalau tidak, maka akan terjadi dampak sistemik dan bisa saja berujung kepada jatuhnya diktator mata uang di ranah kapitalis. Program QE adalah keniscayaan sebagai bentuk kalahnya negara dihadapan kekuatan modal. 

Total transaksi derivatif global tahun 2013 berdasarkan data dari BIS, nilai kontrak mencapai USD 693 Trilion. Sebagian besar transaksi itu dilakukan secara over-the-counter (OTC). Nilai kontrak itu sama saja dengan 10 kali dari GNP seluruh negara di dunia. Pertanyaannya, bukankah kontrak itu menyebut uang. Bagi orang awam yang terbatas wawasan keuangannya, dia hanya mengenal satu kata, yaitu money atau uang. Dia dapat uang dari gaji atau laba usaha dan kemudian dibelanjakan sesuai dengan pendapatannya, kalau ada lebih dia tabung. Dalam kasus ini uang ya uang. 

Tapi perubahan zaman, uang tidak lagi dimaknai money atau cash tapi Currency atau arus yang terus menerus mengalir. Perhatikan, dia tidak menyebut uang tapi arus. ya sama dengan arus listrik. Kalau di analogikan, uang menjadi sumbu negatif dan aktifitas usaha adalah sumbu positip. Karena adanya sumbu positip dan negatif maka terjadilah current atau arus listrik yang bisa menimbulkan energy untuk bergeraknya roda ekonomi kedepan tanpa henti.

Rekening di bank atau perusahaan di sebut rekening arus ( Current account). Bagi mereka uang bukan lagi selembar kertas. Bukan hanya alat transaksi. Bukan. Tapi uang sebagai sarana menghubungkan satu sumber daya dengan sumber daya lain agar terus terjadi hubungan arus yang tiada henti. Contoh bagaimana menghubungkan sumberdaya manusia dengan sumber daya material, Sumber daya material dengan sumber daya uang. Sumber daya uang dengan sumber daya pasar, dan lain sebagainya. Selagi hubungan antar sumberdaya itu terus terjadi arus maka itulah uang sebenarnya. Itulah uang dalam perngertian kapitalis. Dimana sebetulnya uang itu omong kosong. Uang itu hanya sarana pemicu distribusi capital untuk terjadi beragam aktifitas terbentuknya peradaban. Jadi bukan jumlah berapa banyak uang yang dikumpulkan tapi seberapa banyak aktifitas usaha yang bisa di kembangkan karena uang.

Untuk menjaga momentum hubungan itu , uang tidak harus berupa uang kertas atau emas. Tapi bisa juga dalam bentuk lembaran obligasi umum. Tidak harus obligasi umum, bisa juga obligasi khusus.Tidak harus obligasi khusus bisa juga obligasi sintetik. Begitu seterusnya. Dari beragam jenis uang itulah pasar terbentuk Dari pasar yang diatur secara umum ( CH ) sampai yang diatur secara khusus seperti OTC. Jenis penerapannya bisa jangka pendek atau menengah atau jangka panjang. Penyelesaiannya bisa melalui opsi beli atau juat, bisa juga diserahkan nanti atau dibayar sekarang atau sebaliknya. 

Bukankah itu semua hutang? Benar. Tapi bukan hutang seperti persepsi anda yang hanya tahu uang berupa lembaran kertas atau logam mulia (coin).Bukan. Tapi itulah currency. Selagi arus atau current terus terjadi dengan ditandai aktifitas usaha tidak terhenti maka tidak ada hutang yang perlu dikawatirkan. Mengapa ? Karena current mempunya energy yang bisa dengan otomatis menciptakan hutang baru atau uang baru. Itulah miracle of capital. Akan terus begitu.

Kalau uang di tangan anda tidak sampai terjadi arus berkesimbungan maka anda telah tertipu oleh sistem. Mengapa ? Karena anda akan terjebak dengan sikap pelit, menyimpan uang takut berbagi. Menyimpan uang takut ambil resiko bisnis. Hanya masalah waktu anda akan jadi orang paling miskin dan bego dunia. Uang itu akan menjauhkan anda dengan lingkungan anda dan pada waktu bersamaan membuat anda rakus berkosumsi namun lemah produksi, yang justru merusak jiwa dan phisik anda sendiri. 

Jatuhnya Eropa dan AS ,Jepang karena Generasi yang sekarang tertipu dengan uang. Mereka gila nabung dan berinvestasi dengan produk tanpa barang. Mereka menciptakan money game. Laba tercipta tapi tidak ada pabrik terbangun. Akhirnya arus atau currency, lambat laun melemah karena sektor real sebagai sumbu positip semakin kehilangan daya tarik karena pertumbuhannya kalah cepat dengan tumbuhnya uang. Beda dengan China dimana keseimbangan antara sumbu positip dan negatif terus terjaga dengan baik sehingga melahirkan economic in balance. Berapapun hutang, itu bukan masalah. Arus terjadi karena barang , jasa dan uang terus menciptakan energy tiada henti.

***
Entah mengapa dalam perjalanan ke Apartment sehabis meeting dengan Peter, saya merasa sangat kawatir akan besok. Saya berharap besok Peter tidak memberikan kejutan yang menyediakan dinding tebal untuk saya lalui. Saya berharap dan saya butuh keajaiban saat ini, dalam waktu yang sangat terbatas. Telp bergetar.“ Mr. B” Terdengar di seberang suara Steven, sahabat saya yang punya casino di Macao.
“ Ada dimana ?
“ Hongkong “
“ Ketemuan ya. Saya di Conrad Hotel. Kita minum wine.”
“ Siapa saja di sana ?
“ Ada Myung. Dia kangen kamu. “
Saya sedang galau. Ajakan ini membuat saya terhibur. Selalu ada teman saya bisa mengurangi beban pikiran. Saya minta supir taksi mengarah ke kawasan Centeral Hong Kong , Conrad Hotel.
Sampai di Cafe Conrad, Steve setengah berlari menghampiri saya. Dia memeluk saya erat “ Ada masalah apa kamu ?
“ Masalah ? Kata saya bingung. “ Saya baik baik saja kok”
Dia menarik lengan saya ke arah table. Sudah ada Myung menatap saya dengan tersenyum. Dia segera menyalami saya. Myung pernah berperkara dengan saya tahun 2015-2017 berkaitan dengan MTN. Namun saya bisa menangkan di pengadilan.

Kami buka botol. Minum sambil bicara ngalor ngidul. Kadang tertawa sama sama. Saling mengejek dengan bahasa engga patut. Tapi kebersamaan malam itu sangat menyenangkan.

Steven menatap saya lama. Saya sampai salah tingkah.” Katakan, apa masalah kamu, bro “ Katanya seraya melirik kearah Myung. Saya menatap ke arah Myung. 
“ Peter cerita ke saya. “ Kata Myung.
“ Cerita apa ? Kata saya terkejut. 
“ Investor kamu di Swiss dan NY mundur.”
“ Ah itu biasa saja. “ Kata saya menghela nafas. Ternyata Peter tidak cerita soal proposal skema investasi sebagai solusi penyelesaian hutang Repo dengan CIG. 
“ Itu engga biasa. Saya kenal kamu udah lama. Engga pernah investor keluar dari kamu. Ada apa ? Kejar Steven.
Saya hanya diam. 
“ Bro, ceritalah. Saya ini juga pemegang saham di Sinofet Holding. Walau saham saya kecil, bukan penentu namun keberadaan saya di Sinofet dasarnya persahabatan kita. Kenapa kamu bicara dengan Peter? Seharusya kamu bicara dengan saya terlebih dahulu kalau butuh uang” 
“ Ini bukan hal luar biasa. Ini hanya corporate action. Nanti saatnya saya akan bicara. “
“ Engga bisa gitu Bro. “
“ Kenapa ? Semua masih bisa dikendalikan.” Kata saya tenang. Tetapi Peter berusaha mencari tahu dari mata saya. Dia terus menatap saya. Dia menggelengkan kepala “ Tidak. Ini tidak biasa. Esther kemarin bicara dengan saya soal masalah kamu.”
“ Bicara apa dia ?
“ Soal surat dari CIG yang akan sita saham Sinofet apabila gagal bayar hutang repo “
“ Oh itu biasa saja. Sudah ada solusi. “
“ Solusi apa ? Investor kamu dari NY dan Swiss mundur kok. “ Kata Steven seraya menuangkan minuman ke gelasnya.
“ Mr. B, kata Myung. “ Sekali ini kamu engga mungkin bisa menang lagi. Kalau dulu kamu bisa menang lawan Daniel dan saya tetapi sekarang lawan kamu Naga raksasa. AS saja takut. Ayolah, bicara. Kita semua teman. Kita akan bantu solusi “ Sambungnya.
“ Ok saya mau dengar apa solusi dari kalian.” Kata saya.
Myung melirik ke arah Steven. Dia berdiri dari korsinya dan memegang pundak saya.  “ Besok Saya dan Steven akan siapkan uang untuk bisa kamu gunakan bayar utang repo ke CIG.” Katanya dengan lembut.
“ Itu USD 3 miliar. Jumlah tidak kecil. Dari mana kalian dapat uang itu ?
“ Engga perlu tahu. Itu urusan kami. Percayalah.”
“ Ok saya percaya. Gimana dealnya.”
“ 60% saham Sinofet holding. “
Saya tatap mereka satu persatu. Saya tidak lagi melihat mereka sebagai sahabat. Sifat asli mereka nampak sekarang. Mereka ingin memanfaatkan krisis yang sedang saya hadapi untuk ikut jadi perampok dan menggilas Sinofet jadi serpihan kecil. Saya tuangkan minuman ke gelas dan langsung saya minum. Itu saya lakukan berkali kali. Myung menahan saya.” Sudah. “ Katanya mengambil botol dari tangan saya. “ Muka kamu sudah merah. Ok Kita sudahi diskusi soal masalah kamu. Saya antar kamu ke apartement. “
“ Engga usah antar.”Kata saya dengan suara serak. Saya telp Wenny, kemudian saya serahkan telp ke Steven. Terdengar steven bicara singkat “ Jemput Mr. B di Conrad.”

Wenny menuntun saya ke kendaraannya yang parkir di loby hotel. Dia pastikan saya duduk disamping setirnya dengan nyaman baru dia masuk ke dalam kendaraan.
“ Kamu engga apa apa kan.” Katanya sebelum kendaraan melaju.
“ ya engga apa apa. Sedikit pusing aja. “
“ Mau saya antar ke apartement kamu atau ke apartement saya.”
“ Terserah kamu.”
Saya berusaha memejam mata. Namun pikiran saya bisa terkunci dengan tawaran dari Myung dan Steven. Berkali kali saya mengusap wajah.

Sampai di Apartemen Wenny, saya terduduk lemas di sofa. Wenny mendekati saya.
“ Ada apa ? Kata Wenny.
“ Kamu tahu kan, Steven pernah ada masalah 8 tahun lalu. Casino nya hampir disita oleh Lender dari Dubai. Kasusnya bisa mengarah kepada pencucian uang. Saya gunakan sumber daya saya untuk membantunya tanpa dapat konpensasi apapun. Karena dia sahabat saya.  Kamu juga tahu kan, Myung, dia sue saya. Terbukti di pengadilan semua tuduhannya tidak terbukti. Kalau saya mau tuntut balik, bisa bangkrut dia. Itu karena dia sahabat saya. Saya tidak pernah anggap apapun serius kecuali persahabatan. Tetapi sekarang, dalam keadaan saya terjepit justru mereka manfaatkan untuk paksa ambil alih Holding saya.” Kata saya seraya menggeleng gelengkan kepala.

Wenny terdiam. Dia sepertinya tidak ingin merespon cepat.  Dia berusaha menjadi pendengar yang baik. 
“ Kenapa semua yang saya anggap sahabat justru jadi musuh terbesar saya.”
“ Bro…” Seru Wenny seraya mengusap kepala saya. “ kamu engga boleh paranoid. Mereka justru sayang dengan kamu. Mereka hanya meliat kamu tidak punya harapan lagi untuk bisa keluar. Lawan kamu naga besar. Kamu sudah tamat. Its over. “
“ Kamu sama saja dengan Esther. Engga lagi percaya dengan saya.” Kata saya dengan suara keras. Itu lebih dari kesan membentak. 
“ Justru kami percaya kamu. Percaya sekali. Semua direksi percaya kamu. Tetapi masalahnya kami orang china selalu hidup dalam realitas. Kami engga percaya mujizat. Pahami itu." Kata Wenny dengan tenang.

Saya terdiam. 

“ Bro, kamu tahu Jack Ma, dia bangun Alibaba dengan berdarah darah. Merangkak dari level terendah. Tetapi setelah besar, sahamnya tersisa hanya 5%. Steven Jobs juga sama. Semua tahu  bagaimana penderitaannya mendirikan Apple. Setelah apple besar, sahamnya hanya tersisa 2%. Bill Gate juga sama. Hanya 5% sahamnya di Microsoft. Si Richard pendiri Virgin Group juga sama. Sahamnya hanya 4% saha di Virgin Group. Mengapa ? mereka tumbuh besar karena kehebatan Investment Manager. Sama halnya utang repo kamu dengan Investment group china adalah juga investment manager berskala global. Akhirnya saham yang mereka kuasai akan dilempar di bursa agar terjadi spread ownership kepada publik. Kamu mendidik kami untuk berubah. Tapi anehnya kamu engga berubah. Kenyataannya sekarang, yang berkuasa adalah modal privat. Kamu engga akan menang melawan sistem ini. Berubahlah. ”  Kata Wenny dengan lembut.

Saya terdiam. 

“ Orang hebat seperti Steven Jobs, Bill Gate, Sir Richard, Jack Ma, dan lainya, harus menerima kenyataan?  Mereka sadar. Tugas mereka hanya sebatas menempatkan perusahaan di orbit. Selanjutnya sistem akan bekerja dengan sendirinya agar perusahan terus beredar. Akhirnya mereka punya waktu mengisi seminar , menulis buku. Aktif dalam kegiatan amal. Itu karena rasa tanggung jawab kepada generasi berikutnya. Bahwa kekuatan sistem modal bukan menjadikan orang kaya raya seperti kaum feodal abad 19 tetapi menjadi mesin pertumbuhan peradaban dalam seni berbagi. Agar ekonomi bergerak dan keseimbangan terjadi. 

Contoh negara Cina dan termasuk Indonesia yang sekarang sedang menggeliat. Bagaimana pemerintah tidak berdaya dengan kekuatan sistem modal. Utang China 60% dari GNP. Itu semua utang kepada rakyat. Utang indonesia 30% dari GNP. 60% dari total utang itu bersumber dari rakyat indonesia sendiri. Apa artinya, pemimpin tidak lagi seperti pemimpin seperti abad 19 yang bisa berbuat sesukanya. Pemimpin era sekarang tidak lagi identik dengan kekuasaan tetapi lebih kepada pelayanan yang harus bekerja dengan standar kapatuhan etika dan moral yang ketat. Nasionalisme tidak lagi diukur besaranya asset dikuasai negara tetapi besarnya manfaat bagi orang banyak.  

Perusahaan juga sama.  Pendiri tidak lagi menganggap penguasaan saham sebagai lambang kekuasaan. Saham adalah manifestasi dari tanggung jawab yang lebih luas. Ingat ya. tidak ada orang yang inginkan saham , berharap holding kamu hancur. Tidak juga berharap kamu keluar dari Holding. Berubahlah. Kini dituntut kebesaran jiwa kamu untuk melhat realita. Udahan galaunya. Syukurilah bahwa semua orang ingin membantu kamu. Jangan keras kepala.” Kata Wenny. Saya tatap matanya. Saya lihat tidak ada kesan dia melemahkan saya. Dia hanya ingin saya melhat kenyataan.

***
Pagi saya terbangun untuk sholat subuh. Sehabis sholat pikiran saya tenang. Saya tidak ingin berdoa memelas kepada Tuhan. Karena begitu banyak nikmat Tuhan yang telah saya terima selama ini. Saya hanya menyapa Tuhan dengan menguatkan hati saya untuk terus bersyukur. Tanpa ada keluhan apapun. Saya bukan orang hebat dalam melaksanakan ritual agama. Keimanan saya mengarahkan saya untuk terus berprasangka baik kepada Tuhan. Urusan dunia ini adalah perjalanan spiritual manusia untuk sampai kepada tujuan akhir. Susah senang itu adalah riak cobaan agar manusia berkembang lebih baik dari waktu ke waktu. 

Saya melangkah keluar dari kamar. Turun lantai bawah dimana kamar Wenny berada. Apartement Wenny berukur besar duplex. Ada tiga kamar tidur. Tadinya waktu kali pertama bekerja dengan saya apartement hanya berukuran 30 meter persegi. Tapi kini, 12 tahun kemudian apartemennya berukuran 200 Meter persegi, berada di kawasan paling mahal di Hong Kong. Sebagai CEO PMG Holding company bergerak dibidang perdagangan emas dan penguasaan tambang emas di Afrika, dia memang pantas memiliki kemewahan ini sebagai standar hidupnya. Saya dapati dia sedang memasak di dapur untuk sarapan pagi. Dengan tersenyum dia menyapa saya. 
“ Gimana tidurnya ? nyaman?
“ Ya pules sekali.”
“ Wenny..” seru saya.” Hari ini saya ada deal dengan Peter. Dia akan membantu saya melakukan exit atas gagal bayar utang repo. Tetapi saya tidak bisa melibatkan Sinofet holding untuk menggalang dana. Karena setiap tindakan Sinofet diawasi oleh CIG. Saya butuh uang tunai sebesar USD 160 juta untuk processing fee. Saya tidak punya uang sama sekali. Perusahaan Yuni di Jakarta sudah digadaikan ke private investor singapore untuk pembiayaan start up business IT di China. Sekarang diawasi ketat oleh investor. “ Kata saya dengan suara parau. Tak sanggup saya menatapnya. Ini kali saya merasa benar benar jadi orang kalah dan tak berguna. 
Dia masuk ke dalam kamar. Tak berapa lama dia keluar membawa amplop kuning. 
“ Ini surat saham perusahaan yang saya pimpin. Kamu jadikan saya sebagai proxy. Saya sudah tanda tangani surat penyerahan penuh kepada kamu untuk melakukan apa saja terhadap saham itu. “ Kata Wenny. Saya terkejut. 
“ Untuk dapatkan uang sebesar USD 150 juta cepat sekali.” Katanya. Kemudian dia menyerahkan buku tabungan dan sertifikat apartemen. “ Ini  ada tabungan saya di bank sebesar USD 15 juta. Itu deviden yang saya terima selama kerja dengan kamu. Ambil lah uang itu. Kalau masih kurang jual apartement ini. Saya bisa pindah ke apartement saya yang lama. Engga apa apa “ Katanya tenang. Saya tetap dia lama. Dia tersenyum. Saya menggelengkan kepala. 
“ Kenapa bro… “katanya seraya memegang lengan saya.
“ Entah saya bingung. Usia saya sebentar lagi 60 tahun. 30 tahun lebih saya bekerja keras karena obsesi bisnis saya. Istri saya lebih mengharapkan saya untuk pensiun. Orang orang menginginkan saya menyerah. Tapi mengapa sekarang saya jadi pecundang begini. “
“ Bro… kamu tidak pecundang. Kamu petarung. Sampai hari ini kamu berada digaris depan dalam pertarungan dengan konglomerat investor kelas dunia. “
“ Masalahnya kamu sahabat saya. Tidak mungkin saya pertaruhkan kamu dalam pertarungan saya. Gimana kalau gagal ? 
“ Gagal? “ Mata Wenni melotot. “ Ini kali pertama saya dengar kamu begitu pesimis. Ayolah lawan mereka semua sampai batas akhir nafas kamu. Engga usah kawatirkan saya.”
“ Orang tua saya mendidik saya, bahwa saya boleh hancur karena saya sendiri tapi tidak boleh orang lain hancur karena saya.” 
“ Bro..” Wenni mendekat ke saya.” tidak perlu terlalu terbawa perasaan. Kamu sudah buktikan siapa kamu. Ingat engga waktu kali pertama saya akhirnya berkerja dengan kamu sebagai proxy. Saya dalam keadaan terlilit hutang.  Suami mengusir saya dari rumah. Saya terhina sekali. Hutang itu kamu bayar. Saya dan Yuni sama. Kami berdua tidak berpendidikan tinggi. Beda dengan direktur dan partner kamu di Sinofet Holding. Kami dari keluarga miskin dan kamu angkat derajat kami sebagai direktur dan mitra. Kamu tuntun kami dengan sabar sampai akhirnya kami bisa berkembang seperti sekarang ini. Kalau akhirnya gagal, Tidak akan membuat kami takut. Kami sudah terbiasa dan pernah miskin. “ 

Saya terdiam sambil menatap kelantai.

“ Ayolah bangkit. Saya ingin liat kamu seperti awal saya kenal kamu.” 
“ Terimakasih. “ Kata saya menatapnya. Dia memalingkan wajah ketempat lain. Saya mengambil amplop kuning itu dan berlalu dari apartementnya.
***
Dalam perjalanan ke kantor, saya telp James agar dia segera datang ke kantor saya. 
“ James, Kamu urus proses initial fund program dengan Peter “ Kata saya menyerahkan kartu nama Peter. “ Dia sudah tahu kedatangan kamu. Semua kebutuhan untuk initial fund program kamu penuhi. Tapi rahasiakan dengan semua direksi Sinofet Holding lainnya“
“ Darimana biaya fund rising nya.
“ Ini.” kata saya menyerahkan amplop. “ Di dalam amplop itu ada dokumen asset yang bisa dapatkan uang segera. Pastikan hari ini dapatkan uang. “ Kata saya. 
James membuka amplop kuning itu.” Bro,… Wenny..”
“ Ya.  udahlah. Urus cepat. Pastikan hari ini kita bisa kirim notifikasi fund ke pihak CIG di Beijing. “
“  Baik, segera saya lakukan.”
James berlalu. Saya berdiri dari meja kerja, pindah duduk di sofa.

Telp saya bergetar.  Saya terkejut. Saya lirik jam di meja kerja saya. Pukul 3 sore. Ternyata saya tertidur di sofa kantor dari jam 10 pagi.  
“ Bro.” terdengar suara lyly di seberang.
“ Ya. “
“ Boss saya minta ketemu kamu. Datanglah ke Beijing.”
“ Ada apa? bukankah waktu penyelesaian utang masih minggu depan jadwalnya “
“ Barusan ada notifikasi dari first class bank Eropa kirim notifikasi ke banker kami. Copy nya ada di meja saya sekarang. Boss saya ingin bicara. “
“ OK sekarang saya segera ke Airport. “ telp terputus.
Saya segera hubungi James.
“ James, gimana urusan dengan Peter?
“ Udah selesai. Tadi jam 12 udah di kirim notifikasi fund ke Bank di Beijing. Copynya sudah saya kirim via secure email ke kamu. Saya telp dari jam 1 telp kamu engga diangkat. Saya kawatirkan kamu. Tetapi sekretaris kamu bilang kamu tidur.”
“ Ya ya.. Hari ini saya terbang ke Beijing.”
“ Perlu ditemanin ?
“ Engga perlu.”
“ Hati hati.”

Segera saya telp Wenny. 
“ Wen, negosiasi dibuka lagi dengan Beijing. “
“ Saya doakan hasil yang terbaik. Jaga kesehatan.”

***
Dalam perjalanan ke Bandara, telp berdering “ Bro” terdengar suara Myung “ tolong nomor rekeningnya untuk kami kirim uang” Katanya.
“ Soal apa ?
“ Duh lupa, ya. Yang kita bicarakan kemarin malam di Conrad. Uang untuk bantu kamu.”
“ Oh ya. Gini. Hubungi James. Dia tahu nomor rekening tersebut.
“ Rekening atas nama siapa ?
“ Initial fund program. “
“ Apa itu ?
“ Saya buka rekening initial Fund. Penjaminnya bank nya Peter. Itu terbuka bagi siapa saja yang mau ambil bagian saham perusahaan Sinofet holding. Sekarang sudah ada 5 investor yang sudah kirim LOI ke Bank nya Peter. Nanti kita akan bid. Siapa yang terbaik itu yang punya right ikut skema initial fund”
“ Loh kok jadi begini. Kamu anggap kami sama dengan orang lain.”
“ Saya harus patuh dengan standar bisnis. Ini uang engga kecil. Semuanya harus jelas. Kalau kamu berniat untuk ambil saham Sinofet holding, silahkan ikut initial fund program. Open Bid. Penawaran ditutup hari kamis jam 3 sore.”
“ Sialan kamu. Emang siapa kamu ?  Kamu itu pemain, bukan pengusaha.”
“ Ya  Tepat sekali. Saya memang bukan pengusaha. Saya seniman, pemain diatas panggung kapalitalis. “ 
“ Tapi gimana pun kamu harus dapat izin pemegang saham lain, termasuk dari Steven."
“ Bro, initial fund ini tidak ada kaitannya dengan Sinofet Holding. Ini ditawarkan oleh SPV Company di Offshore. Jadi saya tidak perlu izin pemegang saham Sinofet Holding, dan lagi saya pemegang saham pengendali Sinofet. Saya pegang 75% saham Sinofet”
“ Steven pasti sangat kecewa. Wada juga akan marah besar. Dan saya termasuk sangat sial karena sebagai pemegang saham baru 2 tahun tapi tidak ada harganya dihadapan kamu"
“ Oh  Wada ikutan juga? Hebat. Ayolah ramaikan open bid”
“ Sialan kamu”
“ Udah ya. Saya harus boarding. Besok sore saya akan temui kalian di Conrad cafe. Kita selesaikan masalah ini. Ok. ” Telp saya matikan.

Didalam pesawat saya teringat kepada Weny. Teringat awal mengenal Wenny. Saya menulis email email lewat smartphon. 

Wenny…
Aku sendiri, ketika itu sedang berada dalam salah satu fase yang sangat genting dalam hidupku. Boleh kubilang ketika itu hidupku tak punya arah sama sekali. Benar bahwa aku baru saja memulai bisnis di zuhai. Sesuatu yang baru dari dunia yang baru sama sekali. Dunia yang dulu kutekunin berakhir karena krismon akibat negara salah urus moneter. Ku tinggalkan semua harapan di Indonesia dan mencoba nasip di negeri dengan 1,8 miliar penduduk. Aneh dan beresiko. 

Satu demi satu sahabat pergi meninggalkanku. Hanya istri yang memberikan semangat untuk berani hijrah. Meyakinkanku bahwa semua hal dirumah akan baik baik saja selama aku berjuang dirantau. “ Jangan ragu melangkah. Anak anak butuh hero. Dan itu hanya kamu. “ Singkat pesan istriku namun pesan itu membuat aku punya prinsip sekali melangkah no way return. Kemungkinan gagal lebih besar daripa sukses. Apalagi dengan bekal uang tak seberapa. Hanya cukup untuk bertahan hidup tak lebih 3 bulan. Itupun aku harus bersiasat agar tidak kena overstay visa dinegeri orang. Aku tahu banyak lelaki berlari dari masalahnya. Dan tidak bagiku. Aku harus mencari jalan untuk menyelesaikan masalah walau itu hanya setitik noktah yang tak bermakna. Melangkah keluar adalah takdir bagi seorang laki laki. 

Masih segar dalam ingatanku pertemuan kita yang pertama di Wanchai tempat dimana banyak orang asing sama seperti ku menenggelamkan dirinya dengan minuman dan harapan. Dibalik Gedung cafe itu , ada Financial Center tempat harapan menang dan tentu kalah di gelar oleh bursa yang bukan 24 jam. Di sebuah cafe itulah kita bertemu. Aku harus berterima kasih kepada Mark sahabatku orang Swiss itu. Karena kalau tidak dari dia manapula aku tahu cara efektif mendapatkan network di kota kosmopolitan Hong kong ini.  Aku tidak merasa asing di lingkungan itu. Karena di Jakarta aku sudah terbiasa. Namun melihat wanita di cafe yang tak jelas mana hoker dan tidak. Itu yang membuat aku bingung. Aku lebih memilih untuk focus dengan teman teman Mark yang dikenalkan kepadaku. Kamu datang ke table ku. Alasannya hanya karena aku orang asia ditengah para bule sahabatku. Kamu tertarik kenalan. 

Aku masih ingat, kamu menjerit histeria dan memelukku ketika pertama kali tahu bahwa aku dari Indonesia. Ya, Indonesia, kamu sangat mencintai negeri itu. Entah mengapa, banyak orang yang pernah ke Indonesia, akan jatuh cinta dengan negeri itu. Dan bukan cinta sembarang cinta, tetapi cinta mati yang sangat mendalam. ”I love Indonesia so much,” katamu.

Dan sejak itu kita jadi sering bertemu. Aku tahu kamu berkarir di sebuah perusahaan investasi yang khusus mengelola dana private. Mungkin karena kesamaan pengetahuan kita jadi akrab. Kuhormati kamu karena tidak minum alkhol. Tapi apa peduli ku. Mungkin saja kamu sedang berusaha ramah terhadapku. Hidup ini, katamu, yang diperlukan adalah semangat untuk memulai dan tahu dari mana memulainya dan tahu pula kapan harus keluar. Itu orang cerdas. Aku bersimpati akan sikap hidupmu. Dalam dunia keuangan, katamu orang kadang tidak butuh terlalu pintar tapi kehebatan merebut hati orang lain untuk dipercaya, itulah yang penting. Selanjutnya banyak hal dapat sinergikan dalam posisi equal. 

Sejak itu kita semakin sering bersama. Sekadar minum bir. Nonton film. Main bowling. Sekadar menyapa MSN messenger. Atau saling mendengarkan keluhan masing-masing. Aku takkan pernah lupa ketika suatu malam kamu datang mengetok kamarku dengan wajah yang amburadul seperti lalu lintas Jakarta dan mengajakku keluar.

Sepanjang perjalanan ke kawasan Central , oh ya kita selalu jalan kaki dari Time Square Hong Kong, kecuali pernah satu kali kita nongkrong di Wanchai  ketika aku membawamu pakai taksi dari Exelso hotel pada malam menjelang subuh itu, kamu bercerita tentang tasmu yang hilang. Kartu-kartumu yang ada di dalamnya. Kartu kredit, kacamata, serta HP-mu dengan stiker gambar yang sangat kamu sayangi. Beberapa hari kemudian kita mencoba mencarinya. Karena ada orang yang mengirim e-mail padamu dan mengatakan bahwa ia menemukan Tas mu. Kita ke sana, sebuah apartemen di kawasan Aberdeen. Agak kaget pada awalnya. Karena kamu berjanji dengan seorang perempuan, tetapi yang menerima kita malam itu adalah seorang lelaki yang mengaku sebagai pacarnya. ”I don’t believe that man,” katamu begitu kita meninggalkan rumah itu. Agak aneh memang karena orang itu tidak menyebutkan di mana dia menemukan tasmu. Dia bilang dia lupa karena ketika itu lagi mabuk. Apa boleh buat, kita sama-sama tidak percaya pada orang itu. Tetapi, tidak ada alasan yang cukup untuk menyatakan kecurigaan padanya.

Entah berapa bar yang sudah kita singgahi di seputaran Wanchai, aku sudah tidak ingat. Atau Bar Spicy. Aku suka suasana di sana. Senang karena tidak sebesar bar-bar di seputaran Wanchai, ada ruang bebas merokok sepuasnya diteras , dan tentu saja tertawa. Aku senang kalau kamu senang, katamu suatu ketika. Dan aku pun demikian. Tak masalah, meski aku yakin kalau ada orang yang mendengarkan kita, kadang-kadang pasti akan merasa janggal. Bagaimana tidak janggal, ketika aku tanya kamu bagaimana rasa bir gratis pada gelas besar yang kamu dapat dari bartender sebagai hadiah ulang tahunmu itu, kamu menjawabnya dengan sendawa dan menyambungnya sesaat kemudian, ”That’s all my answer”. Ha-ha-ha… orang-orang bule tidak suka dengan sendawa. Mereka menganggap itu tidak sopan. Tetapi, kita tertawa sambil salah satu telapak tangan kita beradu di udara.

Kamu suka sekali musik dan berdansa. Aku, sebenarnya tidak terlalu familiar dengan suasana itu. Tetapi, kamu begitu sabar. Menata gerakanku yang menurutku tidak selaras sama sekali. Atau, persisnya aku mengikuti iramamu saja. Aku bisa bilang begitu karena ketika kamu memegang tanganku, aku hanya membiarkanmu saja menariknya ke sana kemari.
”I’m a cow,” kataku suatu ketika soal selera musik dan dansaku.
”No, do not say that, you are not a cow,” balasmu
“”Yeah.., following another cow.”
”What? Ha-ha-ha….”

Harus kuakui memang, untuk urusan berdansa dan bernyanyi, aku memang idiot dan hampir-hampir tak punya ide soal gerakan apa yang akan kulakukan. Mungkin aku harus ngambil kursus salsa suatu saat. Sementara ini tidak masalah, semuanya berjalan lancar pada malam itu. Kita bergoyang sampai larut. Meskipun sebenarnya beberapa kali aku hanya duduk dengan birku dan merokok sambil tersenyum-senyum melihatmu yang bergoyang lepas mengikuti irama musik.

”I’m a girl baby, I’m a girl baby,” katamu salah tingkah ketika aku memergokimu sedang berkaca di dinding bar sambil mengibas-ngibaskan rambutmu. Aha.., aku tambah tersenyum melihatmu begitu. Itu momen belum tentu datang seratus tahun sekali. Sayang sekali aku tak bisa melihat rona wajahmu ketika itu karena lampu bar yang remang-remang. Jadi aku cuma bisa menebak-nebak saja. Dan tentu saja aku takkan menceritakan seperti apa wajahmu dalam tebakanku. Yang jelas, malam itu aura perempuanmu benar-benar keluar. Jauh dari penampilanmu di hari-hari biasa yang sedikit tomboi.

Malam semakin larut. Dan kita merasa lapar. Seperti biasa, titik berikutnya adalah penjual makanan  India, kebab yang buka 24 jam. Biasanya kita makan lebih banyak diam. Tetapi, malam itu kamu terus mengoceh. Sementara aku tak banyak bicara. Mungkin karena aku lapar, atau juga mungkin karena aku memang serius makan. Dari sana kita pindah ke East Tsim Sham Shui dikawasan Kowloon. Aku pikir waktu itu sudah sekitar pukul 3 pagi. Sebatang rokok di kursi panjang. Begitu rapat kita duduk karena memang pagi semakin dingin di pinggir dermaga. Apalagi kalau tiba-tiba ada angin. Meski tak kencang, tapi bagiku itu sangat menyiksa. Dinginnya terasa sampai ke tulang.

Perjalanan pulang ke Causeway bay penuh dengan tawa. Tidak ada hujan, tidak ada badai, tetapi kita bersedekat. Satu dua orang melihat dan mendengarkan teriakan kita, kemudian sambil tersenyum mereka berlalu. Beberapa orang yang kita teriaki pagi itu sama sekali tidak menoleh, mungkin mereka sudah sering melihat pemandangan seperti kita Ketika kita melihat dua orang laki-laki hitam berdansa di tengah jalan mengikuti gerakan cahaya lampu bergerak yang datang dari salah satu puncak bangunan di sekitarnya. Barangkali kata-kata bermakna sama diucapkan diam-diam oleh orang-orang yang kita teriaki pagi itu. Tidak ada urusan. Kita tetap tertawa. Apalagi setelah kamu bilang bahwa kamu hampir percaya bahwa matahari sedang mengintip. Aku menghentikan taksi untuk kembali ke Exelsior hotel. Kamu melambaikan tangan. Besok sorenya kita bertemu kembali. Kamu mendengarkan semua rencanaku. Dengan dukungan network yang kamu punyai membuka jalan bagiku mendapatkan harapan.

Berawal ketika aku mendapatkan kontrak ekspor Garmen atas pesanan dari Mondial group di Spanyol. Kamu yang memperkenalkan aku dengan jaringan supply chain di Shenzhen  untuk aku dapat melakuan proses produksi melalui pabrikan yang kubayar sesuai jumlah produksi. Engga bisa dibayangkan itu terjadi di Indonesia. Bagaimana mungkin, tanpa pabrik tapi aku bisa memanfaatkan semua sumber daya bisnis di China untuk bertidak sebagai eksportir pabrikan. Berbulan bulan berlalu, usahaku berkembang. Bukan hanya garmen tapi juga sampai kepada electronic. Dengan cara yang sama. Hanya modal market dan kontrak aku bisa memanfaatkan semua suplai chain China. Tahun kedua aku sudah merencanakan membangun pabrik Garmen dan Electronic. Kemudian tahun tahun berikutnya aku masuk dalam bisnis private equity dengan specialis LBO. Itu semua tidak akan terjadi tanpa dukunganmu yang luar biasa. Dari membantuku mendirikan perusahaan, mendapatkan network, sampai mendapatkan dana untuk biaya operasional.

Datang SMS “When the world is ready to fall on your little shoulders, And when you're feeling lonely and small, You need somebody there ..” Aku tersenyum. Kamu selalu begitu bila ingin bertemu denganku. Petikan lagu you are only lonely adalah ciri khasmu untuk mengingatkanku bahwa aku tidak sendirian. Setelah kesibukan dalam bisnis ku, kita  tidak sering bertemu. Namun blla bertemu ,kamu pendengar yang baik dan tahu menempatkan diri secara pantas dihadapanku. Karenanya aku juga menjaganya dengan baik. Persahabatan kita terjalin dengan baik walau tanpa sex. Kamu selalu ada untuk ku dalam situasi apapun walau aku sendiri kadang tidak punya waktu cukup banyak untuk kebersamaan denganmu.”I realize between us.. I understand you my dear brother…Bagaimanapun aku berusaha selalu untukmu.

Suatu hari kamu menghubungiku via telp. Kebetulan aku lagi di Bankok. Dengan terisak kamu mengabarkan bahwa kamu terjebak dengan shark loan karena harus menolong orang tuamu sakit. Selama ini kamu berusaha tidak menceritakan keadaanmu karena kawatir aku mengkawirkanmu. Namun kini kamu  tidak sanggup lagi mengatasinya. Hidup sebagai single parent bertahun tahun tidak mudah tentunya. Kamu berniat menjual Ginjalmu sebagai solusi. Dengan lembut aku katakan bahwa kamu  akan baik baik saja. Kita akan mengatasinya sama sama.

Kamu sudah tidak lagi bekerja karena memikirkan hutang yang tidak mungkin kamu bayar dengan gajimu. Kamu memikirkan anakmu. Aku menunggu sikapmu meminta namun kamu tetap tidak pernah meminta. Ingin aku menolongmu seketika. Namun tak satupun kata kamu meminta ku mengasihanimu. Kamu berusaha nampak tegar. Menurutmu kebersamaan denganku lebih dari cukup untuk kamu merasa nyaman bahwa kamu tidak sendirian. Kamu  akan baik baik saja, demikian kesan yang kamu sampaikannya ketika bertemu.

Teringat awal aku merintis usaha, pengorbananmu membantuku menghadapi peliknya berhadapan dengan lembaga keuangan di Hong Kong dan tanpa lelah kamu  berusaha meyakinkan banyak pihak agar mendukungku. Menurutmu apa yang kamu lakukan semua itu tulus sebagai sahabat. Tapi kini, aku tidak mengerti mengapa kamu terkesan tidak menginginkan aku menolongngmu.Apakah persahabatan selama ini tidak memungkinkan aku peduli denganmu. Apalagi kini kamu tidak punya penghasilan dengan beban anak yang harus ditanggung.  Belum lagi hutang yang harus dibayar.

Akhirnya aku dapat berdamai dengan diriku sendiri. Bagaimanapun prnsipmu dapat aku hargai. Bahwa sudah sifatmu tidak ingin meminta, kecuali memberi. Dan itu sudah dibuktikan selama bersahabat denganku. Aku mengundangmu makan malam untuk sebuah solusi. Dengan hati hati aku katakan bahwa aku punya peluang bisnis untuk trade financing transaksi Batu bara. Bahwa ada sebagian buyer China tidak selalu accepted beli batubara dari Indonesia dengan LC.Mereka hanya mau bayar lewat TT setelah barang sampai dipelabuhan pembeli. Sementara sebagian seller dari Indonesia tidak nyaman menjual batubara tanpa LC. Nah tugasmu adalah sebagai payment gate way dan settlement agent. Busines nya solution provider. Menawarkan solusi keterbatasan dan hambatan antara pembeli dan penjual. Aku tahu bahwa kamu punya pengalaman dan network dengan lembaga keuangan di Hong Kong.

Dengan airmata berlinang kamu menatapku .Aku  tahu kamu terharu dengan tawaranku. Secepatnya aku remas jemarimu untuk menentramkan batinmu bahwa aku peduli denganmu dan berharap kamu mengerti sikapku. Sehingga kamu  tidak perlu sungkan lagi terhadapku.. Keesokannya aku membantumu mendirikan perusahaan dan dengan setengah manja kamu  minta aku bersama sama denganmu sebagai pemegang saham. Aku menyetor modal awal agar kamu  dapat menjalankan rencana bisnismu. Kamu  berjanji akan bekerja keras dan tidak akan mengecewakanku..

Selama tahun tahun perjuangan mengembangkan bisnis itu kamu sudah jarang bertemu denganku  kecuali kirim email atau bicara lewat skype. BIla betemu kadang kamu nampak murung karena tidak punya waktu cukup kebersamaan denganku.Dengan tegas aku katakan bahwa aku akan baik baik saja. Kamu  tidak perlu merasa bersalah.Kebahagiaanku  adalah bila kamu dapat berhasil melewati hidup yang tidak ramah ini. Berkat kerja keras, kamu  sudah bisa membayar hutangmu.Dua tahun kemudian kamu  berhasil mengirim putramu melanjutkan pendidikan ke Universitas di Canada. Hidupmu sudah mapan. 

Satu saat pada makan makan malam , dengan airmata berlinang kamu berkata bahwa aku telah melakukan banyak hal untukmu. Sementara kamu merasa tidak pernah melakukan apapun untukku. Rasanya kamu tidak pantas mendapatkan kehormatan ini. Dengan tersenyum aku katakan bahwa kamu adalah sahabatku yang harus kujaga, dan kamu sudah membuktikannya bagaimana kamu selalu menjagaku. Bukan soal siapa memanfaatkan siapa, tapi memang persahabatan ini berkah yang sangat luar biasa bagiku. Di negeri orang aku seorang diri. Tidak ada keluarga dan tidak sahabat. Hanya kamu sahabat yang dikirim Tuhan ujntuk menuntunku dalam hijrah mendapat rezeki Tuhan. Usai makam malam kita keluar dari restoran menyusuri jalan. Aku membuka jas agar kamu kenakan untuk menahan dingin malam di musim semi itu dan kamu merapatkan tubuhmu agar aku merasa hangat. Selalu dalam setiap moment kita saling menjaga dan memberi tanpa perlu bertanya ...itulah sahabat..

***
Sampai di Bandara Beijing, jam 10 malam. Saya terus ke Pannisula Hotel. Telp saya bergetar. “ Sudah sampai dear ? Terdengar suara Lyly di sebarang.
“ Barusan mendarat. Ini sedang on the way ke Panninsula “
“ Saya tunggu kamu di Lounge executive “
“ OK. “ telp terputus.

Ketika saya masuk Loby saya terkejut. Didepan saya ada Esther. Dia tersenyum menatap saya “ Lumayan dapat nginep gratis. Dapat kamar Panthouse. Itulah enaknya punya teman CEO Sinofet holding yang punya hotel ini.” Katanya. 
“ Kamu kan mau rapat. Kenapa pakaian begini?  Katanya melihat saya datang tanpa bawa tas pakaian. Hanya T-Shirt berbalut jas. Celana denim.
Saya hanya tersenyum. “ ada apa kamu kemari?
“ Kangen aja dengan Lyly. “
“ Dia mana ?
“ Tuh di lounge executive tunggu kamu.” katanya seraya menunjuk ke arah lounge. 
Saya bergegas menuju Lounge. Esther mengikuti dari belakang. Lyly menyalami saya.
“ Jam berapa besok meetingnya?
“ Meeting nya sekarang”
“ Sekarang? mana boss kamu?
“ Ada diruang VIP meeting room. Udah siap?
“ Ok. “
“ Mari kita keatas ketemu dia. Kata Lyly menuntun saya ke lift. Esther menanti di lounge executive.
“ Saya hanya antar kamu sampai depan VIP room.  Hanya kamu dengan boss saya meetingnya”
“ Oh Ok.” 

Di hadapan saya ada pria usia diatas 60 tahun. Wajahnya nampak keras namun terkesan rilex. Dia menggunakan pakaian setelan mahal. Dia menyambut saya dengan ramah. Ketika salaman dia membawa saya ke sofa yang terletak di sudut ruang meeting. 

“ Peter sudah ajukan prospektus lengkap hari ini untuk penawaran initial fund. Luar biasa.” katanya dengan suara datar.
“ Ya. Terimakasih.”
“ Mr. B. “ serunya.” Saya kenal Peter sudah lama. Walau lyly baru kerja dengan saya namun saya sudah mengenalnya lama waktu dia di Bank central China. Dua orang itu sahabat anda, kan. Mereka orang baik.”
Saya siap menyimak.
“ Mr.B, saya tidak akan bicara banyak. Saya hanya minta 51 % saham Sinofet holding. Hutang jadi lunas. Kemudian saya akan beri konpensasi khusus untuk kamu beli saham pemegang  saham lainya. Selanjutnya hanya ada kamu dan kami.” Katanya. Saya tetap menyimak. Peter benar. CIG tidak mau ikut bid initial fund. Mereka sadar tidak akan mendapatkan harga terbaik. Makanya mereka berusaha melakukan penyelesaian di luar arbitrase. Kedekatan saya dengan Lyly dan Peter dijadikan jembatan hati bagi CIG untuk menerima tawaran dari mereka.
Dia menghela nafas. “  Jadi saya minta batalkan initial fund skema itu. Lagian untuk apa. Cost of fund tentu mahal sekali. Karena itu skema hedge fund. Kami bukan musuh kamu. Bukankah kita bersahabat.” Katanya. Saya terdiam. Matanya menatap saya dengan sinar bijak. Kini dihadapan saya ada group investor besar, memohon untuk menang secara terhormat. Kalau saya menolak, tentu mereka akan lebih ganas melawan saya. Perang tidak selalu harus dimenangkan lewat pertempuran. Apapun itu, perdamaian jauh lebih besar dari segala galanya. Mungkin dalam pengembangan usaha selanjutnya saham saya akan delusi karena bermitra dengan investor kelas dunia namun itu akan membuat Sinofet  semakin cepat tumbuh besar. Semakin besar manfaatnya bagi orang banyak. 
“ Kalau saya setuju, apakah ada syarat lain?
“ Kamu secara pribadi kan punya holding investment bidang IT  dan Logistic di Guangzhou. “ Katanya datar tanpa expresi. Saya terkejut. Benar Mereka tahu soal ini.
“ Ya”
“ Kamu jual saham peruhaan itu ke kami, dan kami akan bayar dengan saham lembaga keuangan non bank atau venture capital company di Shenzhen. SWAP saham ini akan kita hitung sama sama nanti berapa tepatnya.”
“ Masalahnya perusahaan tersebut masih dalam pengembangan tahap pertama. Masih butuh dana lebih besar agar bisa masuk putaran kedua “ 
“ Ya kamu bisa gunakan Venture capital tersebut untuk membiayai. Kami beri kamu akses ke financial resource dalam negeri china dan juga akses ke pasar uang international melalui Venture capital itu. “
“ Mengapa ?
“ Karena visi kamu.” Katanya tegas. “ Ya, kami butuh visi kamu untuk mendukung pembiayaan start up bidang IT di China.” 
“ Bukankah di China sudah banyak venture capital untuk start up bidang IT”
“ Masih sangat kurang. Jumlah anak muda yang terjun  ke bisnis  IT luar biasa besarnya. Mereka gandrung berwiraswasta dan itu butuh pembinaan terus menerus.”
Saya tatap wajahnya. Didepan saya ada dua jalan. Nawar atau terima dengan ikhlas. Ingat nasehat Wenny. Saya jadi luluh. 
“ Baik. saya terima. Deal “ kata saya tegas.
Dia berdiri menyalami saya. “ Besok saya akan minta team legal dan keuangan untuk menuntaskan soal SWAP saham dan pelunasan hutang kamu, termasuk pengambil alihan 51% saham  holding. “
“ Maaf. Kata saya seraya setengah menundukan tubuh. “ Apakah bisa ditunda sampai akhir bulan ini.”
“ Mengapa ? apa ada masalah ?
“ Saya harus mencari jalan untuk mengeluarkan pemegang saham lain. Ini bukan soal uang tetapi ini soal persahabatan”
“  Baik. Tidak ada masalah. Dan mohon ini dirahasiakan sampai terjadi kesepakatan legal kita.”
“ Yes Sir. “ Kata saya tegas. Dia tersenyum. 
“ Saya rasa cukup sampai disini. Silahkan anda kembali ke Lyly. Saya harus pulang” Katanya. Waktu itu jam 0.30 dini hari.


Saya kembali menemui Lyly dan esther di Lounge executive. Mereka berdua menatap saya dengan wajah tanda tanya. Namun karena wajah saya cerah, Lyly tersenyum. “ gimana kita pindah ke cafe. Minum bareng ya. Tetapi engga boleh mabuk.” katanya sambil melangkah ke arah cafe & Bar diikuti oleh saya dan Esther.

“ Saya engga bisa lama lama. Jam 4 pagi saya harus ke Bandara. Pesawat saya ke Hong Kong jam 7.30” Kata saya ketika kami sampai di Cafe&Bar. 
“ Jadi kamu langsung hari ini juga pulang ? tanya Lyly.
“ Ya. “
“ Gimana kalau kita minum di kamar saya aja ? Kata Esther seraya menatap saya dan Lyly. 
“ Kalau begitu saya pulang aja. Karena besok saya harus rapat dengan boss.” Kata Lyly. Dia menatap saya “ jaga diri baik baik, terutama jaga kesehatan, bro “ lanjutnya seraya melangkah ke luar Cafe. Saya  melangkah mengikuti Lyly dan melirik ke arah Esther meminta dia tunggu ditempatnya. Sambil menanti supir Lyly membawa kendaraan ke depan Loby, saya berbisik “ Terimakasih, dear. “ 
Lyly menatap saya dengan tersenyum. “ Saya justru minta maaf telah membuat kamu repot. “
“ Repot apa ? Kata saya terkejut.
“ Saya harus jujur. “Kata lyly menatap saya dengan wajah rasa bersalah “ Saya yang merekomendasikan agar team kami menghentikan tiga investor kamu di Eropa dan AS. Mereka tidak punya pilihan. Karena kami salah satu investor terbesar mereka dalam surat berharga bermata uang dolar dan euro “ 
“ Terimakasih kamu sudah jujur. “ 
“ Kamu engga marah ?
“ Engga. Saya maklum. Saya berteman dengan kamu secara pribadi namun dalam tugas kamu seharusnya mengutamakan kepentingan negara kamu diatas segala galanya. Justru karena itu saya tidak pernah berhenti menghormati kamu. Karena itu china bisa jadi negara besar. Karena pejabatnya seperti kamu ” Kata saya tenang. 
“ Tapi untunglah kamu bisa ada solusi dan Peter mau bantu. Kalau kamu mendapatkan dukungan dari banyak orang, itu bukan karena kamu hebat. Itu karena orang melihat kamu orang baik." Kata Lyly. Kendaraannya sudah datang depan Loby. Saya mempersilahkan Lyly masuk ke kendaraanya seraya membungkukan tubuh saya. Dia melambai dengan senyum indah.
Saya kembali kepada Esther.
“ Lyly minta saya datang ke Beijing. Dia kawatir meeting ini akan gagal. Dia minta saya menjaga kamu.” Kata Esther. 
“ Kamu tahu, “ kata saya dengan suara lambat. “ Tadi pagi saya benar benar merasa sangat terpukul. “
“ Mengapa ?
“ Wenny menyerahkan begitu saja semua sahamnya tanpa saya minta. Termasuk uang tabungan dari hasil deviden selama bekerja dengan saya. Dia juga menyerahkan sertifikat apartement untuk saya jual. Semua itu agar saya bisa membiayai proses financial solution yang memang cost of fund nya besar. “ Kata saya tertunduk.

“ Kamu engga usah merasa bersalah. Itu wajar saja. Toh Wenny sadar dia hanya sebagai proxy. Kalaupun dia tidak mau serahkan saham, kamu bisa gunakan kekuatan hukum untuk itu. Semua sumber daya perusahaan yang dia pimpin memang milik kamu. Sama dengan Yuni yang tak bertanya alasan kamu menggadaikan sahamnya untuk dapatkan utang membiayai obsesi kamu dalam proyek start up IT"

“ Masalahnya, hubungan saya dengan mereka, bukan hanya sekedar mereka sebagai proxy tetapi lebih karena persahabatan. Dan mereka menjaganya dengan baik.”

“ Bro, kesetiaan Wenny dan Yuni tidak datang begitu saja tetapi lewat proses persahabatan yang panjang dengan kamu. Hubungan kamu dengan Yuni lebih dari 15 tahun. Dengan Wenny 13 tahun. Itu bukan sebentar. Sama dengan hubungan kamu dengan istri yang lebih dari 30 tahun. Selama itu kamu bisa merawatnya dengan baik. Persahabatan itu bernilai karena diuji oleh waktu. Kalau sampai sekarang kamu dapatkan kesetian dari mereka, bukan karena hubungan formal karena proxy tetapi karena nilai persahabatan. Kalau sampai sekarang kamu bisa terus bersama dengan istri , itupun karena nilai persahabatan. Sahabat itu adalah orang yang mengerti kamu dan berusaha terus memaklumi kamu dengan segala kekurangan dan kelebihan kamu. “ Kata Esther.

“ Ya sama dengan kamu ya. Kita berteman sejak tahun 1993.” 

“ Dan kamu bisa memaklumi saya yang tempramental. Tukang kritik kamu tiada henti. Selalu menyalahkan kamu. Ya kan.”

“ Ya Ya…Tapi saya suka.” 

“ Bagaimana dengan Lyly “ Tanya Esther dengan mata selidik.

“ Tadinya saya sempat kecewa dengan dia. Tetapi malam ini saya tidak lagi kecewa.”

“ Emang kamu ada masalah dengan dia ?

“ Dia dibalik mundurnya investor saya untuk penerbitan global bond.”

“ Dia..” Esther setengah berteriak. Matanya melotot.

“ Ya. Tetapi udahlah. Dia sudah minta maaf. Saya harus memakluminya. Saya harus memahami dia sebagai pribadi dan dia sebagai pejabat china yang harus profesional dan mengutamakan negara diatas segala galanya.” Kata saya.

“ Mulai sekarang kamu harus hati hati dengan dia. “

“ Setiap waktu saya selalu hati hati. Setiap rencana saya buat selalu saya pikirkan dengan baik. Semua aspek saya perhitungkan. Termasuk membocorkan ke Lyly soal strategi penerbitan global bond dengan underlying project technology blockchain di Shenzhen.” 

“ Jadi udah kamu perhitungkan kemungkinan Lyly akan bertindak menggagalkan penerbitan global bond itu.”

“ Ya. Karena kalaupun lolos strategi itu sayapun tidak yakin bisa sukses dapatkan dana dengan mudah dalam 7 hari.  Tetapi dengan adanya tekanan dari dia kepada investor saya maka dampak psikis terhadap proyek semakin besar. Ini akan menimbulkan persepsi positip bagi pasar uang. Makanya ketika saya masuk dengan program Initial fund langsung ditabrak oleh investor. Penawaran initial fund saya melebihi permintaan. “

“ Ya saya paham. Bad news adalah good news dalam dunia keuangan. Dan kamu berhasil mempermainkan Lyly, termasuk perusahaannya.” Kata Esther seakan bicara dengan dirinya sendiri. Saya hanya tersenyum mendengar kesimpulannya.
“ Kamu memang jahat” Kata Esther mencibir ke arah saya.
“ Saya engga jahat.”
“ Jadi apa ?
“ Tepatnya pandai melihat kenyataan.” 
“ Apa ?
“ Sesuai kata kamu, saya bukan siapa siapa dibandingkan Group China. Ya kan “
“ Ya.”
“ Persepsi kamu sama dengan persepsi mereka. Ketika orang merasa kuat dan merasa sangat berkuasa, saat itulah dia berada pada posisi terlemah. Jadi engga sulit mempermainkan mereka. Semua penguasa diktator jatuh bukan karena revolusi tetapi karena orang terdekat dia yang tahu dia lemah. Orang terdekat dia yang menghabisi”
“ Gila ya. Segitunya cara kamu berpikir.”
“ Kalau engga begitu gimana saya bisa bertahan? Saya lahir dari keluarga miskin. Dan lagi mana ada orang kaya yang mau memberi gratis. Semua dasarnya pamrih”
“ Sekarang saya paham. Mengapa kamu selalu rendah hati menghadapi saya, lyly, Yuni dan Wenny. Karena kamu inginkan terus kendalikan kami. Dan kami merasa euforia atas kenyamanan hubungan itu. Saya yakin dengan istripun kamu bersikap rendah hati agar dia merasa nyaman dan tetap merasa secure.”
“ Nelson Mandela bisa menjatuhkan rezim Apartheid karena sikap rendah hatinya. Gandhi bisa merebut kemerdekaan dari Ingeris karena sikap rendah hatinya. Dan di Indonesia, ada Jokowi. Dia bisa menghancurkan status quo politik karena sikap rendah hatinya. Banyak lagi contoh.”

“ Dan yang arogan selalu pada akhirnya jatuh.”

“ Tepat sekali. Lihatlah faktanya negara kaya minyak seperti Venezuela, Arab , Brunei. Penguasanya merasa sangat berkuasa karena mampu menjadi Tuhan kedua di dunia dengan memberikan semua kemudahan kepada rakyatnya. Tetapi mereka lupa, mereka bukan Tuhan. Mereka marasa jadi Tuhan, dan merasa paling benar. Akhirnya ketika harga minyak jatuh, mereka menyalahkan kapitalis. Mereka tidak menyadari penyebab kejatuhan itu secara hakikat. Apapun solusi tidak ada hasilnya.” Kata saya.

“ Mengapa ? Esther spontan bertanya mendorong rasa ingin tahunya.

“ Karena musuh mereka bukan harga minyak yang jatuh,  bukan kapitalisme tetapi diri mereka sendiri. Mereka tidak lagi menjadi kapten atas dirinya sendiri tetapi menjadi budak dari nafsu kekuasaan. Padahal dalam hidup ini kita harus menjadi pemenang bukan kepada orang lain tetapi terhadap diri kita sendiri. Paham.” 

“ Paham. Gimana kalau kita balik ke kamar. Saya ngantuk.” Kata Esther tersenyum mendekati saya.

“ Ini udah jam 3 pagi. Kalau saya tidur, bisa bisa saya telat boarding.”

“ Jadi..” Esther nampak bingung.

“ Sekarang saya ke Bandara dan kamu tidur. OK” Kata saya melangkah ke arah loby. Esther masih di Bar dalam kesendiriannya.

***
Dalam perjalanan ke Bandara saya menghubungi James. 
“ Yes, Bro” Terdengar suara James di seberang. Terdengar dari suaranya dia belum tidur.
“ Besok kamu temui Peter. Batalkan initial Fund. Kembalikan asset Wenny. Kita engga perlu keluar cost of fund karena transaksi initial fund dibatalkan.”
“ Bagimana menjelaskan ke Peter?
“ Engga perlu yakinkan. Tulis surat ke bank nya secara resmi. Kamu kan direktur SPV untuk penerbitan initial fund itu”
“ Bagaimana permintaan dari Investor yang sudah masuk?
“ Peter tahu gimana menghadapinya. Itu tugas nya.”
“ Baik boss.”
“ Dan ingat ini rahasiakan dengan direksi Holding.”
“ Siap boss.”
“ Saya minta kumpulkan semua direksi Sinofet holding untuk rapat jam 1 sekalian makan siang. Saya akan buat pengumuman.
“ Siap boss. Ada lagi ?
“ Besok Yuni suruh ke Hong kong. Usahakan dia datang bersama lender private Singapore.  Saya akan lunasi hutang perusahaan Yuni minggu ini. “
“ Darimana uangnya ?
“ Saya udah ada sumbernya. Tenang saja.”
“ Baguslah. Dari tadi siang dia telp berkali kali. Dia sudah nampak kawatir”
“ Ya saya paham.” Kata saya. “ Bye.” saya tutup telp.

Saya segera telp Yuni. 
“ Ya uda.”
“ Belum tidur kamu ?
“ Tadi sempat ketiduran sampai jam 1 pagi. Terus sampai sekarang engga bisa tidur. Uda sehat.”
“ Sehat. “
“ Uda di Beijing ya.”
“ Ya. sekarang sedang OTW ke Bandara balik ke Hong Kong.”
‘ Uda boleh tanya engga ?
“ Apa ?
“ Initial fund program itu apa ?
“ Kenapa kamu tanya itu ? 
“ Kemarin esther cerita uda sedang sibuk urus initial fund program.”
“ Oh itu. “
“ Ya. 
“ Contohnya begini. Perusahaan kamu terikat perjanjian hutang dengan skema jual beli saham, yang penyerahan saham dilakukan kalau kamu gagal bayar utang. Ketika jatuh tempo hutang, nilai harta perusahaan meningkat 4 kali dari harga pasar. Tapi kamu engga ada uang untuk bayar utang. Gimana solusinya ?
“ Ya jual aja dulu saham perusahaan, setelah itu baru bayar utang”
“ Itu cara berpikir kelontongan. Dalam hal perusahaan, ketika kamu melakukan akad hutang dengan skema jual beli saham maka kamu dilarang melakukan perikatan dengan siapapun. Termasuk pinjam uang dengan menggadaikan saham yang ada. “
“ Terus gimana dong ?
“ Ya kamu bentuk perusahaan lain semacam perusahaan cangkang untuk pinjam dari investor.”
“ Pinjaman itu dipakai untuk jadi kreditur perusahaan  Yuni?
“ Ya pinter. “
“ Terus gimana investor percaya, kan perusahaan cangkang itu engga punya jaminan?
“ Jaminan berasal dari lembaga keuangan, dan investor menyerahkan uang itu kepada bank melalui rekening khusus”
“ bukan ke rekening perusahaan cangkang Yuni. “
“ Ya enggalah.”
“ Terus”
“ Kamu sebagai pemilik perusahaan cangkang perintahkan kepada bank untuk kirim uang ke kreditur kamu agar kamu terhindar dari gagal bayar dan saham kamu engga jadi diambil dia. “
“ Terus”
“ Setelah utang kamu lunas. Maka Saham perusahaan kamu digadaikan ke  perusahaan cangkang dan pada waktu bersamaan saham itu dikuasai bank sebagai collateral yang kemudian diserahkan kepada investor. Selanjutnya investor serahkan jaminan yang bank berikan. Selesai.”
“ Berapa Yuni bakalan dapat uang dari investor ?
“ Ya tergantung lelang. Kamu bisa tentukan siapa yang paling tinggi penawarannya. yang penting kamu sudah tahu bahwa nilai pasar saham perusahaan kamu 4 kali dari nilai buku.”
“ Berapa bunganya ?
“ Engga pakai bunga.”
“ Jadi investor dapat apa?
“ Dapat capital gain waktu IPO. Utang itu akan di convert  dengan nilai saham pada waktu IPO. Katakanlah pada waktu dia kasih utang nilai saham 4 kali dan ketika IPO nilai saham 10 kali. Ya dia untung 6 kali.
“ Wah gampang banget ya Uda. “
“ Ngomong gampang. Tapi tekhnis nya rumit. Ada ahli keuangan dan investasi yang membuat analisa masa depan perusahaan. Ada ahli hukum yang mengatur akad itu. Ada investmen banker yang mengukur tingkat resiko. Ada team hedge fund yang membujuk investor mau terlibat dalam penawaran. Tentunya perhitungannya menyangkut program IPO yang akan dilakukan pada waktu yang ditentukan dan disepakati. Paham.”
“ Paham sih. Lebih paham lagi kalau uda jelasin face to face. “ 
“ Kalau face to face kamu malah engga paham."
" Segitunya Uda. Kangen tauuu. Ketemu jarang banget. Tahun ini kita ketemu baru sekali ya"
" Eh..Yun, utang kamu saya akan bayar minggu ini. Kemarin belum sempat kirim uang karena ada kendala. Besok kamu terbang ke Hong Kong bersama lender singapore. Temui James ya. Dia akan atur penyelesaian hutang”
“Ya uda. Terimakasih. Apa bisa ketemu juga Uda nanti di Hong Kong.”
“ Engga janji. Udahan ya. berusahalah tidur”
“ Ya uda. I miss you.”

***
Jam 13.30 saya sudah sampai di kantor. Sekretaris bilang bahwa semua sudah hadir di ruang meeting termasuk pemegang saham. Saya langsung masuk ruang meeting. Semua tegang menatap kehadiran saya. Ada Tong, Raymond, Wada, Steven, Myung dan James. 
“ Muka kamu keliatan capek sekali. Ada bewok dan kumis yang mulai tumbuh. Kapan terakhir kamu cukur ? Kata Steven.
“ Dua hari lalu. “ Kata saya sekenanya sambil menatap mereka satu persatu. “ Dimana kehangatan persahabatan kita selama ini. Mengapa memandang saya seperti orang lain. Santai aja bro. “ Kata saya kepada mereka.
“ Saya mau uang saya kembali. Saya udah engga tertarik lagi berbisnis dengan kamu.” Kata Steven.
“ Ok.” Kata saya tegas. “ Siapa lagi ?
“ Saya juga keluar ? Kata Myung.
“ Ok. Gimana dengan kamu Wada ? 
“ Ya saya ikut keluar.”
“ Yang lain gimana ? 
“ Saya juga keluar” Kata Ramyond “ Tetapi alasannya karena saya memang mau pensiun”
“ Apapun alasan kamu, engga penting.” Kata saya tegas.
“ Tong, gimana ?
“ Saya ikut kamu. Apapun keputusan kamu saya akan ikut.
“ James?
“ Saya ikut kamu, Mr. B.”
“ Baik, James, siapkan akta pelepasan saham untuk Wada, Steven, Myung, Raymond “
Myung berdiri dari duduknya. Dia menatap saya dan kemudian  dengan suara lantang dia berkata “ kamu udah kaya ya. Kamu tahu berapa jumlah uang untuk melepas kami berempat ? Dari mana uang kamu. Jawab! “
Saya hanya diam. Saya tahu dia sedang emosi. Ini soal pride. Engga ada pengusaha segampang itu mundur.
“ Dengar Mr. B. Selama ini kami menghormati kamu karena semangat, kejujuran, dan kesabaran kamu. Tetapi sekarang saya tidak melihat itu lagi. Diam diam kamu melakukan intial fund terhadap Sinofet Holding. Mengapa ? apakah kami tidak lagi sebagai sahabat kamu. Apakah kami kamu anggap hanya sebagai sleeping partners ? “ kata steven sambil menunjuk kearah saya.
Saya menyimak
“ Dari awal saya mendukung kamu. Ketika kamu ada masalah dengan Daniel saya dibelakang kamu. Ketika ada tekanan dari Pemerintah China untuk proyek kawasan Industry Ginzo ,saya dibelakang kamu. Semua dapat selesai karena sumber daya saya. Sekarang kamu tempatkan saya sebagai pecundang dengan penawaran Initial fund. Benar benar kesalahan besar dalam hidup saya bermitra dengan kamu.” kata Wada. Suaranya keras sekali.
Saya diam. Saya pandang mereka satu persatu. “ apakah sudah selesai bicaranya. Bisa saya bicara sekarang ?
Mereka diam.
“ OK saya bicara sekarang. Utang Repo ini jatuh tempo setahun lalu. Tepatnya bulan maret 2018. Saya tidak beraksi apapun. Karena saya sudah mengundurkan diri dari Sinofet Holding. Posisi CEO ada pada Tong. Dan kalian bertiga duduk sebagai anggota Komite investasi. Berkali kali CIG minta saya pimpin kembali Sinofe holding, tetapi saya diam kan. Alasan saya karena istri saya belum izinkan saya. Tetapi bukan itu saja alasannya. Alasan yang substansi adalah saya menanti anda semua mengambil keputusan atas jatuh tempo nya utang kepada CIG.   Berkali kali Tong minta saya bicara kepada kalian soal ini. Tetapi saya diam saja. Saya percaya kepada kalian. Saya hanya menanti kalian bicara kepada saya, soal penyelesaian hutang. Tetapi kalian tidak pernah bicara kepada saya. “ Kata saya tenang. Mereka terdiam.

“Saya terlahir dari keluarga miskin. Perasaan saya sangat halus kalau soal persahabatan. Saya sangat sabar terhadap kalian.Karena saya maklum kalian punya kesibukan sendiri sebagai konglomerat bisnis. Tetapi semua ada batasnya, saya harus tampil. Bukan karena saya ingin menguasai Sinofet Holding tetapi karena soal commitment yang harus saya selesai. Apalagi ini menyangkut hutang. Ketika saya resmi duduk kembali sebagai CEO maka saya harus berbuat sesuatu. Yang pertama saya lakukan adalah menyelesaikan masalah. Utang itu masalah holding kita. Semua sudah tahu. “

“Tapi mengapa tidak minta persetujuan kami soal penyelasain hutang itu ?

“ Persetujuan.? “ Kata saya bingung “ Surat tagihan dari CIG itu dikirim ke Holding dan oleh corporate secretary diedarkan kepada anda semua. Dalam rapat komite investasi udah dijelaskan bahwa saya diberi mandat untuk melakukan apa saja yang dianggap perlu untuk menyelesaikan utang. Penerbitan Global Bond, juga sudah dibicarakan dalam rapat komite investasi. Namun akhirnya gagal. Kemudian, saya masuk dalam skema initial fund, saya menunjuk bank nya Peter sebagai lembaga resmi yang mewakili Holding dalam penawaran intial fund. Semua transparance. Semua resiko cost of fund untuk program initial fund saya tanggung. Salah saya dimana ? “ Kata saya dengan tenang. 

“ Sekarang keadaan belum menentu. Anda justru masing masing minta mengundurkan diri, dan minta uang anda dikembalikan. Saya mau ngomong apa ? itu hak anda. “ Kata saya sambil menatap tajam mereka satu persatu.

Mereka semua terdiam.  Saya biarkan mereka mikir. Selang beberapa menit, Steven bicara “ Mr.B, maksud kami sebetulnya…” dia terdiam sebentar sambil melirik Wada dan  Myung. “ Kami ingin anda hentikan intial fund itu. Biarkan kami yang selesaikan. “ 
“ OK saya terima usulan kamu. Lakukan sekarang. Anda tahu kan rekening CIG. Kirim aja uang ke mereka dengan dasar tagihan dari mereka. Selesai. “
“ Ya tapi harus ada ikatan dengan Sinofet Holding bahwa uang itu dengan konpensasi saham 60%. “  Kata Myung.
“ Maksud kamu, saya harus teken surat pengakuan pelepasan saham 60% lebih dulu baru uang dikirim ? kata saya dengan mengerutkan kening.
“ Ya. “ kata Steven.
“ Gimana saya mau teken. Itu artinya saya melanggar perjanjian kontrak Repo dengan CIG “ Mata saya melotot kearah Steven.
“ Kita lakukan kontrak secara rahasia” Kata Myung cepat.
“ Engga bisa. Saya engga mau melanggar kontrak yang ada. Ini soal integritas saya. Apapun itu,  saya harus hormati CIG dan itu soal kehormatan saya dihadapan Tuhan juga.” Kata saya tegas. Mereka terdiam. Saya tahu darimana mereka dapat uang. Sangat paham dengan siapa mereka deal. Pemain hedge fund!. Engga mungkin mereka mampu lakukan hostile takeover dengan menjadikan saya sebagai pecundang dihadapn CIG.Saya pemain uang. Tanpa dukungan Hedge fund, bukan mereka siapa siapa. Mereka hanyalah anak manja dari keluarga konglomerat yang tidak paham menjadi pemenang secara terhormat. Karena dipikirannya hanya uang. Saya berbeda dengan mereka. 

“ Ok. Sekarang gimana solusinya.” Kata Tong.
“ Rapat di Beijing kemarin memutuskan agar utang Repo harus dibayar sesuai surat dari CIG. Hari senin depan harus sudah sampai di rekening mereka.” Kata saya.
“ Artinya hanya intial fund satu satunya solusi “ Kata Raymond.
“ Ya. Tapi intial fund butuh waktu 1 bulan untuk selesai”
“ Jadi gimana solusinya ? tamat kita semua ? Kata Tong.
“ Solusina hanya satu, Myung yang katanya ada uang, ya ikut penawaran Initial fund. Itu skema yang menarik. Kalau Myung bisa ikut, dan setor uang hari ini. Besok kita bayar utang repo. Selesai urusannya. Kalau tidak, hari ini saya batalkan Initial fund. Karena useless. Apalagi ongkosnya mahal sekali. Saya engga mau buang uang ke keranjang sampah “

Semua hening. Saya menundukan kepala. Saya ingin ketawa  meliat mereka stress tapi takut dosa.

“ Terus kenapa kamu berani beli saham kami, kalau akhirnya Sinofet diambil alih CIG karena gagal bayar utang Repo? “ Kata Myung.
“ Itu karena komitmen. Kalian semua adalah investor saya, tentu resiko saya. Apapun saya akan lakukan untuk membayarnya. Apalagi kalian semua adalah sahabat saya.” 
“ Ya saya tahu kamu pribadi punya bisnis di luar Sinofet holding. Ada PMG Holding bidang tambang emas dan perdagangan emas. Ada Youying Holding bergerak bidang tekhnology dan Logistic. Kamu juga punya portfolio lain diluar Sinofet “ Kata Wada.

Saya hanya diam. 

“ Ok. Saya tunggu surat kontrak pengunduran diri sebagai pemegang saham.  Saya minta harga saham seperti prospectur initial fund sebesar 4 kali dari book value. “ Kata Steven. 
“ Gimana dengan Myung dan Wada.” Kata saya.
“ Ya saya juga sependapat dengan Steven. “ kata Myung.
“ Raymond ?. “tanya saya sambil melirik kearahnya.
“ Saya sudah bilang. Saya keluar bukan karena masalah ini tetapi karena saya mau pensiun” 
“ OK. Rapat kita tutup. James akan selesaikan pembayaran selambat lambat nya satu bulan sejak tanggal ini.  Totalnya USD 500 juta kurang lebih ya kan.”
“ Ya. “ kata Steven.
“ Saya senang karena kalian bisa bertambah kaya berbisnis dengan saya.” Kata saya berdiri dari korsi dan keluar dari ruangan untuk kembali ke kamar kerja saya. Diikuti oleh James. 
“ Bro, Raymond tidak mau dapat uang dari saham. Dia ingin kembalikan saham ke kamu. Saya dan Tong juga kembalikan saham ke kamu. Kami engga perlu dibayar.” Kata James. Saya hanya tersenyum. James paham soal dibalik senyum itu.

Selang beberapa waktu, Wada, Steven, Myung datang ke kamar kerja saya. Mereka merangkul saya satu persatu. “Kamu tetap sahabat kami. Bisnis bisa pisah tetapi persahabatan harus terus dipertahankan. “ kata Steven.  Saya tersenyum tanpa beban apapun.” Gimana acara malam ini. Ke Conrad lagi ? 
“ Engga bisa malam ini. Karena saya ada meeting dengan lender dari Singapore. 
“ OK. Telp kami kalau kamu free. “ Kata Myung ketika melangkar keluar dari kamar kerja saya.
“ Pak.” Seru james kepada Myung. “ Tolong mampir keruangan Legal untuk teken surat pelepasan saham. Udah disiapkan kok “ 

Mereka serentak mengacungkan jempol kearah saya. Setelah mereka pergi, saya ceritakan konsesus saya dengan CIG di Beijing. James merangkul saya hangat. 
“ Penyelesaian yang win to win. Selamat bro.” kata James.
“ Nah sekarang kirim email ke CIG bahwa saya setuju untuk penyelesaian kontrak pelepasan saham Sinofet 51% dalam kondisi clean tanpa hutang. “ Kata saya. James segera kembali ke kamar kerjanya.
Saya telp Lyly. Waktu itu jam 3 sore. “ Ly, sampaikan ke boss kamu, saya siap minggu ini melakukan pelepasan saham ke CIG. Surat resmi akan segera dikirim"
“ Thanks God.  Segera saya lapor.” Katanya dengan suara setengah menahan tangis. 
***

Jam 8 malam saya datang ke private KTV Korean di causeway bay. Ketika saya masuk ruangan. Ada kejutan, Lyly ada bersama Esther. Wenni dan Yuni diruangan itu. Saya bingung kenapa mereka kompak datang bareng. Padahal janjian hanya dengan Yuni. “ Loh kamu di Hong Kong.” Kata saya kepada Lyly.

“ Ya. Tadi jam sore sampai. Langsung kemari “ Katanya diapit oleh Esther dan Yuni.  Wenni hanya senyum saja sambil mendendangkan lagu “ Love concerto “ 
" Naik apa ? tanya saya.
" Private jet." Kata Esther. Lyly hanya senyum.


Esther yang saya kenal. Sebagai banker, dia punya rumah mewah dan apartement di pusat kota. Dia bisa liburan ke manca negara. Dia bisa menikmati layanan spa berkelas, kapan dia mau. Dia bisa tinggal di hotel berkelas diamond. Dia memiliki apa saja. Tetapi ketika ditanya ‘ What is your dream in life, honey” 
“ My dream is you” 
Makanya ketika lagu “when i dream” dilantunkannya dengan air mata berlinang seraya melirik saya, disitu saya merasa berasalah namun mencintai itu tidak dosa. Mencintai adalah pilihan, namun menikah adalah takdir. Tidak akan pernah saya  duakan yang ada di rumah. Tapi memiliki cinta itu memang berkah, walau tak harus memiliki. Kami akan terus bersahabat. Saya rangkul pundaknya dan dia menjatuhkan kepalanya di pundak saya.

Saya merasa something berada ditengah emak emak wanita paruh baya. Mereka semua sahabat saya. Suasana malam itu begitu riang. Apalagi tidak berapa lama James datang bersama Wada, Myung dan Steven. Keadaan semakin gila.  Jam 4 pagi semua pulang dalam keadaan mabuk kecuali saya dan James. Sebelum tidur saya baca email dari James “ Besok CIG kirim uang ke rekening Asset management kamu untuk kompensasi yang kamu harapkan. Uang itu lebih dari Cukup bayar saham Wada, Steven, Myung. Juga sekalian bayar hutang perusahaan Yuni ke private lender Singapore. Initial fund sudah resmi di tutup.  Selamat Bro.". 

Itulah China. Cara kerja mereka sangat cepat. Mereka memang tidak begitu pusing dengan document compliance yang berhubungan dengan process management. Setiap Perusahaan China menerapkan sistem komando. Pemegang saham hanya percaya dengan Dirut saja. Dirut hanya percaya dengan direktur saja. Hubungan antara pemegang saham dengan dirut dasarnya trust. Begitu juga hubungan antara dirut dengan direktur juga dasarnya trust. Hubungan direktur dengan Manager juga sama. Dasarnya trust. Hubungan dengan mitra dasarnya Trust. Jadi hal yang berkaitan dengan birokrasi yang bertele tele memang sangat asing bagi mereka. Makanya jangan kaget bila seorang wirausaha dalam lima tahun bisa berkembang pesat.

Philosopy mereka sederhana saja. Bayi berkembang karena waktu. Pernikahan berkembang karena waktu. Kalau bisnis tidak berkembang karena waktu itu artinya cara berpikir yang terpenjara. Karena satu satunya yang tidak berubah adalah orang yang didalam tahanan penjara. Waktu hilang begitu saja. Di indonesia atau ngeara lain yang menerapkan sistem demokratisasi, memang good governance itu penting sekali. Artinya sistem birokrasi harus jalan agar semua dapat dipertanggung jawabkan secara legal walau faktanya sebagian besar hasilnya tidak optimal. Mind corruption tidak bisa dihindari. Karena orang cerdas akan memanfaatkan birokrasi untuk mencuri secara legal. 

Saya balas email ke James “ Besok kamu terbang ke Beijing untuk selesaikan urusan legal penyelesaian utang repo dengan CIG. “ Laptop saya matikan sambil mengucapkan syukur kepada Tuhan. 7 Hari terlama dalam sejarah hidup saya.

TAMAT.

Mengapa harga ticket pesawat mahal?

Biaya ticket pesawat itu ditentukan dua jenis biaya, yaitu biaya tetap dan biaya variable. Biaya tetap itu terdiri dari biaya karyawa...