Senin, 10 Juli 2017

Bisnis kasino di Singapore

Di Singapore ada dua kawasan Casino. Satu, Marina Bay Sands Singapura, yang kedua Resorts World Sentosa. Marina Bay Sands di miliki oleh miliarder Sheldon Adelson asal Las Vegas. Dan Rasort World Sentosa dimiliki oleh Malaysia Genting Bhd. Casino Marina Bay Sands (MBS) menjadi salah satu kasino terbesar dan populer di kalangan wisatawan. Kasino ini memiliki empat lantai dengan luas 15 ribu meter persegi dan 600 meja judi serta 1500 mesin slot untuk para pengadu keberuntungan. Lantai pertama Casino MBS lebih ditujukan bagi para perokok dan lantai kedua bagi non-perokok. Sementara lantai ketiga dan keempat kasino ini hanya bisa diakses oleh kalangan terbatas.

Kedua perusahaan ini adalah investor dan sekaligus operator kasino di negara pulau itu. Siapa saja pelanggan terbesar kasino di Singapore ? Pertama adalah orang Indonesia. Kedua adalah orang China. Ketiga dari Brunei dan Malaysia sendiri. Bagaimana dengan orang singapore sendiri ? Tidak mudah untuk bisa main kasino. Karena mereka harus dipastikan benar benar mampu secara financial dan tidak termasuk dapat program jaminan sosial dari pemerintah. Juga tidak boleh orang yang mendapat fasilitas kredit kepemilikan rumah dan kendaraan. Disamping itu dikenakan biaya S$100 (Rp950 ribu) dan tidak boleh main lebih dari 24 jam. Juga keluarga Singapor boleh memasukan daftar anggota keluarganya dalam black list agar di larang masuk ke kawasan judi tersebut.

Apa manfaat bagi Singapore atas adanya kasino tersebut ? Sngapore dapat pajak dan retribusi. Disamping itu dapat multifllier effect dari andanya Kasino itu, Ada puluhan ribu orang bekerja di kasino ini. industri pariwisata singapore hidup, baik wisata bisnis maupun wisata budaya. Juga yang harus di catat bahwa menurut teman saya analis pasar uang, perputaran dana Kasino ini lebih dari USD 30 miliar  atau setara dengan Rp. 400 triliun setahun atau sama dengan 6 kali APBD DKI. Dahsyat kan.  Otomatis dari bisnis kasino  ini singapore bisa mengganti fee yang hilang dari uang panas akibat kembali ke Indonesia karena kebijakan tax Amnesty.

Kemarin sore saya bertemu dengan teman dari Macao yang juga eksekutif dari jaringan Sends casino yang punya kasino di Las Vegas dan Macao. Mereka sedang menjajaki business casino di Indonesia khususnya di wilayah bekas reklamasi.  Saya katakan bahwa UU tidak membenarkan Judi di Indonesia. Tapi menurutnya, di Malaysia dan Singapore juga UU melarang Judi tapi mereka berani melakukan revisi UU itu agar perjudian itu dapat di organisir tanpa terjadi penyimpangan terhadap orang yang tidak mampu dan berharap kaya dari Judi. Kalau dilarang, tentu akan terjadi judi gelap dan ini akan jadi penyakit sosial masyarakat.

Kalau Judi diadakan di Jakarta diwilayah khusus dibekas reklamasi maka itu dapat menjadi sumber PAD yang raksasa dan bisa mengurangi orang Indonesia yang berjudi ke singapore dan Malaysia.Ide Sandi untuk menjadikan ex reklamasi pantai utara jakarta sebagai pusat hiburan malam seperti las vegas atau los angeles patut di dengar.Apakah itu termasuk judi.? 




1 komentar: