Senin, 20 Agustus 2018

Generasi Milenial...



Waktu penerbangan Hong Kong -Jakarta, saya bertemu dengan anak muda di Pesawat. Pakai kaus oblong. Celana pendek. Penampilannya sederhana. Namun dari pancaran matanya dia nampak cerdas. Saya perkirakan usianya tak lebih 25 tahun. Awalnya dia cuek dengan saya. Mungkin karena saya sedang menulis blog lewat McPro saya, entah mengapa dia berusaha ramah dengan menegur saya lebih dulu. Tak lupa dia panggil saya “Om”. Dia tinggal di Jakarta. Ayahnya seorang Pilot. Pendidikan terakhirnya Ekonomi di salah satu PTS di Jakarta. Saya suka anak muda ini. Bahasa indonesianya bahasa anak milenial yang selalu mencampurkan bahasa inggeris kedalam bahasa indonesia. Kadang banyak idiom gaul juga dicampurkan. Untung saya punya anak perempuan seusia dia. Jadi bisa paham.

Dia cerita habis jalan jalan ke wilayah Mekong, Laos, Kamboja, Thailand. Dari sana dia terus ke Hong Kong untuk mengunjungi pemeran dagang. Saya tanya apa pekerjaannya ? dengan tersenyum anak muda ini menjawab “just make money “. Dia tidak menyebut dirinya sebagai pengusaha karena dia engga ada kantor. Dia juga bukan pegawai karena engga ada yang gajinya. Jadi gimana dia membiayai hidupnya ? apakah tergantung orang tua? Menurutnya, dari hobinya jalan jalan dia menghasilkan income lewat tulisan di blog tentang pengalamannya selama travelling. Dari beragam pengetahuan tentang produk berkualitas dan life style, dia mendapatkan fee sebagai reseler online dan ads. Dengan tersenyum dia bilang penghasilanya berkisar puluhan juta perbulan. Wowwww.!

Saya mencoba mengalihkan pembicaraan soal Politik. Dia tidak begitu antusias membahas soal kebijakan ekonomi makro atau sukses Jokowi selama memimpin. Menurutnya, biasa aja kalau Jokowi melakukan itu dan sukses. Karena dia kerja. Yang engga biasa itu kalau orang bilang Jokowi itu gagal. Nah itu baru ai bingung. Gagal apanya? banyak orang miskin ? dimana mana ada orang miskin. Tuhan saja yang katanya pengasih penyayang, engga menciptakan semua orang kaya. Gimana ceritanya kalau ada yang janji akan menghapus kemiskinan? emang dia lebih hebat dari Tuhan? orang bego aja yang percaya.

Ada yang bilang era Jokowi banyak pengangguran. Kata saya. Ai tambah bingung. Era Milenial orang tidak lagi diukur dari kerjaanya. Tetapi dari ATM nya. Dengan smartphone, akses uang ada digenggaman kita. Peluang bisnis terbuka lebar selebarnya. Mau apa saja dapatkan uang , ada jalannya. Dan itu enaknya, kita bisa make money dimana saja dan kapan saja. Lagi santai di cafe, kita tetap bisa make money. Lagi travelling , kita bisa terus datangkan uang ke ATM kita. Orang yang bilang nganggur itu karena memang dasarnya dia males dan bego. Smartphone bukan dipakai make money malah dipakai buat status hoax di medsos. Curhat lah. Sok bela agama lah. So moralis lah. Sok idealis lah. Emang dapat duit apa ? kagaklah. Itu hanya mastur politik. sekedar menghibur diri karena bokek.

Tapi mereka percaya dengan janji Politisi. Kata saya. Orang yang percaya dan mau di PHP itu secara kejiwaan dia memang udah miskin. Hidupnya selalu berharap bantuan orang lain. Makanya mudah percaya dengan janji orang. Sebetulnya orang sih engga janji amat. Hanya sekedar ngomong tanpa baper. Tapi dianya GR banget. Terlalu baper. Entar kalau janji engga sesuai kenyataan , nah mulailah curhat dan hujat kemana mana. Playing victim sekalian modus agar ada orang yang empati. Ya engga jauh dari mental modus, mental kere!. Saya terpesona dengan sikap hidup anak muda ini. Dan saya baru sadar bahwa saya sedang bicara dengan generasi milenial. Generasi Y.

Ciri khas generasi milenial adalah bersikap sangat rasional. Cenderung individualis dan have a fun. Engga percaya janji. Engga gampang di PHP. Engga jaim. Engga baper. Bersikap atas dasar fakta. “Apa sih prestasi Wowok? kecuali monumen kegagalan dan jaim engga jelas. Bego aja pilih dia. Kalau Jokowi, ai Yes! Katanya dengan tersenyum menutup diskusi politik. Selanjutnya bahas tentang seni dia menarik pengunjung blog dan mendatangkan uang lewat ads application di sosmed sekaligus jualan online.

***
Sejak era Xi Jinping, tidak ada lagi wajib kerja bagi lulusan SMU di China. Artinya para lulusan sekolah menjadi produk kapitalis. Mereka harus bersaing mencari pekerjaan. Padahal sebelumnya para lulusan SMU, tinggal datang ke kantor Depnaker, akan tersedia lapangan kerja. Apakah ini disikapi negatif oleh rakyat China? Tidak. Mereka justru senang sekali. Mereka merasa hidup karena mendapatkan kebebasan. Sesuatu yang langka bagi mereka selama ini. Walau tadinya pekerjaan disediakan negara tetapi mereka engga bisa memilih apa pekerjaan dan dimana kerjanya. “ Harta yang tak terhingga dalam kehidupan adalah kebebasan itu sendiri. Apa ada yang lebih tinggi nilainya dibandingkan hak akan kebebasan berkreasi dan berbuat. “ kata teman.

Didalam taksi saya mendapati berbagai barang dagangan didalam saku jok. Dari makanan ringan sampai charge hp. Bayarnya tidak perlu cash. Bisa menggunakan aplikasi weChat. Hampir setiap orang china punya akun WeChat yang berfungsi sebagai alat pembayaran. Supir taksi itu saya tanya apa pekerjaan dia sebelumnya. Dia bilang tadinya dia kerja di pabrik di bayar upah sebesar 3500 yuan atau Rp. 6.000.000 sebulan. Dia memilih berhenti. Jadi supir taksi disamping dapat penghasilan tetapi juga cara smart dia mendapatkan pelanggan menjual retail. Dari penjualan retail itu bisa menambah penghasilanya sebagai driver. Bahkan lebih besar dari penghasilan sebagai driver. Setiap bulan total penghasilannya bisa tiga kali dari upahnya dulu waktu jadi buruh pabrik. 

Ada wanita yang saya temui di Cafe. Dia sedang asyik dengan gadget nya. Apa yang dia lakukan?. Teman saya bilang bahwa wanita itu pegawai kantoran. Selepas jam kantor dia menawarkan diri lewat sosial media WeChat sebagai PL karaoke. Di China sekarang, pemerintah, melarang KTV menyediakan wanita penghibur. Jadi orang harus membawa sendiri PL dari luar. Dan itu pesannya lewat Wechat seperti kita pesan kendaraan via Grab. Wanita itu memanfaatkan peluang itu untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Apalagi dia bisa bahasa inggeris. menurut wanita itu dia  bisa mendatkan tambahan penghasilan dua kali dari gajinya di kantor.

Saya pernah bertemu dengan relasi bisnis dari Eropa. Dia bersama wanita cantik ketika bertemu dengan saya di Cafe. Saya bingung. Bagaimana dia udah punya teman wanita. Padahal dia baru datang ke Jakarta. Menurutnya dia dapatkan wanita itu dari ASIAN Escort lewat internet yang bermarkas di Hong Kong. Wanita itu dikontrak sebagai teman selama kunjungan di Jakarta dan sekaligus guide. Berapa penghasilan wanita itu sebagai escort ini? jangan kaget. Sebulan bisa dapat USD 3000. Tidak termasuk tips kalau bersedia service plus. Makanya bego aja kalau ada pria baper dengan cewek yang matre dan cewek yang bangga karena cantiknya. Karena kalau hanya cantik, akses mendapatkanya sangat mudah. Tinggal buka smartphone. you can get it easy. Apa yang mau dibanggain

Jadi apa yang dapat kita ambil hikmah dari adanya kemajuan IT ini? adalah kebebasan. Dari kebebasan ini orang punya kemudahan mengembangkan inner powernya untuk menentukan sikap tanpa harus tergantung dengan siapapun. Itu sebabnya engga gampang dapat pekerja kasar di kota besar di China. Mengapa ? karena berkat tekhnologi orang punya banyak pilihan untuk mendapatkan income. Apapun ada yang bisa mendatangkan uang. Ruang transaksi terbuka luas dimana saja. Lantas apa yang berharga dari itu semua ? WAKTU ! di era IT ini yang akan unggul adalah orang yang cerdas memanfaatkan waktu dengan efektif tanpa kehilangan moment untuk bahagia dengan cara sederhana. Mencari rezeki mudah dan bahagiapun mudah.

Minggu, 19 Agustus 2018

Kampanye global Indonesia.


Saya sering dapat tamu dari Amerika atau Eropa atau China yang memilih tempat pertemuan di Singapore kalau saya lagi di Jakarta. Saya tanya alasan mereka. Sebagian besar karena soal kenyamanan. Tahukan apa maksud nyaman? rasa aman dari segala rasa kawatir. Mengapa mereka sampai paranoid begitu terhadap Indonesia? itu lebih disebabkan soal pilihan atas persepsi yang sudah terbentuk lebih dulu dalam diri mereka. Bahwa bagi mereka Indonesia tidak aman. Sebagian besar wisatawan China yang datang ke Indonesia umumnya adalah low class. Yang middle class dan high class umumnya memilih tempat piknik ke Eropa dan Jepang. Quota exit permit untuk wista ke Indonesia hanya 15 juta. Kalah jauh dengan destinasi ke Jepang yang mencampai kurang lebih 25 juta wisatawan CHina.

Itu dari segi wisata. Kalau wisata saja mereka ragu datang ke Indonesia bagaimana dengan investasi. Tentu sama saja. Kalaupun ada investor yang masuk ke Indonesia dari luar negeri umumnya adalah investor institusi yang sudah punya bekal riset yang cukup terhadap indonesia. Tetapi investor private tidak mudah mengubah persepsi yang sudah terbentuk sedemikian rupa. Apalagi secara bisnis mereka umummya sudah mapan dan lagi mereka juga tahu begitu banyak pilihan investasi yang lebih baik dari Indonesia seperti Vietnam, Malaysia, Thailand. Sehingga ketika menentukan pilihan selalu Indonesia ditempat peringkat belakang setelah negara lain. Ini fakta yang saya rasakan. Terbukti tahun ini holding saya untuk bisnis di Asia Tenggaran ditempat di KL. Saya tidak bisa menolak.

Jokowi sadar betul bahwa masalah kampanye wisata dan investasi untuk indonesia selama ini sangat lemah. Umumnya dilakukan secara normative melalui kantor kedutaan, perwakilan Indonesia di luar negeri dan ikut pameran. Namun kampanye yang spektakuler berkelas dunia, menjadi perhatian global jarang dilakukan. Tahun ini ada ajang ASIAN Games. Ini benar benar dimanfaatkan dengan baik oleh Jokowi sebagai sarana promosi Indonesia. Persiapan pembukaan ASIAN Games itu tidak lakukan sehari tetapi lebih dari setahun. Semua aspek design kampanye dibuat secara detail dengan melibatkan konsultan promosi berdedikasi international. Yang hebatnya , Jokowi sendiri sebagai presiden tampil sebagai aktor kampanye ini dengan sentuhan profesional. Ini mungkin pertama kali didunia seorang presiden tampil sebagai aktor kampanye kenegaraan.

Setelah ASIAN GAMES, oktober tahun ini akan ada perhelatan akbar pertemuan IMF dan World Bank group yang akan dihadiri oleh menteri ekonomi dari seluruh dunia. Akan dihadiri oleh undangan VVIP yang merupakan investor kelas dunia. Akan dihadiri oleh institusi Keuangan baik dibawah World bank group maupun lembaga perbankan first class. Acara itu akan diadakan di Bali. Tentu persiapan ini dilakukan dengan seksama sebagai ajang promosi investasi dan wisata Indonesia. Tidak tanggung tanggung anggaran untuk pertemuan akbar ini menelan biaya sebesar hampir Rp. 1 triliun. Semua demi membangun image bahwa indonesia ramah investasi dan tempat excting wista bagi siapa saja. Apa hasilnya ? Jelas luar biasa mengubah persepsi buruk orang terhadap Indonesia.

Contoh soal ASIAN GAMES, kemarin banyak email dari relasi saya di China, Jepang, Korea dan Eropa yang kagum atas pentas pembukaan ASIAN GAMES yang mereka nilai spektakuler. Bagi mereka, kalaulah Indonesia tidak aman , tentuk tidak mungkin presiden bisa mengendarai motor masuk ketempat acara. Tidak ada keributan dan tidak nampak Polisi berjaga dengan wajah angker. Semua damai dalam suasana ceria. Peristiwa ASIAN GAMES ini terus menjadi viral diberbagai media sosial di Luar negeri. Dahsyat sekali pengaruh dari kampanye ini terhadap persepsi orang asing kepada Indonesia. Jadi ini bukan pencitraan kampanye Pilpres tetapi kampanye investasi dan wisata. Tolong jangan GR seakan Jokowi lagi kampanye politik

Sabtu, 18 Agustus 2018

Orang baik, dan pembenci.

Karena takdir, teman saya memulai ceritanya, akhirnya saya yang miskin menikah dengan putri orang kaya. Tapi perkawinan yang walau direstui orang tua namun menimbulkan kebencian dari keluarga wanita. Mereka kawatir saya akan memanfaatkan harta keluarga istri. Maklum saya terlahir dari keluarga miskin. Namun berlalunya waktu kecurigaan itu tidak terbukti. Saya malah bisa membahagiakan istri dan anak anak dengan kerja keras saya. Namun sebagai pengusaha jatuh dan bangun itu bisa saja terjadi kapan saja. Dan terbukti pada diri saya yang akhirnya jatuh juga. Semua harta terpaksa di jual termasuk rumah. Atas saran istri, kami pindah kerumah mertua. Namun sikap sinis dari keluarga istri sangat luar biasa. Bahkan salah satu anggota keluarga istri meludahi muka saya.

Kebencian demi kebencian terhadap saya dasarnya karena tidak menyukai saya. Dan mereka selalu punya alasan menyesali kehadiran saya dalam keluarga besar mereka. Ketika saya diusir dari rumah mertua, sayapun tidak merasa terhina. Mereka punya hak mengusir saya. Walau istri saya mamaksa untuk ikut saya namun saya sadar itu bukan jalan terbaik. Karena ekonomi saya sedang hancur. Dan menerima saran mertua agar istri tinggal dirumah juga tidak salah. Saya janji akan menjemput istri dan anak anak saya untuk berkumpul kembali setelah saya punya penghasilan. Saya harus kerja keras membuktikan bahwa saya pantas dicintai dan mencintai. Tidak lebih 1 tahun, saya berhasil menemukan pijakan untuk bangkit kembali. Sayapun menjemput istri dan anak saya kembali kerumah yang saya beli.

Berlalunya waktu, mertua sudah meninggal. Harta warisan diperebutkan oleh anak anaknya. Bahkan istri saya tidak dapat bagian. Saya sarankan agar istri ikhlas saja. Tak sampai bilangan lima jari tahun berlalu, harta yang dikuasai masing masing anak itu, habis. Satu demi satu mereka jatuh miskin. Karena keadaan ekonomi saya semakin membaik, maka satu demi satu mereka saya tolong sebisa saya. Akhirnya kini kebencian mereka berubah menjadi cinta. Butuh waktu lebih dari 20 tahun untuk bisa mengubah benci menjadi cinta itu. Dan untuk mengubahnya tidak dengan kebencian dilawan benci atau dendam. Tapi dengan cinta. Dengan pengorbanan. Dengan keihlasan untuk memaklumi. Dengan keikhlasan untuk memaafkan.

Sebegitu besarnya kebencian sebagian orang kepada Jokowi, tapi dihadapinya tidak dengan curhat di sosmed, atau melaporkan orang itu kepolisi. Dia hadapi kebencian itu dengan cinta melalui kerja keras. Berkali kali Presiden berganti sejak reformasi dan berkali kali wacana reformasi agraria dengan redistribusi tanah kepada rakyat miskin di canangkan namun tidak kunjung direalisasikan. Tapi Jokowi melaksanakannya. Berkali kali wacana membangun jalan Papua dari barat ketimur dan dari utara kesalatan. Tapi wacana tinggal wacana. Di era jokowi itu ditunaikan. Begitu bencinya rakyat Jakarta kepada Ahok dan tidak menjadikannya terpilih kembali , namun cintanya kepada rakyat DKI tidak berkurang. Di masa sisa jabatannya berhasil membangun sistem IT agar APBD DKI transfarance di hadapan KPK dan BPK. Jadi siapapun jadi gubernur , APBD akan mudah diawasi.

Ketika Ahok masuk penjara, yang merupakan puncak dari kebencian orang banyak terhadapnya, justru Ahok mendunia. Dukungan dalam negeri dan luar negeri semakin besar dan luas. Tak bisa dibayangkan seorang politisi yang berkarir seumur jagung bisa mengalahkan popularitas seorang jenderal dan politisi yang puluhan tahun beriklan. Bukan itu saja, dukungan kepada Ahok juga adalah dukungan kepada Jokowi yang semakin luas. Benarlah , ketika anda dibenci, namun tetap dalam sabar maka Tuhan akan mengangkat derajat anda. Sebaliknya kepada yang orang yang membenci maka selain dosa , Tuhan juga akan mengembalikan kebencian itu kepada dirinya. Sementara orang baik dalam kondisi apapun dia akan selalu baik baik saja. Karena Tuhan bersamanya.

Jokowi Pembaharu


Seorang fund Manager asing berkata kepada saya “ entah apa yang akan terjadi bila saja bukan Jokowi presiden anda. Karena angin tornado yang bertiup dari AS sejak tahun 2008 sudah sampai di Indonesia di tahun 2013 dan meluas kesemua sektor membuat berderak makro ekonomi. Indonesia mengalami defisit current account yang merupakan gabungan semua defisit. Sangat mengerikan akan masa depan Indonesia. Tanpa perubahan politik rasanya sulit untuk melewati badai ekonomi. Tetapi Jokowi tidak punya power merubah politik secara drastis. Karena kekuasaan di DPR dari koalisinya tidak cukup untuk melakukan perubahan.

Apakah Jokowi stuck? Tidak. Banyak kebijakan keras dibuatnya yang di era sebelumnya hampir tidak mungkin bisa diterapkan seperti reformasi migas dan anggaran termsuk Pajak. Entah mengapa serangan dari DPR dan politisi tidak membuat langkahnya surut. The show must go on. Dia nothing to lose yang tidak tersandera dengan masa lalu karana ia bukan bagian dari oligarki politik masa lalu. Ditengah anggaran yang difisit sebagai warisan masa lalu, dia terus mencari terobosan untuk terus punya ruang berimprovisasi menciptakan solusi agar roda pembangun terus bergerak. Tahun demi tahun dilaluinya. Awalnya orang meragukannya dan akhirnya lawanya kehilangan kata kata untuk menekannya dan harus mengakui dia memang berkah bagi Indonesia ditengah krisis ekonomi.

Jokowi memang bukan militer yang tampil gagah membawa senjata dan bertubuh berat sepeti gajah bengkak. Tubuhnya kerempeng tetapi nyalinya mengalahkan jenderal yang tak pernah punya nyali mereformasi migas dan menenggelamkan kapal pencuri ikan. Dia bukan profesor ekonomi tetapi dia menjadikan menteri keuangannya terbaik sedunia. Dia bukan insinyur bangunan tetapi dia menjadi presiden yang paling banyak membuat waduk dan toll sepanjang sejarah negeri ini. Dia bukan ulama dan tidak hafal Al Quran tetapi dia paling kuat dan sabar menahan cercaan kebencian. Dia hanyalah pria biasa yang setia dengan istrinya dan mencitai keluarganya dengan cara sederhana. Dan berharap rakyat pun menyikapi bahwa sebuah kekuasaan bukanlah segala galanya. Sikapi pemilu dengan cara sederhana bahwa kekuasaan adalah Amanah yang harus diemban dan diperjuangkan dengan keterlibatan semua pihak agar negeri ini bergerak maju lebih baik.

***
Hujan telah reda. Dari kaca lebar di cafe hotel bintang lima , saya melempar pandangan ke jalan utama jakarta. Kemudian teman saya dari New York mengatakan “ Tak pernah terbayangkan. Negeri ini yang tahun 1998 tercabik cabik ekonominya, seakan tak ada harapan untuk bangkit. Semua harapan di bangun era Soeharto tenggelam begitu saja. Namun kini dengan GDP diatas 1triliun, di prediksi 3 tahun lagi akan tembus USD 2 triliun. Indonesia masuk kelompok negara maju. Semua lembaga riset international menyimpulkan bahwa Indonesia punya plaform ekonomi yang kokoh di era Jokowi yang mampu meningkatkan kapasitas 5,4 % (pa) pertumbuhan ekonomi. Di perkirakan tahun 2020 Indonesia sudah diatas Austalia, Rusia, Spanyol, Belanda.

Indonesia memang rajawali perkasa. Tak seperti si Panda ( china ) yang imut atau Gajah ( India ) yang lamban. Defisit APBN China terhadap GDP diatas 3 % sementara India mencapai 7%. Sementara Indonesia tumbuh dengan defisit di bawah 3%. Bagaimana dengan hutang? Rasion Utang China terhadap GDP diatas 45%. India diatas 60 % tapi indonesia mampu bertahan di bawah 30%. Bahkan rasio utang indonesia di bawah rasio rata rata negara Emerging Market dan Middle Income Economies. Yang luar biasa , ini di lakukan Jokowi ditengah tekanan politik yang tiada henti. Dalam proses reformasi anggaran dan pajak yang penuh gejolak. Perubahan orientasi dari konsumsi ke produksi yang di bayangi turunnya harga komoditas utama. Saya rasa presiden anda bukan hanya cerdas tapi Tuhan bersama dia. "
Mengapa ?

" Rajawali itu melesat kencang keatas di tengah awan gelap dan petir semesta. Tak nampak ragu sama sekali untuk bersikap tegas melawan hegemoni Cina dan AS di laut China selatan. Tak ragu melawan hegemoni AS di bisnis SDA. Tak ragu meminta agar IMF di reformasi. Tak ragu menghadang setiap aksi intolerance di dalam maupun di luar negeri. Tak ragu menjadikan demokrasi sebagai sistem dan transfaransi sebagai sumber kekuatan untuk keadilian. Membangun ekonomi berspektrum global dengan kekuatan mental sebagai petarung yang martabat ,membuat Jokowi punya kelas sebagai pemimpin bukan hanya lokal tapi global. " Kata teman. Saya hanya tersenyum.

Kekuatan Jokowi karena didukung kelompok menengah yang kuat, sebagian besar adalah anak muda yang punya akal sehat. Sementara dia hanyalah masinis di lokomotip kaum marhaen yang mengutamakan nasionalisme untuk lahirnya keadilan sosial bagi semua sesuai Pancasila...Sesuatu yang menjadi cita cita para pendiri bangsa ini. We yearn for the prosperity of the country since 1945, independence. " Kata saya mengakhiri pertemuan itu....

Sabtu, 28 Juli 2018

Agama itu jalan sepi


Weekend saya datang ke Daerah Dongguan untuk ninjau Pabrik. Saya mengajak mitra bisnis saya untuk makan siang. Kami mendatangi restoran muslim yang ada di Guangzou. Tempatnya ada di sayab kanan loby office building. Kesan pertama saya masuk ke restoran ini mewah dan sangat private. Menurut mitra saya, pemilik restoran ini adalah classmate nya waktu di SMU di Changsa. Dia sengaja menjemput kami di depan pintu restoran. Kami dituntun keruang private. Kebetulan teman mitra saya ini beragama islam. Sama dengan mitra saya juga beragama islam. Hidangan pembuka sambil menanti menu yang kami pesan datang adalah Kerupuk Udang yang khusus di impor dari Medan.
“ Saya senang ternyata orang muslim exist sebagai pengusaha di China. “ Kata saya. 
“ Mr. B, di sini agama adalah ranah pribadi yang tidak pernah dibahas oleh siapapun. Pemerintah juga tidak mau pusing orang beragama atau tidak. Yang penting orang itu bisa berproduksi dan bayar pajak. Itu saja. “
“ Oh ya. “ 
“ Saya ada cerita soal agama khususnya islam di China. “ Kata teman mitra saya. Bahasa inggeris sangat bagus. Karena tadinya dia bekerja sebagai PR perusahaan penerbangan. Pensiun dini untuk berwiraswasta dengan membukan restoran. Pelanggan utamanya adalah relasinya waktu masih sebagai PR di perusahaan penerbangan.
“ Di suatu Desa di provinsi Hunan,” Katanya memulai cerita. “ada seorang pemuda yang datang dari kota. Desa itu sebagian besar beragama Islam. Kehidupan sehari hari desa itu dari hasil pertanian dan Pengrajin lampu. Pemuda ini datang ke desa menjadi pembeli barang kerajinan. Setiap hari dia mendatangi rumah pengrajin. Dia akan beli seharga yang pantas. Dia jarang bicara banyak namun kedatangannya dirumah selalu dinanti oleh penduduk desa. Setiap bulan sekali , pemuda itu pergi ke kota untuk menjual barang dagangannya. BIasanya tiga hari di kota dia sudah kembali di desa.

Orang desa tahu bahwa dia beragama islam. Hanya membedakan dia dengan orang kampung dia tidak berjanggut dan kopiah putih. Dia seperti layaknya pemuda pada umumnya. Sebagai juragan tergolong kaya, dia disenangi oleh orang kampung. Namun ada juga sebagian tidak suka dengan dia. Khususnya tokoh masyarakat desa termasuk petugas Partai Komunis yang ada didesa itu dan kelurga kaya. Apalagi sudah semakin banyak para anak gadis yang membicarakan pemuda ini. Hampir semua bermimpi agar pemuda ini menjadi suami mereka. Pemuda ini termasuk ramah.

Setiap sholat Jumat, Pemuda ini datang selalu menjelang azan.Pulang lebih dulu. Kesan beragama seperti ini membuat tokoh masyarakat yang muslim tidak menyukainya. Kalau ada kegiatan beramal, pemuda ini selalu menghindar untuk memberikan sumbangan. Namun para pemuda kampung sering datang ke rumah pemuda ini. Ada yang diperkerjakannya sebagai tukang packaging barang. Ada juga pengrajin yang kurang modal, dibantunya sebagai mitra. Hasilnya dibagi sama. Lambat laun pemuda ini semakin mendapat perhatian para pemuda kampung. Dia semakin populer. Ekonomi desa bergairah. Namun tokoh masyarakat semakin membencinya.

Malang tak dapat ditolak. Yang terjadi terjadilah. Disuatu malam, orang kampung mengaraknya seraya memukuli pemuda ini. Karena tertangkap basah sedang dirumah janda miskin. Persekusi dan ekseskusi dipimpin oleh tokoh masyarakat dan pemuda dari keluarga kaya. Dia tiduh berzina. Wanita itu mengakui bahwa pemuda itu akan memperkosanya. Sebelum sampai di kantor polisi, pemuda itu menjemput ajal. Berlaku takdir untuknya. Kembali kepada Tuhan.

Petugas Polisi ketika akan mengadobsi Pemuda itu, terkesima. Darah pemuda itu harum. Bahunya nampak legam. Seakan bertahun tahun pemuda ini bekerja sebagai tukang panggul. Padahal dia orang kaya. Punya pekerja membantunya untuk memanggul beban berat. Tetapi mengapa bahunya lebam? Yang menakjubkan adalah sehari di rumah sakit, seluruh wajah yang hancur dipukuli seketika bersih seakan tidak pernah ada cedera. Wajah pemuda itu bercahaya seakan jiwanya begitu tenang menjemput ajal. “ kata teman mitra saya. Dia tersenyum seraya menarik nafas panjang.

Saya terdiam dan siap terus menyimak cerita. 

“ Sebulan setelah pemuda itu wafat…” Lanjutnya “ Orang terkejut karena banyak janda miskin dan orang tua miskin yang mempertanyakan beras yang selalu ada didepan pintu pagi hari setiap akhir bulan. Biasanya didalam karung beras itu ada amplop merah berisi uang. Kini tidak ada lagi. Banyak pemuda miskin dan pengrajin yang kehilangan mentor dari pemuda itu.

Petugas Partai dari tingkat kebupaten melakukan penyelidikan atas kasus kematian pemuda itu. Menyimpulkan bahwa penganiayaan itu direkayasa oleh tokoh masyarakat dan pemuda yang terprovokasi pemahaman agama yang salah. Tuduhan kepada pemuda itu adalah dia menjauhkan pemuda kampung dari masjid. Lebih focus kepada urusan dunia dan lupa agama. Ini dibuktikan dari hasil investigasi dengan para pemuda kampung. “ katanya.

“ Bagaimana dengan janda miskin itu ? Tanya saya.

“ Janda miskin itu akhirnya mengakui bahwa pemuda itu datang kerumah malam malam untuk mengantar uang berobat anaknya. Tetapi dia terprovokasi oleh tokoh masyarakat untuk menjebak pemuda itu. Jadi ada sifat cemburu karena GR kepada pemuda itu. Karena pemuda itu banyak disukai oleh wanita di kampung.

“ Karena itu keadilan harus ditegakan kepada mereka yang mengakibatkan pemuda itu wafat. Sekretaris partai didesa itu di hukum mati. Tokoh agama yang terlibat di kenakan hukum kerja paksa. Mereka harus di hukum melalui kerja agar paham arti bagaimana menjalani hidup. Bahwa hidup itu bukan retorika tetapi berkarya untuk paling banyak manfaat bagi orang lain. “

Saya terhenyak.

“ Mr. B…” kata mitra saya. “ itu satu contoh betapa agama itu bisa jadi perusak bagi orang yang lemah berproduksi dan punya mental tangan dibawah. Agama dijadikan alat memprovokasi orang untuk marah dalam kebodohan. Keimanan mereka berubah menjadi cemburu buta. Lupa seharusnya dalam marahpun harus adil. Bukan hanya perbuatan, bahkan dalam pikiranpun harus adil. Agama itu adalah perbuatan. Perbuatan berbagi cinta kasih karena Tuhan. Yang tidak perlu diangkat setinggi langit agar orang tahu bahwa dia hebat beragama. Agama itu masalah privasi antara manusia dengan Tuhannya, yang diaktualkan dalam nilia nilai kemanusiaan. Cinta kasih dan berbagi dalam sepi…itulah hakikat islam sesungguhnya.

***
Walau Partai komunis selama revolusi kebudayaan melarang umat islam melaksanakan ritual agama secara bebas namun hakikat islam tetap hidup didalam jiwa orang china. Mengapa ? Karena Agama dan budaya melekat dalam diri mereka. Sehingga tidak mudah luntur dan tidak sulit menyebar kepada non islam. Mungkin sebagian besar orang China tidak mengucapkan dua kalimasahadat. Tapi mereka paham konsep Tuhan dalam Islam dan mengakui bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah dan tiada tuhan selain Allah. Tentu mereka tidak menyebut seperti bahasa Arab, yaitu Allah tapi dalam bahasa China seperti Chen Chu atau Tuhan sejati atau Chen-I atau Esa sejati, atau Chen Tsai atau Penguasa sejati .Ya sama seperti orang jawa menyebut Allah, gusti pangeran, dan lain sebagainya. Sementara sebutan rasul adalah Sheng -Hsien atau orang orang arif dan berguna. Sama seperti orang jawa menyebut Rasul, Kanjeng Nabi.

Sementara ajaran islam itu mereka sebut Ch'ing- Chen Chiao atau kalau diterjemahkan ajaran yang suci dan sejati. Mereka tidak membaca AL Quran tapi buku yang ditulis ulama China mereka baca dan pahami. Mereka tidak perlu pertanyakan apakah tafsir itu benar atau salah. Selagi tidak bertentangan dengan budaya atau tradisi mereka ya itu dianggap sudah benar. Bagi mereka, Agama selain bagai elang yang terbang dengan idealisme spiritual yang tinggi untuk mencapai kesempurnaan pribadi, tetapi juga membumi bagai induk ayam yang terlibat secara etis pragmatis dalam keseharian. Paham neo konfusian itu sebagai lampu rakyat China bagaimana mereka membangun peradaban.

Mengapa Islam di CHina dipahami seperti itu ?

Sebelum abad 17, para ulama besar China menulis buku berisi tentang bagaimana memahami ajaran Islam. Lebih banyak soal fiqih. Komunitas Islam di China tumbuh seperti itu sebelumya. Abad ke 17 muncul ulama hebat bernama Wang Tai Yu. Dia ingin mengubah sudut pandang terhadap islam. Harus menyeimbangkan pemahaman langit dan bumi. Wang menulis buku yang berjudul " Chinese Gleams of Sufi Light” ( terjemahan inggeris ). Kalau anda membaca buku itu akan bisa membuka tabir bagaimana sebetulnya orang china memandang Islam. Pemahaman islam yang disampaikan oleh Wang lebih kepada mengaktualkan islam dalam akhlak. Bagaimana Islam bisa melahirkan semangat kemandirian ditengah masyarakat. Bagaimana mentranformasi dari masyarakat yang nrimo, apatis , pesimis, korup menjadi masyarakat yang progressive, passion, berikhsan. Buku tersebut mengubah prakonsepsi - prakonsepsi tentang peran Islam di China.

Seorang perwira Militer China, ketika saya tanya mengenai buku Wang, dia mengatakan bahwa apa yang ditulis oleh Wang tentang islam, menyimpulkan bahwa islam adalah ajaran yang luar biasa. Dan kami mengakui itu. Kehebatan Wang dalam menyapaikan ajaran islam itu, dia tidak sama sekali menghilangkan ajaran konfusian, namun dia menyebut dengan Neo Konfusian. Cara dia menyampaikan ajaran itu tidak menggunakan bahasa arab tapi menggunakan padanan bahasa yang ada pada konfusiasisme, taoisme dan budhisme. Tradisi China yang memang tidak melanggar Tauhid ya tidak di hapus atau tidak dikatakan bidaah. Dan kalaupun dinilai melanggar Tauhid maka di luruskan dengan modifikasi yang tetap tidak menghilangkan tradisi China. Seperti cara Walisongo menyiarkan islam di tanah jawa. Tradisi jawa tidak di hilangkan namun di perbaiki sesuai dengan prinsip tauhid.


Pemahaman Islam di China khususnya di wilayah Selatan China seperti Guangzou, Yunnan, Hunan, Guangxie memang seperti tafsir Wang. Tetapi di daerah China seperti Xinjiang memang masih terjebak dengan islam aliran. Makanya mereka ngotot minta dijadikan daerah khusus syariah. Walau UU Khusus syariah untuk daerah di Xinjiang diberikan oleh Pemerintah China, namun daerah itu tetap terbelakang dibandingkan daerah China lainnya. Bahkan sering terjadi konflik dengan pemerintah pusat. Karena mereka ingin memisahkan diri dengan China. Ingin mendirikan negara islam sendiri. Ya pemahaman islam berbeda maka berbeda juga hasilnya. Apalagi bila islam dibawa ke ranah politik yang lahir bukan peradaban pekerja keras dan kasih sayang tetapi petualang politik dan rakus, barbar, doyan tawuran tiada henti.

Rabu, 18 Juli 2018

Feodalisme



Tadi saya ketemu dengan teman lama seorang aktifis kemanusiaan. Dulu 8 tahun lalu saya pernah satu team dengan dia di China western development program. Di usia kepala empat dia nampak lebih muda dari usianya. Dia datang ke indonesia menemui mitra kerjannya. Sore hari dia sempatkan bertemu saya. “ Kamu kan janji akan undang saya dinner. Kemana kita pergi ? Katanya ketika bertemu di loby hotel. Saya ajak dia ke kawasan Pecenongan makan seafood di restoran kaki lima. Dia menikmati suasana tempat kami nongkrong. “ Hampir semua Sino Indo ya. “ Katanya.
“ Ya ini kawasan China town di Jakarta. “ 
“ Oh Ya. “
Seorang pengamen datang membawakan lagu. Saya minta pengamen itu membawakan lagu “ You Liang Dai “ dari Teresa Tang. Kebetulan pengamen bisa membawakan dengan baik. Usai menyanyi itu, saya beri tip. Dia tersenyum. “ Indonesia nampak pesat sekali pembangunan. Itu saya tahu dari media massa. Moga besok saya ada kesempatan ke Yogya dan kemudian ke Pontianak. “ 
“ Besok saya ke Hong Kong. Hati hati di jalan ya.” Kata saya.
“ Untung saja aku datang lebih awal. Aku bisa ketemu kamu. Walau hanya sebentar. “ 
“ 10 tahun ya kita ketemu bisa dihitung jari.”

Dia tersenyum.

“ Saya membayangkan betapa hebatnya Indonesia. Dari data ekonomi yang saya baca,luar biasa sekali pencapaiannya dalam tiga tahun terakhir. China butuh 10 tahun untuk meletakan pondasi reformasi ekonomi. Ketika Deng memulai reformasi , kami diuntungkan pasar dunia sedang bergairah. Tetapi Presiden anda memulai reformasi ditengah krisis global dan defisit anggaran. Dan sukses melewati goncangan demi goncangan. Tentu yang terberat adalah tahun tahun awal dia berkuasa. Bagaimana itu bisa terjadi ?

“ Sebagian besar rakyat Indonesia memang tidak berharap banyak kepada Presiden terpilih. Kami hanya ingin jangan lagi ada pemimpin yang masih ada kaitannya dengan masa lalu. Kami ingin mengubur masa lalu agar kami bisa melihat ke masa depan. Itu sebabnya presiden kami pilih. Setelah itu kami siap menerima perubahan walau harus menyakitkan. Kami sadar itu.”

“ Luar biasa. Tanpa revolusi kebudayaan, rakyat anda bisa memaklumi perubahan. Bagaimana bisa ?

“ Karena kami negara religius. Kami percaya kepada Tuhan dan sadar bahwa Tuhan tidak akan menolong kami bila kami tidak bisa menolong diri kami sendiri. Pemimpin hanya memberikan arah kemana kami harus melangkah. Dia bekerja keras melaksanakan amanah dengan rendah hati dan kami percaya itu. Selebihnya kamilah yang harus berbuat apa saja agar negeri ini bergerak kedepan untuk anak cucu kami.”

Dia nampak terpesona dengan ucapan saya. “ GNP indonesia telah tembus USD 1 tiliun. Indonesia masuk kelompok negara USD 1 triliun GNP. Tidak biisa dibayangkan indonesia akan seperkasa ini kalau melihat kejatuhan ekonomi tahun 1998. Tapi benar katamu. Semua karena pemimpin yang amanah dan rakyat yang sadar untuk berubah dan berdamai dengan masa lalu. Damai itu lebih baik walau memang menyakitkan. Ya, kan “ Katanya tersenyum.

Saya mengangguk.

“ Eh. tahun depan akan ada election ya. Kira kira gimana peluang MR. Jokowi ?

“ Kemungkinan akan terpilih lagi. Tetapi para oposan selalu mengangkat issue klassik soal kemiskinan dan harga naik. “ Kata saya dengan wajah sendu.

“ Bro, dengar ya. Penyakit kebudayaan negara yang pernah terjajah oleh kaum feodal selalu tidak ingin ada orang baik membela kepentingan orang banyak. Bagi mereka negara dan bangsa itu hanya sebatas bungkus namun hakikatnya adalah bagaimana mengekalkan budaya feodal. Budaya menjajah. Padahal kemiskinan itu akan selalu ada. Harga akan selalu naik. Siapapun presidennya. Tidak ada sistem negara yang sempurna. Tuhan pun tidak menciptakan manusia semua kaya dan longgar. Ya, kan.

“ Siapapun calon pemimpin seharusnya tidak lagi menggunakan retorika kemiskinan untuk mendekati simiskin. Tetapi bagaimana mendelivery solusi untuk dekat kepada rakyat. Didalam sistem demokrasi yang saya perhatikan, kadang banyak pemimpin populis justru datang dari kaum feodal yang tidak pernah berbuat nyata ditengah rakyat. Mereka berada di istana gading feodalisme. Hadir ditengah seminar kemiskinan tetapi mereka tidak pernah dekat dengan orang miksin. Bahkan makan sesuai menu orang miskin pun hanya dilakukan ketika kampanye. Ini penyakit kebudayaan.

“ Untunglah mayoritas rakyat Indonesia menyadari ini. Mereka cerdas memilih orang yang tepat untuk memimpin mereka. Jokowi orang yang tepat tentunya. Saya yakin dengan pencapaian yang dilakukan Jokowi selama periode kepempinannya tidak sulit baginya untuk mendapatkan dukungan mayoritas rakyat Indonesia. Kalian akan baik baik saja. Indonesia akan menjadi negara hebat. Menjadi insprasi dunia islam bagaimana pemimpin muslim itu seharusnya. Menjadi inspirasi bagi negara demokrasi bagaimana melaksanakan demokrasi dengan benar atas dasar nilai nilai kebebasan, kesetaraan dan perdamaian” Katanya.

“ Saya harap juga begitu. Eh gimana dengan China ?

“ Kami sedang berhadapan dengan kepongahan AS. Tetapi itu tidak terlalu mengkawatirkan. Karena sektor manufaktur hanya menyumbang 17 % terhadap GNP kami. Yang terkena kan sektor manufaktur akibat perang dagang. Sektor pertanian masih mayoritas penyumbang GNP. Data terakhir tingkat kepuasaan rumah tangga China semakin meningkat karena ekspansi pemerintah dalam stimulus ekonomi untuk pembangunan pedesaan dilakukan secara meluas. Dan lagi perang dagang tidak akan berlansung lama. Ini hanya pencitraan Trumps saja sampai rakyat AS lupa harga naik dan janji populisnya. Bagaimanapun AS adalah penyokong perdagangan bebas. Itu tidak akan berubah. “

“ Kamu selalu optimis?

“ Justru kamu yang optimis. Seperti indonesia itu tidak gampang loh. Musuhnya bukan orang asing tetapi dari dalam negeri sendiri. Mereka yang haus akan kekuasaan. Sementara china , kami hanya menghadapi musuh dari luar. Itu lebih jelas. Lebih jelas menghadapinya. Semoga kalian baik baik saja. “ katanya dengan tersenyum.

Kami akhiri pertemuan itu sambil berjanji akan bertemu kembali. Sebelum keluar dari restoran itu anak kecil menawarkan tissue. Dia membeli satu dengan memberikan pecahan Rp. 100.000 kepada anak kecil sambil membelai kepala anak itu dengan cinta layaknya seorang ibu. “ semoga kelak anak ini jadi presiden Indonesia. Presiden yang lahir dari wong cilik yang tahu arti kerja keras dan berbagi tentunya.” katanya melirik kearah saya.

Sejarah freeport dan kini.

Sejarah Freeport di Papua
Tahun 1961 Soekarno di undang oleh JF Kennedy ke Washington. Ketika itu diperkenalkan kepada Soekarno seseorang bernama Augustus Long Belakangan nama ini berhubungan dengan Freeport untuk menguasai tambang Tembaga di Irian Barat. Selanjutnya Politik bergulir seperti agenda Soekarno dan JFK melalui PBB , dibuatlah Perjanjian New York 15 Agustus 1962 yang memuat "Act of Free Choice" (Pernyataan Bebas Memilih). Akhirnya Belanda kalah tanpa kehilangan muka. Tapi setelah itu, Soekarno tak pernah melaksanakan deal tersebut walau Agustus Long tak pernah lelah menagih kepada Soekarno, sampai akhirnya Soekarno dijatuhkan oleh Soeharto lewat dukungan CIA.

November 1967. Sultan Hamengkubuwono IX, Adam Malik, dan Soemitro Djojohadikusumo berkunjung ke Geneva. Mengingat pentingnya misi kunjungan ini membuat udara musim dingin itu terasa panas. Mereka datang atas undangan dari The Time-Life Corporation untuk bertemu dengan kalangan investor kelas dunia. Investor inilah yang akan menjadi undertaker kebutuhan pendanaan pembangunan indonesia menuju masyarakat sejahtera. Ketika itu yang hadir dari kalangan investor adalah General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel, tak ketinggalan David Rockefeller yang menjadi tuan rumah. Kini putranya Nat Rothchild , bermitra dengan Hashim Djojohadikusumo.

Dalam pertemuan yang berlangsung tiga hari itu, pihak investor berjanji akan menanamkan dananya untuk bisnis dibidang pertambangan Migas dan Nikel ( Freeport ). Indonesia akan mendapatkan pajak, bagi hasil dari kegiatan usaha tersebut. Tahun 1967 , Freeport Sulphur menandatangani KK dengan Indonesia untuk hak atas konsesi tambang tersebut.Bukan hanya AS merasa berhak atas Papua tapi juga inggeris dan Australia ( Rio Tinto ). Maklum saja kedua negara ini juga berjasa terhadap keunggulan AS memenangkan perang dunia kedua dan berperan ikut menekan Belanda untuk angkat kaki dari Irian tanpa memberikan dukungan apapun ketika konplik senjata dengan TNI merebut Irian.

SEPULUH tahun setelah beroperasi, PT Freeport Indonesia mengalami masalah. Pasalnya, kandungan bijih di Ertsberg mulai menipis. Hal ini ditambah dengan anjloknya harga tembaga di pasaran dunia karena mulai digunakannya serat optik dan alumunium sebagai pengganti kawat tembaga saat itu. Harga tembaga pun melorot berkisar 60 sen sampai 70 sen dolar AS per pon. Freeport pun gamang. Di saat pergulatan batin, perubahan terjadi di induk perusahaan. Freeport Sulphur yang telah bersalin nama menjadi Freeport Minerals Company bergabung dengan McMoRan Oil and Gas. Perusahaan yang dibentuk tahun 1967 ini, merupakan akronim dari tiga pendirinya: William Kennon McWilliams Jr (“Mc”), James Robert Moffet (“Mo”), yang merupakan geolog perminyakan dan Byron McLean Rankin Jr (“Ran”), seorang ahli pemasaran dan penjualan.

Pernikahan kedua perusahaan ini di tahun 1981, membuat namanya berubah menjadi Freeport-McMoRan Incorporated. Seiring dengan itu, tampuk kepemimpinan pun berubah. James Robert Moffet atau yang dikenal dengan Jim Bob ditunjuk sebagai chief executive officer. Mendapat posisi puncak, Jim Bob langsung memerintahkan seluruh awaknya untuk meningkatkan upaya eksplorasi. Di saat harga tembaga menukik, harga emas menunjukkan kemilaunya, yaitu USD450 per troy ons (t.oz). Freeport pun langsung demam emas. Grasberg pun menjadi emas paling besar dan paling berkilau dalam mahkota Freeport. Dan tambang Grasberg mencapai produksi dengan sangat cepat. Apalagi dengan dibangunnya Heat Road pada 1993 yang memungkinkan shovel dan truk-truk berat diangkut ke tambang. Dan awal 1995, produksi Grasberg telah berlipat ganda.

