Minggu, 01 Januari 2017

Data bloomberg tentang Jokowi..

Ingat 4 tahun lalu , teman saya di Hong Kong di tawari oleh mitranya dari Indonesia untuk terlibat dalam kemitraan bisnis oil dan gas. Bisnis ini tidak terkait dengan explorasi dan exploitasi tapi bidang refinery. Mitranya dari jakarta menyerahkan business proposal yang cukup tebal. Hanya sehari setelah menerima proposal itu, dia menolak untuk kerjasama. Apa pasal ? Teman itu punya data dan informasi yang lebih akurat dan dipercaya untuk memastikan informasi dan data yang di sampaikan calon mitranya dari jakarta itu tidak benar. Darimana dia dapatkan data dan informasi itu ? ya dari bloomberg. Berdasarkan data dan informasi dari bloomberg itulah , team nya melakukan analisa dan menyimpulkan kelayakan bisnis. Bloomberg mendapakan data dan informasi bukan hanya dari sumber resmi tapi juga bersinegeri dengan LSM yang kualitasnya teruji dan bekerja sesuai dengan standar Bloomberg. Biasanya LSM ini akan mendapatkan dana bantuan dari Blooomberg.

Bloomberg adalah perusahaan jasa yang bergerak di bidang penyedia data dan informasi meliputi Bloomberg news ( TV), Bloomberg Radio, Bloomberg business week dan bloomberg professional. Perusahaan di dirikan oleh Michael Bloomberg tahun 1981 yang pernah menjadi walikota New York. Saat sekarang Bloomberg mempunyai karyawan di perkirakan sebanyak 19.000 orang tersebar di seluruh dunia. Total penjualan Bloomberg tahun 2015 mencapai USD 9,3 miliar atau kurang lebih Rp. 120 triliun. Menurut majalah Forbes , Bloomberg masuk rangking 31 dari 500 perusahaan terbaik di dunia. Karena bisnis perusahaan menjual jasa maka kualitas jasanya tergantung kepada kualias Sumber Daya Manusia.  Ada yang unik dalam sistem rekrutkan pada bloomberg. Bahwa setiap pelamar harus menguasai tentang apa itu bloomberg termasuk visinya. Kenal dengan baik siapa pelanggan bloomberg. Hanya pelamar dengan kualitas terbaik dan tentu dari universitas terbaik di dunia yang di terima bekerja di bloomberg. Mereka bukan hanya di lihat dari kemampuan menguasai materi keilmuan tapi juga peka terhadap perubahan lingkungan sosial, politik, ekonomi dan budaya serta mempunyai visi international. Hampir semua lulusan universitas memimpikan berkarir di bloomberg. Karena di samping gaji dan tunjangan  besar , juga kesempatan belajar sangat besar. Bloomberg punya pusat pendidikan dengan mentor terbaik.

Di era globalisasi dan serba terbuka saat ini,  penguasaan data dan informasi bagi pelaku bisnis sangat penting untuk bisa unggul dalam putaran waktu. Begitu banyak informasi yang bertebaran di media massa dan datang bagaikan air bah setiap menit dan setiap jam. Sehingga sulit sekali untuk melakukan verifikasi dengan cepat. Karenanya memilih sumber informasi dan data adalah sangat penting agar dapat dengan cepat di analisa dan dijadikan bahan pengambil keputusan. Bloomberg di samping menyediakan berita mingguan, harian  juga menyediakan informasi real time secara online kepada members-nya.  Informasi itu berdatangan dari team bloomberg yang ada di seluruh dunia. Bloomberg tidak memberikan opini sepihak atas data dan informasi yang diberikannya. Pelanggan di persilahkan sendiri untuk menyimpulkannya dan tentu menggunakannya sesuai kebutuhan. Biaya keanggotaan bloomberg beragam dan ada yang mencapai USD 24,000/tahun untuk satu terminal.Tapi bloomberg juga menyediakan news yang gratis. Biasanya news tidak menyeluruh tapi hanya menyebutkan data dan informasi sepotong tentang hasil penelitiannya. Dan ini tentuk mendorong orang untuk melihat data selengkapnya dan tentu harus bayar.

Bloomberg dalam laporan tahunannya menampilkan data kinerja 8 pemimpin Asia dan Australia. Data tersebut berkaitan dengan tiga indikator yakni nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, dan penerimaan publik. Berdasarkan data tersebut maka semua yang paham statistik dapat menyimpulkan bahwa  Joko Widodo ( Jokowi ) sebagai presiden terbaik 2016 di antara delapan negara Asia - Australia. Menurut data Bloomberg, Jokowi terbukti mampu menguatkan nilai tukar sebesar 2,41 persen, menjaga pertumbuhan ekonomi 5,02 persen (tahun ke tahun), serta memiliki tingkat penerimaan publik cukup tinggi 69 persen. Semua pemimpin punya rapor merah atas tiga indikator itu namun Jokowi semua biru. Khusus untuk indikasi penerimaan publik, Bloomberg bekerja sama dengan SMRC melakukan survey dari bulan Juli 2015 sampai Oktober 2016.

Mungkin ada pihak yang meragukan data dan informasi dari bloomberg. Karena mereka tidak  terbiasa membaca data dan informasi yang rumit dan pasti bukan members bloomberg. Mereka terbiasa membaca berita yang sebagian besar bukan karya jurnalistik dan penelitian tapi hanya berisi opini nara sumber dengan data apa adanya dan cara pengolahan data tidak sesuai dengan kaidah keilmuan. Bagi yang sudah biasa dan juga members dari bloomberg maka  informasi yang disampaikan bloomberg tidak perlu di ragukan. Karena reputasi dan kredibilitas dalam penyajian data dan informasi , sejak berdiri sampai sekarang selalu terjaga tingkat kepercayaannya. Kalau tidak di percaya ya tidak mungkin orang mau bayar untuk secuil informasi. 

Jadi bloomberg bukan media yang hidup dari iklan remehan dan jurnalisnya di bayar ala kadarnya untuk menghasilkan berita abal abal dan hoax. BLoomberg tidak hidup dari donasi atau zakat tapi murni bisnis dengan jaminan reputasi dan kredibilitas data. Konsumen mereka adalah orang yang hidupnya mapan dan tidak ada urusan dengan politik kecuali bagaimana bisa mengembangkan bisnis dimanapun ,yang bisa membuat mereka nyaman dan punya masa depan. Dari data dan informasi bloomberg tahulah kita bahwa Indonesia berada ditangan orang baik dan tempat yang layak untuk make money...Apabila dua periode Jokowi berkuasa dan bisa bertahan dengan kinerja terbaiknya maka Indonesia bisa menjadi kelompok 4 negara termakmur di dunia… Semoga..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar