Senin, 19 Desember 2016

Antara Laba laba dan Merpati.


Di riwayatkan, sekelompok orang yang ingin membunuh Nabi Muhammad tepat berada di sebuah bukit yang ada guanya. Guat itu bernama Tsur. Dinamakan gua Tsur karena ditemukan oleh orang yang bernama Tsur bin Abdu Mapah.  Didalam gua itulah , Nabi bersama Abu Bakar sedang bersembunyi. Berkat kekuasaan Allah, mereka yang ingin membunuh Nabi itu batal masuk ke dalam gua itu. Allah tidak menggelapkan mata dan menyesatkan langkahnya, tapi menciptakan suasana yang sehingga membentuk persepsi orang terhadap realitas yang ada secara umum dan menyimpulkan sesuai pengalamannya. Apa itu? Pertama, gua itu terhalang oleh sarang laba laba. Semua tahu bahwa apabila ada sarang laba laba maka tempat itu lama tidak di lewati. Kedua, di pintu gua itu juga ada sarang burung merpati. Sehingga semakin mengkuatkan persepsi orang bahwa di dalam gua itu tidak mungkin ada orang bersembuyi. Ketiga, keberadaan gua itu terhalang oleh pohon Ummi Ghoilan. Artinya kalau ada orang masuk ke dalam gua itu tentu ranting pohon itu akan patah.

Mari kita lihat ada apa di balik Laba laba, merpati dan pohon. Mengapa Allah menempatkan tiga hal ini sebagai penolong Nabi dari kejaran kelompok yang ingin membunuhnya dan akhirnya membuat nabi selamat.

Pertama, dalam Surat Al Ankabut di sebutkan bahwa Laba laba memiliki sifat predator dan kanibal. Itu di lakukan Laba laba bukan hanya kepada mangsanya lain tapi juga kepada pasangannya. Sifat laba laba sangat egois dan individualis. Walau sarang laba laba itu terkesan rapuh namun talinya dan jeratannya mampu melumpuhkan mangsanya. Artinya antara Nabi sebagai pembawa pesan kebenaran, dan rombongan yang ingin membunuhnya yang belum tercerahkan,  ada batas tipis komunitas laba laba yang merupakan sifat terburuk yang harus di hindari oleh manusia yang beradab. Apa itu ? Sifat predator, kanibal, individual , dan egois. 

Kedua, burung merpati punya sifat utama bahwa ia  tidak pernah berganti ganti pasangan. Karena burung ini hanya memiliki 1 kekasih sepanjang umurnya. Kemudian, Burung merpati adalah hewan yang tahu kemana mereka harus pulang. Seberapapun jauh burung ini terbang mengudara pasti dia tahu dimana posisi rumahnya dan tempat dimana mereka menghabiskan sebagian hidupnya, karena burung merpati tidak ada yang pulang ke rumah orang lain. Burung merpati adalah burung yang sangat romantic. Kenapa dia burung romantic ? ketika burung jantan memberikan sebuah pujian pasti burung betinanya tertunduk malu, maka tak ada burung merpati yang saling mencaci maki.

Burung merpati tahu bagaimana pentingnya kerjasama. ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Mereka tak pernah sama sekali untuk melemparkan tugas yang sudah menjadi kewajiban mereka, Dan burung merpati tidak memiliki sebuah sifat dendam kepada sesame mereka ataupun binatang lainnya.

Ketiga, Gua itu terhalang oleh Pohon. KIta tahu bahwa pohon mengubah karbondioksida dari atmosfir dan melepas oksigen melalui sebuah proses yang disebut fotosintesis. Pada dasarnya, seluruh makhluk hidup di bumi membutuhkan oksigen untuk bernapas dan pohon menjalankan sebuah peran yang sangat penting dalam siklus oksigen global yang kompleks. Pohon membantu mengatur perubahan iklim. Mereka berperan melakukan isolasi untuk planet ini dan membantu untuk menjaga suhu bumi agar senantiasa konsisten. Pohon merupakan komponen yang sangat penting dalam siklus air. Pohon melembabkan udara melalui suatu proses yang dikenal dengan evapotranspirasi. Air yang terkandung dalam udara bergerak ke dalam dan jatuh yang sebagai hujan, yang akan menjaga perkembangan tumbuhan dan pertumbuhan pohon. Tanpa proses ini, planet bumi akan kerang dan tidak ada kehidupan.

***
Tidak ada peristiwa terjadi tanpa campur tangan Allah. Semua yang terjadi pasti mengandung hikmah bagi orang yang mau berpikir. Demikian nasehat ibu saya. Hikmah kisah ini luar biasa. Di luar gua tempat Nabi bersembunyi ada pohon yang melindungi Nabi. Kita di ingatkan bahwa di dalam gua ada Rasul sebagai pembawa kebenaran illahiah dan pohon yang ada di luar gua itu sumber kehidupan manusia. Ini sunattullah, bahwa alam tercipta sebagai tempat yang aman bagi manusia yang percaya kepada kebenaran Tuhan. Namun bila manusia tidak juga paham, maka bumi akan rusak dengan sendirinya. 

Ketika rombongan berhasil menyibak pohon itu untuk melihat gua yang di curigai sebagai tempat Nabi bersembunyi, maka itu tandanya manusia mulai tidak peduli dengan simbol sumber kehidupan. Namun keadaan itu masih bisa di redam asalkan manusia masih punya sifat cinta dan kasih sayang. Di pintu goa itu, Allah tempatkan Merpati bersama sarangnya. Bila Merpati dan sarangnya tidak juga di pedulikan maka cinta sudah mulai mengabur. Dan itu belum terlalu buruk asalkan manusia tidak punya sifat predator, kanibal, indvidual, egois seperti sifat laba laba. Dan sejarah membuktikan para rombongan yang berniat membunuh Nabi itu membatalkan niatnya karena itu . 

***
Di akhir zaman ini, manusia terbelah menjadi dua. Satu komunitas Merpati dan satu lagi komunitas laba laba. Diantara dua komunias ini ada dinding yang super tipis yaitu jaring laba laba. Komunitas Laba laba hidupnya terperangkap dalam jaring laba laba pemikiran yang membuat mereka mengisolasi dirinya terhadap komunitas lain. Menganggap di luar mereka adalah musuh yang harus di habisi. Bahkan bila keyakinan mereka di pertanyakan oleh sesama mereka, mereka bisa saling serang. Sifat egois dan individual yang kadang menjadi predator dan kanibal ini lahir bukan hanya karena pemikiran ekonomi dan politik tapi bisa juga karena faktor pemahaman agama yang sempit. Menganggap di luar mereka kafir dan yang tidak sejalan dengan mereka dianggap sesat dan untuk menyelesaikan masalah maka kekerasaan di halalkan, termasuk mengancam, membakar amarah, yang berujung kepada pembunuhan.Sehingga dunia tidak lagi damai.

Kebenaran Tuhan tak lain bagaimana memastikan agar manusia punya sifat gotong royong, penuh kasih dalam perbedaan, penuh cinta dalam kebersamaan untuk menjadikan perbedaan sebagai hikmah untuk mencapai kesempurnaan pribadi di hadapan Tuhan. Dari sikap ini maka manusia bisa mengembangkan potensi kebebasan berpikir dan mendapatkan tempat terhormat dalam setiap wacana tanpa ada pihak lain yang tersinggung. Karena kebenaran sejati tetaplah milik Tuhan. Manusia hanya di tugaskan menjalaninya dengan sabar dan penuh cinta. Tuhan menciptakan bumi ini lengkap dengan sistem yang super canggih yang sehingga menjadi tempat yang aman dan nyaman. Jangan rusak nikmat Allah ini karena akhlak kita rusak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar