Senin, 30 April 2018

Kerendah hatian Jokowi


Ketika Jokowi terpilih sebagai presiden, dia mencanangkan revolusi mental. Kita mungkin menganggap akan ada buku panduan lengkap dengan tutorial bagaimana merevolusi mental. Ternyata tidak ada. Tetapi tampa disadari sebetulnya sikap mental Jokowi itulah kitab berjalan tentang revolusi mental. 10 tahun hubungan sby dan mega tidak harmonis. Tak bertegur sapa. Kita sebagai rakyat menjadi saksi itu semua.Jokowi memberikan keteladanan tentang tidak perlu merasa rendah bila harus mendatangi kediaman PS yang dikalahkannya dalam Pemilu. Bagi Jokowi politik tetaplah politik namun jangan sampai itu menjadi personal sehingga merusak akhlak. Para pendiri negara mengajarkan itu dan semua agama mendidik itu.

Attitude sebagian kita di era demokrasi ini masih menganggap perbedaan pandangan politik adalah urusan personal. Kalau beda politik maka musuh. Kalau sudah berdialog yang tampil adalah aura kebencian saling hujat. Padahal di tingkat elite politik transaksional terus berlangsung, komunikasi politik terjadi tanpa henti dan ketika menyangkut kepentingan nasional mereka cepat sekali bersatu dengan melepaskan semua egonya. Cobalah bayangkan negeri ini tahun 1965 dan 1998 sangat genting. NKRI diambang kehancuran tetapi selalu ada yang menjadi tokoh yang mengorbankan diri untuk keutuhan NKRI dan karena itu semua elite bersatu untuk berdamai dengan kenyataan. Badai cepat berlalu. NKRI selamat.

Saya memilih Jokowi bukan karana dia orang PDIP tetapi lebih karena faktor pribadinya. Secara personal dia tidak punya musuh walau banyak yang tidak menyukainya. Dia tidak tersandera dengan masa lalu. Dia Muslim yang taat. Soal rencana program kerja Jokowi tidak menjadi perhatian utama saya. Mengapa ? Karena walau presiden berganti, sistem tidak akan diubah. Kehebatan pribadi Jokowi lah yang akan membangun inspirasi agar sistem yang selama ini lemah menjadi kokoh. Bukan karena sistemnya diubah tetapi akhlak pelaksananya baik. Termsuk demokrasi yang merupakan sistem politik yang kita anut. Jokowi ingin politik santun yang lebih berorientasi kepada kepentingan rakyat banyak. Tanpa melihat latar belakang pilihan politik rakyat. Tenpa melihat agama atau suku.

Dan Jokowi benar benar membuktikan itu. Paradigma politik menjadi Indonesia banget. Yang jauh dia dekati. Yang keras disikapi sabar tanpa lelah menanti untuk berdialog. HTI dibubarkan tetapi tidak ada satupun elite HTI di kriminal kan. Bahkan ketika Perpu ormas di gugat ke MK, tidak disikapinya berlebihan. Kemarin ketua alumni 212 yang juga mantan ketua HTI diundangnya ke istana Bogor untuk berdialog. Dengan elite PKS, Jokowi berkali kali bertemu membahas politik sekitar Pilpres. Bagaimana dengan elite PDIP ? Sama saja. Minggu lalu elite PDIP berkunjung ke Arab Saudi untuk bertemu dengan HRS. Itu pertemuan diantar dua sahabat yang sudah saling kenal jauh sebelum ada aksi bela ulama.

Negeri ini milik semua orang Indonesia dan itu dibingkai indah dalam sila ketiga Pancasila. Tidak ada alasan perbedaan politik atau agama atau apalah menjadi sumber perpecahan. Saya Islam tetapi tidak menghalangi sya berbisnis dan bermitra dengan non Islam. Saya pemilih Jokowi tetapi saya berteman dekat dengan mereka yang memilih PS. Bahkan saya berteman dengan orang orang oposan diluar sistem. Namun tidak membuat saya ragu membela Ahok dalam bentuk tulisan. Saya bisa dengan tegas memisahkan mana urusan pribadi dan mana politik. Mengapa ? Justru perbedaan itu sumber kekuatan kita untuk terus saling mengingatkan dan koreksi agar kebaikan diutamakan, kebenaran dibela dan keadilan menang.

Kebaikan itu adalah apabila kita tidak membenci orang lain secara personal karena kita belum tentu lebih baik dari orang lain. Kebenaran itu adalah apabila kita tidak menganggap kita paling benar dan orang lain paling salah. Keadilan itu apabila kita tidak mudah menghakimi orang lain dan menghormati perbedaan tanpa prasangka buruk. Itulah hikmah yang saya dapat dari tampilnya sosok Jokowi dipanggung politik.



Persatuan Umat Islam...



Mungkin Indonesia adalah negeri sejuta masjid. Mungkin jumlah masjid lebih banyak di Indonesia daripada seluruh negara Islam yang ada di timur tengah. Mengapa ? Karena masjid itu tumbuh dan berkembang sejak dahulu kala. Karena memang tidak bisa dilepaskan dari kekuasaan dari kerajaan Islam di nusantara ini. Coba perhatikan dimanapun kabupaten yang mayoritas penduduknya beragama Islam pasti ada masjid raya didepan balaikota. Bahkan menyatu dengan alun alun tempat rakyat berkumpul. Itu artinya keberadaan masjid tidak bisa dilepaskan dari instrument politik kekuasaan. Itu faktanya bahwa persatuan umat Islam itu ada di masjid.

Dulu era Soekarno kekuatan partai Islam Masyumi merupakan kekuatan significant bersama sama dengan partai nasionalis dan komunis. Itu berkat kekuatan jaringan masjid. Akhirnya Soekarno terpaksa membubarkan konsituante hasil pemilu 1955 karena Masyumi tidak bisa menerima platform nasionalis. Dan setalah itu Masyumi terpaksa dibubarkan setelah terlibat pemberontakan PRRI. Di era Soeharto, Masyumi tetap tidak boleh tampil namun diganti dengan PPP namun tokoh Masyumi tidak boleh lagi naik panggung politik. Dan jaringan masjid dikuasai oleh Golkar dan sampai sekarang JK merupakan fungsionaris Golkar adalah ketua dewan masjid yang ikut bagian sukses mengantarkan Jokowi sebagai presiden RI.

Dalam sistem demokrasi di era reformasi, terpilihnya SBY sebagai presiden tahun 2004 karena JK mendampinginya yang juga tidak bisa dilepaskan dari dukungan jaringan masjid dan setelah itu PD terus bina jaringan Islam ditingkat akar rumput ( jaringan masjid ) bersama PKS, PKB dan PPP. Makanya bisa bertahan dua periode kekuasaan. Walau kini kekuatan partai Islam terbelah namun kapanpun mereka akan melebur menjadi satu. Kapan saja bisa terjadi. Cukup satu hal prinsip yang bisa memicu mereka bersatu maka mayoritas umat Islam akan jadi kumpulan lebah yang bergerak tertip untuk membela sang ratu. Inilah yang saya kawatirkan sebagaimana saya sangat sedih ketika Ahok kalah di Pilkada DKI.

Belajar dari kekalahan Ahok, saya ingin proses pemilu tahun 2019 ini, kita sebagai pemilih Jokowi harus smart. Jangan pancing kemarahan akar rumput umat Islam. Sikapi perbedaan pandangan politik dengan santun, baik dalam hal syariat Islam maupun pemahaman tauhid. Mereka yang ngeyel dan penebar kebencian di sosial media itu tidak banyak. Tetapi mereka aktif sekali memancing kemarahan pendukung Jokowi dan kalau kita terpancing maka itu akan dijadikan narasi dan bukti kepada umat Islam yang awam poltik bahwa pendukung Jokowi musuh Islam. Sedikit saja Jokowi kepeleset kekuatan Islam yang terpecah akan bersatu maka kisah kekalahan PDIP di DKI akan terulang lagi. Smart lah bahwa kita butuh kemenangan Jokowi sebagai ujud nyata bangkitnya Islam rahmatan lilalamin. Jangan dicampur dengan kebencian... jangan.

Lepaskan

Dalam hidup ini baik dan buruk selalu datang bersamaan. Tidak mungkin datang sendirian. Tidak mungkin terjadi jual kalau tidak ada yang beli. Tidak ada siang kalau tidak ada proses menuju malam. Dalam dunia atom juga ada elektron dan ada proton. Positip dan negatif. Satu sama lain saling tarik menarik. Mengapa ? karena begitulah realita kehidupan agar terjadi keseimbangan. Kalau anda sedang melakukan hal yang buruk maka pada waktu bersamaan suara kebaikan akan datang. Semakin anda sering berbuat buruk semakin besar suara kebaikan datang. Sebaliknya kalau anda terus berbuat baik maka dampak buruk juga akan datang bersamaan. Bisa saja kebaikan tidak berbalas terimakasih malah hujatan dan fitnah datang. Atau bisa saja keburukan yang anda lakukan berbalas kebaikan dan kemudahan.

Baik dan buruk dalam diri kita akan saling berbenturan dan saling tarik menarik. Keimanan pun trend nya bagaikan bursa saham. Kadang naik kadang turun. Kalau ada orang berkata dia orang baik atau orang sholeh maka ketahuilah bahwa dia sedang melakukan kebohongan besar. Manusia akan terus mengalami goncangan sepanjang usia. Aksi reaksi akan terus terjadi dan anda tidak akan menemukan jawaban atas aksi reaksi tersebut. Karena apapun yang terjadi mengitari kehidupan ini tidak bisa disimpulkan sebagai kebenaran absolut. Itu hanya fenomena sosial. Tanyalah sama orang sehat, pasti dia merasa ada yang kurang nyaman. Tanyalah pada orang kaya pasti merasa ada yang tidak bahagia. Tanyalah sama orang miskin, pasti ada yang merasa tidak miskin. Kalau sudah menyangkut materi maka kehidupan itu memang paradox.

Kita terjebak oleh ruang dan waktu. Sehingga hasrat kita hanya berujung kepada kesiaan siaan. Pikiran dan akal kita hanya berujung kepada kehampaan yang tidak menjawab hal yang subtansi. Semakin kita berbikir semakin kita tidak menemukan jawabannya. Menyadari itu kita tidak bisa menghakimi orang jahat akan terus berbuat jahat. Menilai orang baik akan terus baik. Tidak bisa menilai orang miskin akan terus bernasip buruk. Tidak bisa menilai orang kaya akan terus benasip baik. Keduanya akan terus datang silih berganti. Itu sebabnya rendah hati adalah sikap paling bijaksana, yang tidak melambung karena dipuji dan tidak terjatuh karena dihina dan dibenci. Tidak putus asa ketika gagal dan tidak bangga ketika sukses.

Lantas bagaimana cara cerdas melewati kehidupan yang tidak sempurna dan tidak abadi ini, tidak serba ideal ini?

Orang budha mengajarkan “ melepaskan apa yang melekat “ orang islam mengatakan “ikhlas”. Apapun yang menimpa hidup anda, jangan masukan kedalam pikiran anda. Lepaskan semua. Ikhlaskan semua. Kalau buruk yang terjadi ya lepaskan pikiran dan perasaan kawatir. Kalau baik yang terjadi maka lepaskan pikiran dan perasaan euforia. Anggap baik dan buruk biasa biasa saja. Kalau dipuji orang ya tidak usah baper. Sebaliknya kalau dibeci orang juga engga perlu baper. Karena sudah hukum alam bahwa sesuatu yang dibenci pasti akan dicintai dan yang dicintai akan berujung kepada kekecewaan. Jadi jangan terlalu benci dan tidak perlu cinta setengah mati. Tidak ada hubungan yang sempurna dan juga tidak ada takdir yang sempurna. Ketika anda ikhlas maka anda menemukan hakikat kehidupan itu dan tahu bagaimana cerdas melewati hidup yang tidak sempurna ini.

Bahwa semua dalam hidup ini hanya kesiasiaan yang seharusnya memang tidak perlu dianggap berlebihan. Lalui sajalah hidup ini bagaikan air mengalir. Dengan demikian disuasana mendung dikala senja, anda bisa tersenyum seraya makan singkong goreng dengan segelas kopi pahit. Sebentar lagi malam akan datang, pagi menjemput untuk sebuah kehidupan yang apapun bisa terjadi, kini atau besok. Senyumlah selalu

Minggu, 08 April 2018

Jokowi, hope

Baru kali ini saya mendengar Jokowi bicara keras dan tegas disertai emosi dihadapan publik. Ini bukan soal orang menghinanya tetapi kepada meraka yang memberikan statement pesimis terhadap masa depan Indonesia. Mengapa sampai Jokowi emosi ? Karena semua tahu bahwa bangsa ini selama ini terpuruk karena mental para pemimpin yang sengaja menciptakan rasa takut kepada rakyat seperti ketakutan kepada PKI, takut utang, takut kafir , takut revolusi, takut bubar dll,sehingga rakyat tergantung kepada elite ba’ dewa pelindung namun menipu rakyat. Sikap mental inilah yang menjadi agenda utama Jokowi untuk mengubahnya agar Bangsa Indonesia punya sikap optimis tanpa rasa takut dan penuh passion untuk kerja keras menatap masa depan yang cerah.

Menteri di kabinet kerja Jokowi yang menakhodai bidang ekonomi adalah orang yang sudah selesai dengan dirinya. Ada Jonan mantan banker Citibank. Ada ibu Susi pengusaha sukses. Ada Erlangga pengusaha dan asset Manager. Ada Thomas Lembong jago financial engineering. Ada SMI mantan direktur Bank Dunia, Ada ibu Rini mantan CEO Astra yang sukses dll. Mereka pekerja keras sejak usia muda. Mereka kreatif dan mandiri. Pada usia relatif muda mereka sudah mapan karena cerdas dan selalu optimis ditengah perjalanan hidup yang penuh kompetisi. Pada usia produktif bagi ukuran orang Indonesia karena belum masuk usia pension, mereka menentukan sikap. Mereka keluar dari kehidupan yang menjanjikan kemewahan kepada kehidupan yang lebih banyak menuntut pengorbanan. Dan kini Mereka bergabung dan bangga menjadi bagian mimpi Jokowi menjadikan Indonesia hebat.

Mereka ingin membentuk masa depan bangsa nya agar hidup lebih berarti. Setidaknya dengan kemampuan yang dimilikinya mereka bisa memberikan harapan kepada rakyat khusus yang duafa bahwa masa depan bukanlah yang mengkawatirkan. Ini merupakan langkah yang sangat ekstrim bagi ukuran manusia pada masa kini. Dimana orang berlomba lomba untuk mengejar kesenangan diri dan menumpuk harta. We should live and labor in our time that what came to us as seed may go to the next generation as blossom, and that what came to us as blossom may go to them as fruit. This is what we mean by progress. Demikian yang ditulis oleh Henry Ward Beecher dalam bukunya. Inilah salah satu berkah dari sistem demokrasi dimana orang baik akan mendapatkan ruang untuk berbuat baik dengan umur dan pontesinya, dan mereka mempu.

Bahwa masa depan tidak mencuatkan paralelisme antara ruang, jarak, dan waktu. Tentu masa depan bukan reproduksi kehidupan kelampauan dan ke-masa-mendatangan yang unpredictable. Bagaimanapun masa depan merupakan kausalitas perjalanan tentang substansi “keberadaan'' (eksistensi) dan beraktualisasi tentang hidup itu sendiri. Pun rekonseptualisasi mengenai masa depan, tiadalah nilai kesejarahan hidup masa silam yang diterima. Sebagai masa depan, manusia dituntut -mengutip Dr Zhivagonya dalam novel Boris Pasternak- untuk membentuk kembali hidup. Itulah yang dilakukan oleh Jokowi dan mereka yang membantunya , yang meng “nol” kan dirinya untuk memulai sesuatu yang baru dalam dimensi baru. Sikap mereka seakan menegaskan tentang semangat juang untuk berbuat demi rakyat , bangsa dan negara, yang mereka yakini sebagai wahana yang lebih bernilai dari apa yang sudah mereka capai sebelumnya.

Memang bahwa manusia dilahirkan buat Hidup, bukan untuk bersiap-siap menghadapi hidup. Hidup senantiasa memperbarui, menciptakan kembali, mengubah, dan meningkatkan dirinya. mempertimbangkan masa depan adalah membentuk kembali hidup. Berdasarkan pertimbangan semacam itulah, permenungan masa depan dimulai agar tidak menghadapi kecemasan, 2030 bubar. Orang optimis selalu untung kecuali orang yang selalu cemas. Bangsa Indonesia sebagai komunitas dunia , seharusnya memandang masa depan dengan mata hati dan bukannya mata gelap. Di tengah kepayahan yang menimpa bangsa ini akibat rezim masalalu diperlukan kearifan tersendiri untuk memandang masa depan. Setidaknya bagi mereka yang sudah terlalu kaya karena korupsi atau manipulasi tanpa tersentuh hukum untuk meng “nol” kan dirinya ; memulai sesuatu yang baru dan lebih bernilai. Agar masyarakat bangsa ini memandang masa depan bukan sebagai penantian waktu yang tak kunjung selesai.

Tentu kita tidak ingin itu terjadi, seperti diperlihatkan tokoh Estragon dan Vladimir dalam lakon Menunggu Godot (Waiting for Godot) Samuel Beckett. Atau, masa depan bangsa ini seperti lentingan Bob Dylan dalam lagu ballada Blowing in the Wind: How many times must a man turn his head/and pretend that he just doesn't see/How many ears must one have/before he can hear people cry/How many deaths will it take till he knows/that too many people have died. Setidaknya dari sosok Jokowi kita punya hope...

Sabtu, 07 April 2018

Sosial Media ...?



Menurut Caleb T. Carr dan Rebecca A. Hayes (2015) Media sosial adalah media berbasis Internet yang memungkinkan pengguna berkesempatan untuk berinteraksi dan mempresentasikan diri, baik secara seketika ataupun tertunda, dengan khalayak luas maupun tidak yang mendorong nilai dari user-generated content dan persepsi interaksi dengan orang lain. Menurut M.L. Kent (2013) Media sosial adalah segala bentuk media komunikasi interaktif yang memungkinkan terjadinya interaksi dua arah dan umpan balik. Perkembangan media sosial yang semakin pesat tidak hanya terjadi pada negara-negara maju saja, di negara berkembang seperti Indonesia saja banyak sekali user atau pengguna sosial media dan perkembangan yang pesat ini bisa menjadi pengganti peran media massa atau konvensional dalam menyebarkan berita atau informasi. Selain itu, Indonesia menempati peringkat ke 5 di dunia dalam pengguna akun twitter. selain untuk membagi informasi, media sosial maupun internet juga dapat dijadikan sebagai suatu kegiatan bisnis, seperti membuka toko online dan sebagainya.

Banyak kita engga menyadari keberadaan sosial media itu tidak datang begitu saja. Namanya membangun komunitas maka banyak hal yang berhubungan dengan psikologi massa yang berasal dari beragam karakter orang, ras, pendidikan dan bangsa harus dipelajari. Intinya bagaimana membuat orang nyaman terhubung dengan satu sama lain dalam dunia maya. Sekali orang tidak merasa nyaman maka sosial media akan di tinggalkan oleh komunitasnya. Makanya sosial media seperti facebook, tweeter dilengkapi dengan fitur yang memberikan kebebasan orang untuk terhubung atau tidak. Memberikan Fitur yang memungkinkan setiap orang bisa melindungi hak privasinya tanpa ada hak orang lain bisa protes.

Karenanya pengguna sosial media harus memahami aturan soal fitur ini. Siapapun tidak boleh dipertanyakan mengapa dia posting dengan menampilkan tulisan atau gambar. Namun itupun selagi dia tidak menyinggung pihak lain dengan nama akun lengkap. Kalau menyinggung nama pihak lain dan pihak lain tidak bisa menerima maka pihak lain berhak memutuskan koneksi dengan yang menyinggung itu. Alasannya tidak nyaman. Jadi janga baper kalau di block. Mengapa ? Orang berhak mendapatkan kenyamanan atas aktifitasnya di sosial media. Tetapi bisa juga orang lain yang namanya disinggung dalam postingan dan dia merasa tidak nyaman, maka dia berhak mengajukan tuntutan hukum berdasarkan UU ITE.

Dalam hal Japri, anda harus hati hati. Contoh anda Japri dengan si A dan kemudian si A mendistribusikannya kepada pihak lain tanpa seizin dari anda dan karenanya anda merasa tidak nyaman dan tercemar nama baik anda maka si A kena Pasal 27 UU ITE ayat (3) “ setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Informasi elektronik atau dokumen elektronik itu bisa tulisan , bisa juga gambar. Adapun ancaman pidana bagi mereka yang memenuhi unsur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Informasi apa saja tersebar di awan digital atau dunia maya. Setiap tulisan orang di blog, facebook, dll tersimpan dengan baik. Namun orang harus hati hati menerima informasi tersebut. Karena tidak semua informasi yang beredar di awan digital itu memenuhi syarat kebenaran intelektual dan moral. Mengapa ? karena kebebasan menulis di dunia maya tidak dituntut SOP yang ketat dan orang bisa saja menulis sesuai suasana hatinya tanpa melibatkan akal dan tanpa perlu pusing benar atau salah. Karena baginya hanya ingin posting atau bisa saja menulis dengan tujuan caracter assassination orang lain.  Kalau kita tidak hati hati maka kita akan jadi korban Hoax dan kebencian berjamaah. Dan kalau kita share informasi itu dan ada pihak yang merasa dirugikan maka bisa kena UU ITE. Karenanya pilihlah postingan yang membuat jiwa anda berkembang secara positip dan aman secara hukum.

Juga anda harus bijak dengan tetap mengikuti standar kepatutan untuk memahami informasi didunia maya. Kalau media massa maka pilihlah media yang jelas kredibilitasnya. Kalau tulisan bebas dari individu maka usahakan anda mempunyai sedikit pengetahuan untuk check dan recheck. Jangan terpaku dengan nama keren yang menulis. Karena dia bisa saja salah. Nah, kalau meragukan atau membuat anda tidak nyaman maka abaikan saja. Engga usah terlalu dipikirkan. BIla perlu disconnect atau unfollow atau block. Ingat bahwa dunia maya tidak akan mengubah hidup anda kecuali mengubah fantasi anda saja. Interaksi dunia nyata itu lebih menentukan untuk bisa mengubah hidup anda menjadi lebih baik.

Bagi saya jelas bahwa dunia maya hanyalah sebagai sarana untuk menyampaikan pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi orang lain. Saya tidak pernah mau ribut di linimasa orang. Apalagi terkesan merendahkan orang. Kalau saya suka ya saya like kalau engga saya ignore saja. Setiap saya posting tidak pernah tag orang lain agar tulisan saya dibaca oleh lingkaran pertemanannya. Saya membuat grup diskusi tidak memaksa orang untuk bergabung dan tidak promosi agar orang ikut gabung. Kalau suka tulisan saya ya silahkan gabung dengan syarat patuhi aturan saya. Kalau bergabung tetapi tidak membuat saya nyaman ya saya keluarkan. Biasa saja. Tidak ada hubungannya kehidupan pribadi saya dengan aktifitas saya di dunia maya. Artinya kalau anda saya keluarkan itu bukan karena pribadi saya membenci anda. Itu hanya aturan dunia maya, bukan dunia nyata. Jadi engga usah baper.

Kasus Novel Baswedan?

Belakangan ini terutama beberapa hari ini banyak sekali beredar opini seputar kasus NB. Saya tidak mau menanggapinya. Karena itu pendapat...