Penambangan Freeport di Indonesia menjelma menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Bahkan operasi Freeport di Indonesia telah tumbuh melebihi induknya. Freeport pun beruntung dapat melakukan eksplorasi di beberapa daerah produktif dalam wilayah Kontrak Karya. Seiring dengan cadangan tambahan dan cadangan bawah tanah di daerah yang berdekatan dan di Grasberg, Freeport-McMoRan Inc membentuk Freeport-McMoRan Copper & Gold dan mencatatkan namanya di bursa saham New York, dengan kode emiten FCX, sebagai pemilik tunggal seluruh aset di Indonesia. Potensi ini membuat Freeport pada 30 Desember 1991, melakukan Kontrak Karya kedua. Ketika itu, posisi Menteri Pertambangan dijabat oleh Ginandjar Kartasasmita. Penandatanganan KK kedua itu untuk masa berlaku 30 tahun berikut dua kali perpanjangan 10 tahun. Artinya Kontrak Karya Freeport baru habis pada tahun 2041.

Divestasi Freeport
Ada yang mempertanyakan darimana Inalum bumn holding tambang dapatkan uang. Assetnya nya aja engga cukup. Siapa yang mau kasih pinjam. Memang kalau pola berpikir konvensional itu bisa dimaklumi. Karena engga mungkin bisa dipahami gimana dapatkan uang sebesar Rp 53 triliun. Kalaupun ada bank yang mau kasih pinjam tetap saja engga mudah. Karena harus persetujuan DPR. Karena penjaminan BUMN adalah penjaminan Negara dan ini disamakan dengan PMN. Jelas ditolak oleh DPR ditengah defisit anggaran. Kalaupun inalum ada uang sebagian juga engga mudah mau cash out besar. Karena RKT nya harus persetujuan pemerintah dan itu ada SOP yang ketat berkaitan dengan rasio likuiditas yang harus ditaati. Katakanlah inalum cash out Rp 20 T , itu akan mempengaruhi rasio likuiditas nya. Engga bisa. Jadi gimana solusinya ?

Perhatikan, pertama. Inalum mendekati bank untuk membeli participation interest punya Rio Tinto. Bank tertarik. Mengapa ? Karena valuasi nya lebih pasti daripada beli langsung saham Freeport McMoran di FI. Kalau beli saham Freeport Mcmoran tentu valuasi saham termsuk deposit. Berapa harganya belum pasti. Hitungannya lebih kepada Future value market. Yang jelas harganya pasti mahal untuk menghasilkan capital gain. Tetapi kalau beli PI maka inalum otomatis dapat saham sebesar 40%. Mengapa? Karana PI itu hak Rio Tinto atas produksi tambang tanpa ada kewajiban bayar pajak. Harga 40% senilai USD 3,8 miliar itu murah dibandingkan nilai Future hak Rio atas deposit sebesar USD 20 miliar.

Penjelasan diatas di buat secara detail oleh konsultan dan Fund Manager sehingga pihak bank bisa menerimanya sebagai kajian yang workable dan bankable. Kemudian atas kajian detail itu, pihak inalum mengajukan skenario pembiayaan kepada bank kreditur. Untuk apa? Untuk mendapatkan undertaking pembelian PI itu. Kalau engga mana mungkin Rio Tinto mau negosiasi pelepasan PI. Dari sini proses negosiasi dengan bank dilakukan. Tentu menggunakan skema financial engineering. Gimana skemanya? Inalum menawarkan saham yang akan dikuasai itu atas nama SPV sebagai collateral. Artinya bukan Senior Loan bagi Inalum. Dengan demikian Inalum lolos dari kewajiban mendapatkan persetujuan pemerintah atau DPR. Ini murni bisnis to bisnis.

Kedua, mengapa bank mau biayai pembelian PI itu dengan hanya jaminan dari saham yang akan dikuasai oleh SPV? Karena setelah Inalum kuasai saham itu melalui SPV , suara inalum akan mayoritas dalam rapat pemegang saham FI yang tentu inalum akan membuat keputusan tunduk kepada UU Minerba. Mengapa ? Agar valuasi saham FI tidak hanya dihitung senilai PI Rio Tinto atau replacement cost tetapi termasuk juga reserved sebesar USD 90 miliar atau lebih sampai dengan tahun 2041. Makanya Freeport McMoran setuju swap PI dengan saham. Karena saham dia di FI juga akan terdongkrak naik. Jadi semua win to win. Semua untung. Itulah skema financial engineering yang benar dimana semua stakeholder untung.

Ketiga. Pertimbangan lain bank adalah Tekhnlogi dan buyer. Oh engga usah kawatir. Freeport McMoran akan tetap menjadi mitra inalum sebesar 49%. Artinya valuasi Saham itu didukung oleh ketersediaan tehnologi. Bagaimana dengan buyer.? Rio Tinto walau tidak lagi pegang PI , akan tetap jadi partner sebagai off taker produksi. Jadi anda perhatikan, Inalum dapat jaminan Tekhnlogi dan buyer. Juga konsesi dalam bentuk IUPK dari pemerintah dimana deposit nya sudah provent. Atas dasar itulah bank Happy untuk membiayai pembelian PI. Paham ya.

Kemudian bagaimana inalum melunasi hutang itu? FI akan otomatis menjadi anak perusahaan inalum. Sebagai holding inalum bisa melakukan refinancing melalui pelepasan saham dibursa. Tentu valuasinya meliputi deposit, Tekhnlogi dan offtake market. Kalau saya hitung bodoh dengan hanya berdasarkan deposit freeport maka valuasi saham bisa 10 kali lipat. Artinya hanya jual 10% ( dari 51% ) saham ke publik, inalum sudah bisa lunasi hutang pembelian PI Rio Tinto. Kelak kalau membutuhkan dana lagi untuk ekspansi maka inalum bisa mengeluarkan convertable Bond ( hutang yang bisa ditukar dengan saham ) di bursa. Tanpa SPV harus delusi sahamnya di FI.

Jadi kesimpulannya inalum akusisi 51% saham Freeport Indonesia melalui right issue dengan duit pinjaman 100% yang sudah di secure melalui exit strategi yang kuat dan exciting. Sehingga mudah mendapatkan financial resource. Itulah financial engineering yang membeli bukan dengan uang ditangan tertapi dengan skema. Kita bersyukur di Era Jokowi, kesalahan yang tercatat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dapat diselesaikan. Tidak dengan kekuatan politik tetapi dengan kekuatan Bisnis. Para putra putri terbaik Indonesia tidak lagi menggunakan bambu runcing dan bedil untuk merebutnya tetapi menggunakan skill dibidang Financial engineering. Freeport exist karena kapitalisme dan penjajahan terjadi karena itu. Dan kita rebut dengan cara cara kapitalis. Ya melawan sistem harus dengan sistem. Udah engga jamannya lagi melawannya dengan nasionalisme sempit seperti Venezuela yang sok nasionalis tetapi bego.